Coinbase анонсировала DEX-торговлю с мгновенным доступом к миллионам токенов

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-07-07Terakhir diperbarui pada 2025-08-08

Биржа Coinbase представила услуги DEX-торговли прямо в своем мобильном приложении, открыв пользователям в США (за исключением штата Нью-Йорк) доступ к миллионам токенов на базе сети Base. Теперь клиенты могут трейдить торговать децентрализованными активами напрямую в привычном интерфейсе, используя встроенный self-custody-кошелек. Все сетевые комиссии берет на себя Coinbase. Компания также сообщила о планах добавить поддержку сети Solana и расширить географию услуг.

На первоначальном этапе пользователи могут торговать лишь токенами, запущенными на Base, включая цифровые валюты от Virtuals AI Agents, Reserve Protocol, SoSo Value, Auki Labs и Super Champs. Новые криптовалюты будут добавляться партиями. Coinbase подчеркнула, что система начнет индексировать и открывать доступ к токенам практически сразу после их появления. Это даст возможность мгновенно осуществлять сделки с миллионами onchain-активов без необходимости централизованного листинга.

Интерфейс DEX-торговли максимально упрощен: пользователи могут проводить сделки в несколько кликов, используя баланс счета Coinbase или стейблкоины USDC, отслеживать динамику токенов и управлять портфелем в одном месте. Торговля осуществляется через агрегаторы ликвидности, которые автоматически подбирают наилучшие цены на таких платформах, как Aerodrome и Uniswap.

Дополнительным преимуществом Coinbase называют доступ к рыночным данным и рисковым метрикам, собранным из onchain-источников. Компания заявляет, что активы, которые были признаны мошенническими авторитетными провайдерами, будут автоматически исключены из торговли. При этом Coinbase подчеркивает, что не контролирует и не проверяет все DEX-активы на платформе.

DEX-торговля станет дополнительным каналом для токенов, не представленных на централизованной бирже. Разработчики смогут получить доступ к миллионам пользователей Coinbase уже в течение часа после индексирования токена. Это решение призвано поддержать рост экосистемы Base и упростить трейдерам выход к новым активам.

Bacaan Terkait

Lalu Lintas Hormuz Turun Tajam Kembali, Mengapa Harga Minyak Tidak Bertahan di Atas $100?

Sejak Agustus, arus kapal tanker minyak di Selat Hormuz dilaporkan turun drastis, bahkan mendekati nol pada beberapa hari. Namun, harga minyak Brent tidak bertahan di atas $100 per barel, melainkan lebih sering berkisar di sekitar $90. Padahal, sekitar 27% minyak laut global dan seperlima perdagangan LNG dunia melewati selat kunci ini. Artikel ini menjelaskan bahwa pasar tidak memperlakukan gangguan ini sebagai pemutusan pasokan jangka panjang yang lengkap. Harga saat ini mencerminkan keyakinan sementara bahwa serangkaian mekanisme penyangga dapat menyerap dampaknya. Mekanisme ini meliputi: pelepasan cadangan minyak strategis, ketersediaan kapasitas produksi cadangan (seperti dari OPEC+), kemampuan ekspor alternatif dari negara-negara Teluk di luar selat, serta opsi pengalihan rute dan transfer antar kapal. Risiko fisik tetap ada, tetapi biayanya tersebar ke berbagai bagian rantai pasokan: biaya asuransi dan pengiriman yang lebih tinggi, penundaan, dan penggunaan rute alternatif yang lebih mahal. Dengan kata lain, pasar memperdagangkan "kenaikan biaya transit di Hormuz", bukan "penutupan total". Tantangan ke depan adalah ketahanan mekanisme penyangga ini. Jika persediaan menipis, tekanan sanksi meningkat, atau eskalasi militer terjadi, pasar akan menilai ulang probabilitas gangguan pasokan yang serius. Sinyal tekanan mungkin pertama kali terlihat di biaya pengiriman, premi asuransi, dan margin penyulingan, sebelum akhirnya mendorong harga minyak mentah utama seperti Brent secara lebih permanen.

marsbit33m yang lalu

Lalu Lintas Hormuz Turun Tajam Kembali, Mengapa Harga Minyak Tidak Bertahan di Atas $100?

marsbit33m yang lalu

Rup yang Kuat — Apakah Itu Baik? Bukan untuk Anggaran: Kas Negara Sudah Kehilangan Rp1,5 Triliun

Anggaran Rusia mengalami kekurangan pendapatan sekitar 1,5 triliun rubel sejak awal 2026 akibat penguatan rubel yang lebih kuat dari perkiraan. Dalam model keuangan tahun ini, kurs rata-rata diasumsikan 92,2 rubel per dolar AS, namun kenyataannya kurs rata-rata hingga pertengahan Agustus hanya 76,9 rubel. Setiap penguatan 1 rubel mengurangi pendapatan tahunan anggaran sebesar 140–160 miliar rubel. Dengan memperhitungkan pendapatan minyak dan gas, kerugian potensial bisa mencapai 2,5 triliun rubel per tahun. Hingga saat ini, anggaran telah kehilangan sekitar 1,7 triliun rubel. Kurs rubel berfluktuasi sepanjang tahun, mencapai titik terendah sekitar 71 rubel per dolar pada Mei, kemudian melemah dan mencapai 85,16 rubel per dolar pada 19 Agustus. Untuk memenuhi target anggaran, kurs perlu bertahan di atas 101 rubel/dolar hingga akhir tahun, yang dianggap tidak realistis. Perkiraan saat ini menunjuk pada kurs rata-rata tahunan 80–82 rubel, yang akan menyebabkan kekurangan anggaran sekitar 1,6 triliun rubel di akhir 2026. Rubel yang kuat meredam inflasi dan memper murah impor, namun mengurangi pendapatan eksportir dalam rubel dan mengancam pemenuhan kewajiban sosial akibat turunnya pendapatan negara. Analisis AI menunjukkan bahwa selain harga minyak, aturan anggaran (budget rule) juga memengaruhi kurs. Aturan ini menetapkan harga minyak acuan 59 dolar per barel Urals. Jika harga di atas level itu, Kementerian Keuangan membeli valuta asing, melemahkan rubel; jika di bawah, mereka menjualnya. Penghentian penjualan valas oleh kementerian awal tahun ini mengurangi pasokan dolar dan memberi tekanan pada kurs rubel.

cryptonews.ru1j yang lalu

Rup yang Kuat — Apakah Itu Baik? Bukan untuk Anggaran: Kas Negara Sudah Kehilangan Rp1,5 Triliun

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片