Crypto Funds See $223M Outflows After 15-Week Streak

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-08-04

After a strong 15-week run of continuous inflows, crypto investment funds finally hit a pause, with $223 million in outflows recorded last week, according to CoinShares data. The turnaround came despite a solid start to the week, where funds saw $883 million worth of inflows in the first few days. But that momentum didn’t last.

The mood flipped mid-week after the U.S. Fed hinted at staying hawkish in its latest meeting. On top of that, stronger-than-expected economic data shook things up. Markets turned cautious fast, and investors started booking profits. By Friday, things really escalated, and over $1 billion was pulled out of crypto funds in just one day.

James Butterfill, Head of Research at CoinShares, explained that while weaker U.S. payroll data on Friday could’ve hinted at a dovish turn for the Fed, the overall sentiment was already tilted toward caution. 

He noted, “Given we have seen $12.2 billion net inflows over the last 30 days, representing 50% of inflows for the year so far, it is perhaps understandable to see what we believe to be minor profit taking.”

Bitcoin Sees the Biggest Hit, Ethereum Still Strong

Bitcoin investment products were hit hardest, with $404 million in outflows, mostly from U.S. spot Bitcoin ETFs, which alone lost $642.9 million. Even with that dip, Bitcoin has still pulled in $20 billion this year, which just shows how much it reacts every time interest rate talks come up.

Meanwhile, Ethereum kept its streak going strong and didn’t slow down. ETH-based funds saw $133 million in net inflows, marking their 15th straight week of gains, the longest since mid-2021. Interestingly, even after a rough Friday (with $152.3 million in outflows), U.S. spot Ethereum ETFs still led the week with $154.3 million in total inflows.

Altcoins also saw selective interest. XRP brought in $31.2 million, while Solana and Sei followed with $8.8 million and $5.8 million, respectively.

Region-Wise: U.S. Pulls Out, Hong Kong and Switzerland Step In

The U.S. led the withdrawals with $383 million in outflows, followed by Germany ($35.5 million) and Sweden ($33.3 million). Meanwhile, some regions took a more bullish stance; Hong Kong recorded $170.4 million in inflows, and Switzerland added another $52.4 million.

So while the week ended in red, the bigger picture still leans positive. A minor pullback after weeks of inflows and rising prices isn’t surprising. What this does show, however, is how tightly crypto remains tied to macroeconomic signals, and just how quickly sentiment can flip.

Also Read: Spot Bitcoin ETFs See $812M in Outflow as Market Turns Bearish



Bacaan Terkait

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1m yang lalu

Bitcoin Incar Lonjakan Makro ke $70K Setelah Jatuh di Bawah $60K – Apa yang Menunggu BTC Selanjutnya?

Harga Bitcoin (BTC) sempat turun di bawah $60.000 ke level $58.000, namun berhasil pulih ke $61.540 pada saat laporan. Meski menunjukkan kenaikan 2% dalam 24 jam, BTC masih mengalami penurunan 8% dalam sebulan, memicu kekhawatiran. Analisis teknis menunjukkan sinyal campuran. RSI di atas 55 dan MACD hijau mengisyaratkan kekuatan bull, namun tidak kuat karena garis sinyal dan MACD hampir menyatu. Bollinger Bands yang melebar menandakan volatilitas mendatang. Data on-chain dari CryptoQuant mengungkapkan reset pasar. Eksposur bersih panjang manajer aset di futures CME turun ke level terendah sejak peluncuran ETF spot AS, menunjukkan penurunan keyakinan, bukan pergeseran bearish. Minat terbuka turun drastis 63.5%, menandakan pengurangan leverage di pasar derivatif. Posisi hedging juga ringan, menciptakan "kekosongan posisi" yang bisa memicu pergerakan besar berikutnya jika institusi kembali. Penahan jangka panjang (LTH) diduga membeli di harga lebih rendah, membantu membentuk dasar harga dan meredakan tekanan jual. BTC kini berada di atas rata-rata bergerak 7-hari, tetapi masih di bawah rata-rata 30-hari, mengindikasikan momentum jangka pendek membaik meski tren belum sepenuhnya bullish. Di sisi lain, terjadi perpindahan aset besar-besaran, termasuk transfer 1.000 BTC ke Coinbase Prime yang dikaitkan dengan Tim Draper dan pergerakan serupa dari dompet terkait Clifton Collins. Meski berpotensi menambah pasokan, transfer ini tidak selalu berarti penjualan segera. Analis Axel Adler Jr. memperingatkan bahwa metrik on-chain menunjukkan risiko penurunan masih ada, karena BTC belum mencapai kondisi jenuh jual parah seperti di dasar siklus sebelumnya. **Kesimpulan Utama:** * Bitcoin berada di atas $61.500, tetapi masih di bawah rata-rata bergerak 30-hari. * Penarikan dan pelepasan aset dari ETF tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga BTC saat ini dan mendatang.

ambcrypto15m yang lalu

Bitcoin Incar Lonjakan Makro ke $70K Setelah Jatuh di Bawah $60K – Apa yang Menunggu BTC Selanjutnya?

ambcrypto15m yang lalu

Trading

Spot
活动图片