Dogecoin, Solana Price Slide But Remittix Continues To Gain Traction After Major Updates

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-27Terakhir diperbarui pada 2025-07-27

Abstrak

The cryptocurrency market declined today as the Dogecoin, Solana price action turned red. Dogecoin dropped 7.19% to $0.2378 and Solana...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The cryptocurrency market declined today as the Dogecoin, Solana price action turned red. Dogecoin dropped 7.19% to $0.2378 and Solana declined 6.79% to $184.52. Despite the market drop, Remittix continues to be in the spotlight with its wallet beta launch and soaring presale momentum.

Dogecoin and Solana Prices Fall Amid Volatility Resurgence

Dogecoin and Solana Prices Fall Amid Volatility Resurgence

Crypto markets saw fresh selling pressure with Dogecoin and Solana leading the price pullback. Though Dogecoin’s market cap is at $35.74 billion, its trading volume surged 72.72% to $5.46 billion. Solana, however, saw its volume rise 14.1% to $11.49 billion despite seeing a $99.48 billion market cap drop.

This increase in volume despite falling prices indicates profit-taking by short-term traders, a common occurrence with fissionable crypto bull runs. As meme coins like Dogecoin and layer-1 blockchains like Solana correct, investor sentiment quietly drifts towards best crypto presale 2025 options that hold real-world use case. Remittix’s Beta Wallet Reveal Triggers New Wave of Investor Interest.

While the Dogecoin, Solana price action slows down, Remittix has made an announcement regarding introducing its wallet beta in Q3 2025. The wallet will initially come with Solana and Ethereum networks, with future potential addition of Cardano and XRP.

The project aims at eliminating gas expenses and transaction delay through speedy, secure, and low-gas international crypto payments. Its multi-chain wallet is designed for convenient crypto-to-fiat conversions, making it ideal for freelancers, remitters, and businesses in emerging markets.

Remittix is not only another DeFi project — it’s solving real problems that centralized exchanges and rails banking of the past have failed to solve. Such a demand for practical use is picking up speed in an industry hungry for crypto to solve real world problems.

Presale Nears $18M Soft Cap As Demand Rises

The Remittix presale has now accumulated more than $16.6 million, with over 559 million RTX tokens sold. With its current price at $0.0842, the RTX token has a 50% token bonus accompanying it in the current presale period.

Buyers can join in via the official Remittix website and also be part of a live $250,000 Giveaway. With crypto traders looking for the next 100x crypto, Remittix is being considered more and more one of the top potential crypto projects of this year.

Why Remittix Is Becoming Popular

  • Global Reach: Send crypto directly to bank accounts in 30+ countries
  • Wallet Beta Coming: Q3 2025 release announced for Ethereum & Solana
  • Over $16M Funded: Investors backing utility-first project
  • 50% Bonus Active: One-time presale bonus reward
  • Crypto With Utility: Built to solve real-world remittance issues

The Future of Crypto Utility Is Multi-Chain

The Future of Crypto Utility Is Multi-Chain

The contrast between Dogecoin, Solana price decline and Remittix growing traction signals an adult crypto crowd. As hype coins see volatility, utility-based tokens like Remittix see more stable growth.

Remittix could well be the altcoin 2025 that everybody describes it to be, given that it has the capability to power crypto with passive income potential and bridge decentralized networks with real-world finance. Having a robust community, early product, and operational infrastructure, no one should be surprised that curiosity only continues to grow.

Discover the future of PayFi with Remittix by checking out their project here:

Website: https://remittix.io/
Socials: https://linktr.ee/remittix
$250,000 Giveaway: https://gleam.io/competitions/nz84L-250000-remittix-giveaway

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bacaan Terkait

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

**CLARITY Act dalam Hitungan Mundur: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto Jika Tidak Lolos Sebelum Reses Agustus?** Undang-Undang Pasar Aset Digital (*CLARITY Act*), yang bertujuan memperjelas batas regulasi antara SEC dan CFTC serta memberikan jalur hukum untuk token terdesentralisasi, menghadapi tenggat waktu ketat. RUU ini harus melewati proses di Senat AS sebelum reses 10 Agustus, namun negosiasi terakhir terhambat oleh isu etika kepemilikan kripto pejabat dan klausul perlindungan pengembang (*developer*). Kemungkinan lolos tahun ini turun menjadi sekitar 40%. Jika gagal lolos sebelum reses, dampak utama di pasar diperkirakan bukan kejatuhan drastis, melainkan aliran keluar modal berkelanjutan dari produk seperti ETF, yang sudah terlihat dengan rekor penarikan dari ETF Bitcoin AS pada Juni. Aset seperti XRP, yang sangat bergantung pada kepastian status komoditas dari RUU ini, berpotensi kehilangan "premium" positif regulasinya. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum yang sudah diklasifikasikan sebagai komoditas mungkin terdampak lebih ringan, meski inovasi di sektor DeFi bisa terus terbebani ketidakpastian. Ada tiga skenario ke depan: (1) lolos sebelum reses Agustus, memicu pemulihan harga; (2) tertunda hingga 2027, memperpanjang periode ketidakpastian; atau (3) gagal total dan harus diajukan kembali di Kongres mendatang. Meski menghadapi rintangan politik dan waktu yang sempit, proses RUU ini hingga tahap lanjut menunjukkan upaya serius AS dalam menjawab keraguan regulasi di sektor kripto.

marsbit1j yang lalu

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

marsbit1j yang lalu

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos bukanlah sekadar dampak negatif sederhana, melainkan kompleks dan mengubah lanskap persaingan. Bagian utama dari artikel ini membahas bahwa pengumuman OUSD (Open Dollar) tidak serta merta menjadi "vonis mati" bagi Circle (CRCL). Meskipun harga saham Circle turun 15-20%, perusahaan tetap memiliki keunggulan likuiditas yang dalam, integrasi yang ada, dan keunggulan sebagai pelopor. Bahkan, renegosiasi atau pengakhiran kemitraan dengan Coinbase berpotensi mendekatkan pendapatan bersihnya. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan stablecoin default dalam ekosistem Stripe karena keunggulan rekayasa dan produknya, mengancam pangsa USDC di segmen tersebut. Tantangan inti adopsi korporat, yaitu eksposur kredit terhadap penerbit yang bukan berperingkat investasi, tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Untuk Tether, OUSD tidak langsung menargetkan pasar intinya. Tether diperkirakan akan tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle, meski pangsa pasarnya mungkin turun seiring pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Paxos dianggap menghadapi tekanan yang lebih signifikan. OUSD berpotensi melemahkan proposisi nilai utama USDG, dan keunggulan regulasi Paxos juga dapat terkikis seiring waktu, menjadikannya tantangan yang lebih mendasar dibandingkan bagi para pesaingnya. Artikel menyimpulkan bahwa Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran dan fintech serta mempertimbangkan akuisisi defensif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

marsbit1j yang lalu

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

marsbit1j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

**Ringkasan: Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Berita Buruk, Melainkan Dinamika Kompetisi yang Kompleks** Artikel ini menganalisis dampak peluncuran OUSD (diperkirakan terkait Stripe) terhadap para penerbit stablecoin utama. Intinya, dampaknya berbeda-beda dan kompleks: * **Terhadap Circle (USDC):** Bukanlah "vonis mati". Meski harga saham CRCL turun 15-20%, reaksi pasar dianggap wajar. Circle masih punya keunggulan likuiditas dalam, integrasi yang ada, dan first-mover advantage. Bahkan, jika kerja sama dengan Coinbase dihentikan, pendapatan bersih Circle bisa hampir dua kali lipat dalam jangka pendek, memberinya lebih banyak ruang untuk bersaing. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan default di ekosistem Stripe karena keunggulan produk dan rekayasa Stripe. Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran/fintech dan mempertimbangkan akuisisi defensif. * **Terhadap Tether (USDT):** Dampaknya minimal. OUSD tidak langsung menarget pasar inti Tether, yang tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle. Pangsa pasar Tether mungkin terus turun seiring waktu, tetapi dalam pasar stablecoin yang secara keseluruhan terus tumbuh. * **Terhadap Paxos (USDP, USDG):** Tekanan justru lebih besar. OUSD berpotensi melemahkan keunggulan utama USDG. Seiring kerangka regulasi menjadi matang, keunggulan regulasi Paxos juga bisa terkikis. Oleh karena itu, tantangan dari OUSD bagi Paxos lebih mendekati tingkat eksistensial, yang menjelaskan mengapa Paxos kini lebih fokus pada bisnis *brokerage-as-a-service*. Artikel juga menyoroti bahwa hambatan utama adopsi stablecoin korporat—yaitu paparan kredit terhadap penerbit yang (seperti Circle dan Bridge) bukan berperingkat investasi—tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Peluang terbesar justru ada di pasar hijau (*greenfield*) yang belum terjamah dengan baik.

链捕手1j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片