Ozzy Osbourne & the memecoin frenzy – How death became a DeFi event

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-07-26Terakhir diperbarui pada 2025-07-27

Key Takeaways

The rise of memecoins in the wake of celebrity deaths reflects a growing trend of monetizing grief rather than honoring a legacy. While some tokens claim to be tributes, most are launched without consent from families or estates. In an internet driven by speculation, sincerity feels increasingly rare.


Strange things happen when a rock legend dies in 2025. Not tributes, not tears… or maybe not just those. But token launches.

Ozzy Osbourne, legendary frontman of Black Sabbath, passed away earlier this week. Within hours, a wave of grief-themed memecoins flooded the crypto charts, each chasing momentum with tribute tickers.

In the chaos, David Schwartz, CTO, Ripple Labs, casually dropped a memory: he once ghostwrote messages on behalf of Black Sabbath on an IRC chat.

“To the public, it felt real and authentic.”

This isn’t a story about Ozzy, or even crypto exactly. It’s about how the internet went from building culture to profiting off its aftermath.

Let’s talk about that shift.

What lasts and what launches

The internet used to build culture. Now it profits off the aftermath.

Hours after Osbourne’s death, memecoins bearing his name flooded the blockchain. Not just memories or music. We now have speculative code presented as homage.

memecoinsmemecoins

Source: Dextools.io

So what does it mean to preserve a legacy in the age of instant minting? Is it about telling the story, or owning it?

Are we aware of where to draw the line?

Rest in peace Web3 and memecoins

This isn’t the first time crypto has responded to tragedy with speculation.

When Queen Elizabeth II died, over 40 memecoins launched within hours – notably, Queen Elizabeth Inu pumped 28,506% despite just $17K in liquidity. OpenSea is filled with red-eyed pixel NFTs and generative tributes.

Most would call this kind of action distasteful, but to those who only know tickers and charts, this may be the highest honor yet… but it is still one that is created to give back to their wallets.

memecoinsmemecoins

Source: X

When WWE’s Hulk Hogan died, a Solana token named HULK surged 379% in hours — from $0.0003259 to $0.001570.

Source: Dextools.io

In stark contrast, the HULK/SOL pair’s market cap on Raydium rose to a mammoth $7 million… only to flatline soon after.

memecoinsmemecoins

Source: Dexscreener

In other instances, even well-meaning projects blur the line.

After Kobe Bryant’s tragic death in 2020, blockchain firm Cryptograph minted eight unreleased photographs from a 1999 shoot into NFTs, auctioning them to raise funds for charity.

The intent was noble – proceeds went to the Mamba & Mambacita Sports Foundation, a nonprofit honoring Kobe and his daughter Gianna, focused on supporting underserved young athletes, especially girls.

Noble in purpose, but still: it is grief turned into an asset.

The thin line between tributes and grifts

Most celebrity memecoins launch without estate consent. They skip permission and blur lines between fan-made memorials and opportunistic grifts.

David Schwartz’s old IRC gig now seems like a long-lost relic of a more earnest internet. It wasn’t permissionless, but it was personal.

“At the time, I felt really bad about the whole thing. It wasn’t the authentic interaction with celebrities that I wanted it to be and that I tried to make it. To me personally, it was a failure, but to everyone else it was a success.”

Maybe it wasn’t perfect. Maybe it wasn’t real.

But in a world of bots, scams, and celebrity memecoins, an unknowingly mediated call on a bad speakerphone sounds almost… sincere.

Share

Bacaan Terkait

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

**CLARITY Act dalam Hitungan Mundur: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto Jika Tidak Lolos Sebelum Reses Agustus?** Undang-Undang Pasar Aset Digital (*CLARITY Act*), yang bertujuan memperjelas batas regulasi antara SEC dan CFTC serta memberikan jalur hukum untuk token terdesentralisasi, menghadapi tenggat waktu ketat. RUU ini harus melewati proses di Senat AS sebelum reses 10 Agustus, namun negosiasi terakhir terhambat oleh isu etika kepemilikan kripto pejabat dan klausul perlindungan pengembang (*developer*). Kemungkinan lolos tahun ini turun menjadi sekitar 40%. Jika gagal lolos sebelum reses, dampak utama di pasar diperkirakan bukan kejatuhan drastis, melainkan aliran keluar modal berkelanjutan dari produk seperti ETF, yang sudah terlihat dengan rekor penarikan dari ETF Bitcoin AS pada Juni. Aset seperti XRP, yang sangat bergantung pada kepastian status komoditas dari RUU ini, berpotensi kehilangan "premium" positif regulasinya. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum yang sudah diklasifikasikan sebagai komoditas mungkin terdampak lebih ringan, meski inovasi di sektor DeFi bisa terus terbebani ketidakpastian. Ada tiga skenario ke depan: (1) lolos sebelum reses Agustus, memicu pemulihan harga; (2) tertunda hingga 2027, memperpanjang periode ketidakpastian; atau (3) gagal total dan harus diajukan kembali di Kongres mendatang. Meski menghadapi rintangan politik dan waktu yang sempit, proses RUU ini hingga tahap lanjut menunjukkan upaya serius AS dalam menjawab keraguan regulasi di sektor kripto.

marsbit2j yang lalu

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

marsbit2j yang lalu

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos bukanlah sekadar dampak negatif sederhana, melainkan kompleks dan mengubah lanskap persaingan. Bagian utama dari artikel ini membahas bahwa pengumuman OUSD (Open Dollar) tidak serta merta menjadi "vonis mati" bagi Circle (CRCL). Meskipun harga saham Circle turun 15-20%, perusahaan tetap memiliki keunggulan likuiditas yang dalam, integrasi yang ada, dan keunggulan sebagai pelopor. Bahkan, renegosiasi atau pengakhiran kemitraan dengan Coinbase berpotensi mendekatkan pendapatan bersihnya. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan stablecoin default dalam ekosistem Stripe karena keunggulan rekayasa dan produknya, mengancam pangsa USDC di segmen tersebut. Tantangan inti adopsi korporat, yaitu eksposur kredit terhadap penerbit yang bukan berperingkat investasi, tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Untuk Tether, OUSD tidak langsung menargetkan pasar intinya. Tether diperkirakan akan tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle, meski pangsa pasarnya mungkin turun seiring pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Paxos dianggap menghadapi tekanan yang lebih signifikan. OUSD berpotensi melemahkan proposisi nilai utama USDG, dan keunggulan regulasi Paxos juga dapat terkikis seiring waktu, menjadikannya tantangan yang lebih mendasar dibandingkan bagi para pesaingnya. Artikel menyimpulkan bahwa Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran dan fintech serta mempertimbangkan akuisisi defensif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

marsbit2j yang lalu

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

marsbit2j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

**Ringkasan: Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Berita Buruk, Melainkan Dinamika Kompetisi yang Kompleks** Artikel ini menganalisis dampak peluncuran OUSD (diperkirakan terkait Stripe) terhadap para penerbit stablecoin utama. Intinya, dampaknya berbeda-beda dan kompleks: * **Terhadap Circle (USDC):** Bukanlah "vonis mati". Meski harga saham CRCL turun 15-20%, reaksi pasar dianggap wajar. Circle masih punya keunggulan likuiditas dalam, integrasi yang ada, dan first-mover advantage. Bahkan, jika kerja sama dengan Coinbase dihentikan, pendapatan bersih Circle bisa hampir dua kali lipat dalam jangka pendek, memberinya lebih banyak ruang untuk bersaing. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan default di ekosistem Stripe karena keunggulan produk dan rekayasa Stripe. Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran/fintech dan mempertimbangkan akuisisi defensif. * **Terhadap Tether (USDT):** Dampaknya minimal. OUSD tidak langsung menarget pasar inti Tether, yang tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle. Pangsa pasar Tether mungkin terus turun seiring waktu, tetapi dalam pasar stablecoin yang secara keseluruhan terus tumbuh. * **Terhadap Paxos (USDP, USDG):** Tekanan justru lebih besar. OUSD berpotensi melemahkan keunggulan utama USDG. Seiring kerangka regulasi menjadi matang, keunggulan regulasi Paxos juga bisa terkikis. Oleh karena itu, tantangan dari OUSD bagi Paxos lebih mendekati tingkat eksistensial, yang menjelaskan mengapa Paxos kini lebih fokus pada bisnis *brokerage-as-a-service*. Artikel juga menyoroti bahwa hambatan utama adopsi stablecoin korporat—yaitu paparan kredit terhadap penerbit yang (seperti Circle dan Bridge) bukan berperingkat investasi—tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Peluang terbesar justru ada di pasar hijau (*greenfield*) yang belum terjamah dengan baik.

链捕手2j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

链捕手2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片