US Appeals Court Overturns Yuga Labs’ $9M Trademark Lawsuit Judgment

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-25Terakhir diperbarui pada 2025-07-25

Abstrak

A US court of Appeals has sent Yuga Labs, the creator of the Bored Ape Yacht Club (BAYC) non-fungible token...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

A US court of Appeals has sent Yuga Labs, the creator of the Bored Ape Yacht Club (BAYC) non-fungible token (NFT) collection, back to the district court for its lawsuit against artist Ryder Ripps and business partner Jeremy Cahen.

Yuga Labs Sent Back To District Court

On Wednesday, the Ninth Circuit Court of Appeals partially overturned the judgment in Yuga Labs’ lawsuit against Ripps and Cahen’s NFT collection, ruling that the company had yet to prove its claims of trademark infringement and cybersquatting.

In 2022, Ripps and Cahen launched the Ryder Ripps Bored Ape Yacht Club (RR/BAYC) collection with identical copies of Yuga Lab’s NFT collection and similar marketing tactics. The duo argued that their collection was a satirical and critical response to the original NFTs, which they claimed have racist imagery and neo-Nazi, alt-right references.

Yuga Labs

The Court of Appeals partially overturns Yuga Labs' case judgment. Source: Ninth Distric Court of Appeals

That same year, Yuga Labs filed a trademark infringement lawsuit against Ripps and Cahen, alleging that the duo had deceived buyers by offering NFTs falsely equivalent to the BAYC collection under the pretext of satire. Additionally, the company claimed that Ripps and Cahen had damaged their reputation with their accusations.

Yuga Labs claimed victory in 2023, when the District Court in California ruled that the company was the rightful owner of the BAYC trademarks and determined that Ripps and Cahen utilized these trademarks without consent, likely confusing potential buyers who wanted to purchase an authentic Bored Ape NFT. At the time, Yuga Labs called the ruling “a win for the entire Web3 industry.”

Initially, a judge declared that the plaintiff was entitled to $1.6 million in damages from the duo. However, it was later raised to $9 million after Ripps and Cahen lost their counterclaim.

Notably, Ripps and Cahen countersued Yuga Labs under the Digital Millennium Copyright Act (DMCA), seeking declaratory relief that the company had no copyright protection over the Bored Apes.

The defendant’s counterclaims were dismissed by the district court for a “lack of subject-matter jurisdiction,” granting summary judgment for the company on its two claims and the defendant’s DMCA counterclaim.

A Key Win For NFT Holders

According to the Wednesday ruling, the three-judge panel affirmed in part and reversed in part the district court’s judgment and remanded the case. The panel held that an NFT can be trademarked under the Lanham Act, which protects marks used with “any goods or services.”

Based on this, they concluded that defendants’ NFTs were “goods”, but determined that Yuga Labs had the trademark priority as it was the first to use the Bored Ape Yacht Club marks in commerce.

Nonetheless, they reversed the district court’s grant of summary judgment on the company’s trademark infringement and cybersquatting claims, arguing that Yuga Labs “did not prove as a matter of law that the defendants’ actions were likely to cause consumer confusion.”

Meanwhile, the ruling determined that the duo’s use of Yuga Labs’ marks did not “constitute nominative fair use” and was not “expressive work” protected by the First Amendment.

“As to the trademark claim, (…) the panel could not conclude as a matter of law that a reasonably prudent consumer in the marketplace was likely to be confused as to the origin of the goods bearing Yuga’s marks,” the court document reads.

Yuga Labs co-founder Greg Solano affirmed on X that BAYC NFTs being protectable trademarks is “an important win for every NFT holder,” adding that the company will “now finish the fight in the district court, where the judge already fined the RR BAYC founders $9m+ in damages. We’ll win in the district just like we won before.”

Yuga Labs, ETH, ETHUSDT

Ethereum (ETH) is trading at $3,633 in the one-week chart. Source: ETHUSDT on TradingView
Featured Image from Unsplash.com, Chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Rubmar is a crypto enthusiast who likes learning and improving constantly. She enjoys reporting on the latest news and developments in the crypto industry. Rubmar also enjoys scrapbooking, crafting, simulation games, and watching football.

Bacaan Terkait

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

Pada 4 Juli, platform AI Doubao dan Tongyi Qianwen mengumumkan akan menutup fungsi agen cerdas (smart agent). Doubao mengonfirmasi fitur tersebut akan dihentikan pada 15 Juli dan mengalihkan pengguna ke aplikasi Cat Box milik ByteDance. Pada hari yang sama, Qianwen mengingatkan pengguna bahwa fitur agen interaksi personifikasi dan agen buatan pengguna akan ditutup pada 10 Juli, diikuti dengan penghentian penuh semua layanan agen cerdas pada 15 Juli. Setelah tanggal tersebut, pengguna tidak dapat mengakses konfigurasi agen atau riwayat percakapan. Tanggal penutupan ini bertepatan dengan berlakunya "Peraturan Sementara tentang Manajemen Layanan Interaksi Personifikasi Kecerdasan Buatan" pada 15 Juli, yang memberlakukan persyaratan ketat untuk verifikasi identitas anak di bawah umur, mekanisme pencegahan kecanduan, dan tinjauan konten. Penyesuaian ini dipandang sebagai respons proaktif oleh platform untuk mematuhi regulasi baru. Kedua platform menyediakan periode transisi bagi pengguna untuk menyimpan data. Doubao mengizinkan akses data hingga 15 Oktober, sementara Qianwen menyarankan pengguna untuk mencadangkan konten sebelum tanggal penutupan. Selain tekanan regulasi, kesulitan komersialisasi juga menjadi faktor pendorong. Analisis menunjukkan bahwa agen untuk percakapan santai atau peran khusus seringkali menghasilkan panggilan yang ringan namun berfrekuensi tinggi, sehingga mengonsumsi daya komputasi besar dengan nilai ekonomi rendah. Platform kini mengalihkan fokus dari ekosistem konten buatan pengguna (UGC) di sisi konsumen ke skenario layanan bisnis yang lebih bernilai, sebagaimana terlihat dari upaya Qianwen dalam membuka akses Agen dan Skill kepada pengembang dan perusahaan pihak ketiga.

marsbit1j yang lalu

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

marsbit1j yang lalu

Mengapa Codex dan ChatGPT Bersatu? Ke Mana Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya

Mengapa Codex dan ChatGPT Bergabung? Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya Jika bertanya produk AI mana yang pertumbuhannya paling mencolok pada 2026, "Codex" pasti menempati urutan pertama. Sejak Januari tahun ini, pengguna aktif mingguan produk ini telah tumbuh lebih dari 5 kali lipat, mencapai 5 juta. Pertumbuhan di kalangan pekerja pengetahuan (non-pengembang) bahkan 3 kali lebih cepat daripada di kalangan pengembang. Peluncuran aplikasi desktop pada Februari menjadi katalis utama yang menurunkan hambatan penggunaan dan mendorong ledakan adopsi Codex. Di balik kurva pertumbuhan yang curam ini, ada Andrew Ambrosino, Kepala Tim Aplikasi Desktop Codex. Dari sudut pandangnya, paradigma pengembangan perangkat lunak telah berbalik: "Mengimplementasikan" (menulis kode) tidak lagi menjadi bagian yang mahal. Yang menjadi mahal sekarang adalah "rasa" (taste) dan proses kurasi—kemampuan untuk menilai, memilih, dan mengintegrasikan berbagai eksperimen dan ide yang kini sangat mudah dihasilkan berkat AI. Andrew membahas mengapa AI masih kesulitan menghasilkan desain yang baik, karena desain melibatkan lapisan budaya, kebaruan, dan pemahaman abstraksi yang dalam—sesuatu yang sulit untuk dinilai dan dilatih pada model. Ia juga menjelaskan mengapa timing peluncuran produk AI sangat kritis. Codex sendiri, jika diluncurkan beberapa bulan lebih awal dengan desain yang sama, diduga akan gagal total. Keberhasilannya sangat bergantung pada peningkatan kemampuan model pada saat peluncuran, mengubah cara perencanaan produk menjadi lebih berbasis pada "apa yang model mampu lakukan pada titik waktu tertentu". Mengenai penggabungan Codex dan ChatGPT, Andrew menjelaskan bahwa batas antara alat pengembang dan alat kerja pengetahuan umum telah runtuh. Pengguna dari berbagai departemen (pemasaran, keuangan, hukum) ternyata juga menggunakan Codex meski awalnya dirancang untuk pengembang. Tim menyadari bahwa Codex dan ChatGPT lebih merupakan pintu masuk berbeda dari kemampuan yang sama, bukan produk terpisah. Merger bertujuan untuk menciptakan fondasi yang cukup umum dan dapat diperluas. Masa depan Codex (yang digabung dengan ChatGPT) bukanlah menjadi "aplikasi super" yang melakukan segalanya dalam satu kotak antarmuka. Konsepnya adalah menjadi "home base" atau markas bagi pengguna—tempat untuk memulai, melacak, dan mengotomatiskan pekerjaan. Ia akan berkolaborasi mulus dengan alat profesional yang sudah ada (seperti Excel, Premiere Pro) melalui konektor, kemampuan penggunaan komputer, atau ekstensi, dan juga memungkinkan pengguna membuka serta mengoperasikan aplikasi web lain di dalamnya. Dua mode ini sedang dikembangkan secara bersamaan.

marsbit2j yang lalu

Mengapa Codex dan ChatGPT Bersatu? Ke Mana Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片