Tether Eyes US Comeback With Institutional Focus, IPO Off the Table

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-24Terakhir diperbarui pada 2025-07-24

Key Takeaways

  • Tether plans to re-enter the U.S. market, focusing on institutional clients and payment infrastructure.
  • The company previously faced EU delistings due to MiCA compliance issues.
  • Tether CEO Paolo Ardoino says the firm is building a new U.S. strategy amid fresh competition and regulation.

Tether is preparing to re-enter the U.S. market with a renewed focus on institutional adoption, following a pivotal meeting between CEO Paolo Ardoino and President Donald Trump during the signing of the GENIUS Act—America’s first major stablecoin regulation.

The timing is notable. The GENIUS Act, which lays the foundation for a regulated stablecoin framework, could accelerate Tether’s plans to expand stateside while avoiding the compliance issues it recently faced in the European Union.

Tether Looks to Avoid Another Compliance Crisis

Tether’s flagship stablecoin USDT commands more than 70% of the global market, but its dominance has come under pressure.

After the EU’s MiCA regulations came into force, several exchanges delisted USDT due to compliance concerns, particularly Tether’s refusal to offer fully transparent, third-party audits of its reserves.

Tether doesn’t want to repeat that experience in the U.S., a market it still dominates and sees as a key growth area.

Speaking to Bloomberg, Ardoino confirmed that the company is working on a U.S.-focused strategy that will prioritize institutional services, including stablecoin-based payments, interbank settlements, and crypto trading.

Circle Sets the Compliance Bar High

As Tether gears up for a U.S. launch, it faces stiff competition from compliant rivals like Circle, the issuer of USDC.

Unlike Tether, Circle has actively pursued and secured regulatory approvals in both the U.S. and Europe.

Circle holds a Money Transmitter License in 46 U.S. states and has been registered with FinCEN since 2015.

It also became the first firm to obtain a BitLicense from New York regulators and has a full e-money license in France under MiCA.

This compliance-first approach has allowed Circle to scale rapidly, and its parent company’s stock value increased tenfold following its IPO.

IPO? Not for Tether

Despite speculation that Tether might follow Circle into public markets, Ardoino dismissed IPO rumors, reiterating that the company’s focus is on stability and regulatory alignment rather than listing.

Still, Tether will need to restructure if it hopes to comply with U.S. regulations.

The company’s current setup is incompatible with the transparency requirements of the new stablecoin law.

That means Tether may need to spin up a separate U.S. entity with stricter reporting and reserve guidelines.

While Tether does publish quarterly financial breakdowns—including large holdings in U.S. Treasuries, cash equivalents, and Bitcoin—it continues to face criticism for the lack of full, independent audits.

What’s Next?

With regulatory clarity finally emerging in the U.S. and institutional demand for stablecoin infrastructure growing, Tether’s re-entry comes at a critical time.

However, whether the firm can meet the rising bar for transparency and compliance remains to be seen.

If it does, Tether could re-establish its dominance in one of crypto’s most important markets—without repeating the missteps that have cost it ground elsewhere.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

Pada 4 Juli, platform AI Doubao dan Tongyi Qianwen mengumumkan akan menutup fungsi agen cerdas (smart agent). Doubao mengonfirmasi fitur tersebut akan dihentikan pada 15 Juli dan mengalihkan pengguna ke aplikasi Cat Box milik ByteDance. Pada hari yang sama, Qianwen mengingatkan pengguna bahwa fitur agen interaksi personifikasi dan agen buatan pengguna akan ditutup pada 10 Juli, diikuti dengan penghentian penuh semua layanan agen cerdas pada 15 Juli. Setelah tanggal tersebut, pengguna tidak dapat mengakses konfigurasi agen atau riwayat percakapan. Tanggal penutupan ini bertepatan dengan berlakunya "Peraturan Sementara tentang Manajemen Layanan Interaksi Personifikasi Kecerdasan Buatan" pada 15 Juli, yang memberlakukan persyaratan ketat untuk verifikasi identitas anak di bawah umur, mekanisme pencegahan kecanduan, dan tinjauan konten. Penyesuaian ini dipandang sebagai respons proaktif oleh platform untuk mematuhi regulasi baru. Kedua platform menyediakan periode transisi bagi pengguna untuk menyimpan data. Doubao mengizinkan akses data hingga 15 Oktober, sementara Qianwen menyarankan pengguna untuk mencadangkan konten sebelum tanggal penutupan. Selain tekanan regulasi, kesulitan komersialisasi juga menjadi faktor pendorong. Analisis menunjukkan bahwa agen untuk percakapan santai atau peran khusus seringkali menghasilkan panggilan yang ringan namun berfrekuensi tinggi, sehingga mengonsumsi daya komputasi besar dengan nilai ekonomi rendah. Platform kini mengalihkan fokus dari ekosistem konten buatan pengguna (UGC) di sisi konsumen ke skenario layanan bisnis yang lebih bernilai, sebagaimana terlihat dari upaya Qianwen dalam membuka akses Agen dan Skill kepada pengembang dan perusahaan pihak ketiga.

marsbit3j yang lalu

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

marsbit3j yang lalu

Mengapa Codex dan ChatGPT Bersatu? Ke Mana Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya

Mengapa Codex dan ChatGPT Bergabung? Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya Jika bertanya produk AI mana yang pertumbuhannya paling mencolok pada 2026, "Codex" pasti menempati urutan pertama. Sejak Januari tahun ini, pengguna aktif mingguan produk ini telah tumbuh lebih dari 5 kali lipat, mencapai 5 juta. Pertumbuhan di kalangan pekerja pengetahuan (non-pengembang) bahkan 3 kali lebih cepat daripada di kalangan pengembang. Peluncuran aplikasi desktop pada Februari menjadi katalis utama yang menurunkan hambatan penggunaan dan mendorong ledakan adopsi Codex. Di balik kurva pertumbuhan yang curam ini, ada Andrew Ambrosino, Kepala Tim Aplikasi Desktop Codex. Dari sudut pandangnya, paradigma pengembangan perangkat lunak telah berbalik: "Mengimplementasikan" (menulis kode) tidak lagi menjadi bagian yang mahal. Yang menjadi mahal sekarang adalah "rasa" (taste) dan proses kurasi—kemampuan untuk menilai, memilih, dan mengintegrasikan berbagai eksperimen dan ide yang kini sangat mudah dihasilkan berkat AI. Andrew membahas mengapa AI masih kesulitan menghasilkan desain yang baik, karena desain melibatkan lapisan budaya, kebaruan, dan pemahaman abstraksi yang dalam—sesuatu yang sulit untuk dinilai dan dilatih pada model. Ia juga menjelaskan mengapa timing peluncuran produk AI sangat kritis. Codex sendiri, jika diluncurkan beberapa bulan lebih awal dengan desain yang sama, diduga akan gagal total. Keberhasilannya sangat bergantung pada peningkatan kemampuan model pada saat peluncuran, mengubah cara perencanaan produk menjadi lebih berbasis pada "apa yang model mampu lakukan pada titik waktu tertentu". Mengenai penggabungan Codex dan ChatGPT, Andrew menjelaskan bahwa batas antara alat pengembang dan alat kerja pengetahuan umum telah runtuh. Pengguna dari berbagai departemen (pemasaran, keuangan, hukum) ternyata juga menggunakan Codex meski awalnya dirancang untuk pengembang. Tim menyadari bahwa Codex dan ChatGPT lebih merupakan pintu masuk berbeda dari kemampuan yang sama, bukan produk terpisah. Merger bertujuan untuk menciptakan fondasi yang cukup umum dan dapat diperluas. Masa depan Codex (yang digabung dengan ChatGPT) bukanlah menjadi "aplikasi super" yang melakukan segalanya dalam satu kotak antarmuka. Konsepnya adalah menjadi "home base" atau markas bagi pengguna—tempat untuk memulai, melacak, dan mengotomatiskan pekerjaan. Ia akan berkolaborasi mulus dengan alat profesional yang sudah ada (seperti Excel, Premiere Pro) melalui konektor, kemampuan penggunaan komputer, atau ekstensi, dan juga memungkinkan pengguna membuka serta mengoperasikan aplikasi web lain di dalamnya. Dua mode ini sedang dikembangkan secara bersamaan.

marsbit3j yang lalu

Mengapa Codex dan ChatGPT Bersatu? Ke Mana Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片