半年战绩数亿:特朗普家族成“加密总统”最大赢家

比推Dipublikasikan tanggal 2025-07-22Terakhir diperbarui pada 2025-07-22

自2025年1月20日唐纳德·特朗普(Donald Trump)二主白宫以来,曾以房地产和传统媒体巨头示人的川普家族,通过一系列大胆的数字资产投资,巧妙地将其政治品牌与新兴的加密经济深度融合,不仅刷新了自身的财富版图,也为政治人物如何利用数字资产积累财富和影响力提供了新的样本。

以下为这半年以来,特朗普与加密行业相关的关键事件梳理:

TRUMPH1.jpg

川普家族在加密领域的布局,自2025年1月上任后便呈现出清晰的时间线和多元化的投资组合:

  • 1月20日,就任前后meme币的诞生: 总统夫妇率先在Solana区块链上推出了TRUMP和MELANIA代币。这些代币不仅是政治支持的象征,更成为其家族数字资产布局的开端。

  • 1月21日,对Ross Ulbricht的赦免: 这一举动被视为川普政府向加密货币社群释放积极信号,尤其受到加密自由意志主义运动的欢迎。

  • 3月6日/7日,战略布局与行业对话: 川普政府通过行政命令设立国家战略比特币储备,并举办白宫加密峰会,邀请行业领袖和政策制定者共同探讨加密货币的未来,展现了其对数字资产的高度重视。

  • 3月25日,稳定币USD1的推出: 川普家族支持的World Liberty Financial(WLFI)推出美元稳定币USD1。该稳定币首先在以太坊和币安智能链上流通,并计划在未来应用于大规模的机构投资。

  • 5月29日,高调的TRUMP晚宴: 川普在纽约举办的TRUMP晚宴,进一步巩固了$TRUMP代币在其支持者中的地位,并为早期投资者提供了独特的回报。

  • 7月18日,《GENIUS法案》的签署: 川普签署了这项两党合作的法案,为稳定币制定了监管和消费者保护规定,旨在鼓励创新并为加密货币市场创建新的结构。这标志着加密货币在美国的监管框架正逐步完善。

  • 7月21日,DJT宣布累积巨额比特币: 川普媒体与科技集团宣布已累积约20亿美元的比特币及相关资产,其中比特币将占据川普媒体流动性总资产的三分之一,凸显了比特币在其战略投资中的核心地位。

根据《福布斯》的计算,唐纳德·川普的净资产已飙升至56亿美元,其中加密货币持有量贡献了超过10亿美元,成为其家族财富增长的关键驱动力。

具体来看,川普家族的加密货币资产组合收益包括:

  • NFTs: 川普早期的NFT交易卡销售带来了约700万美元的收入,税后净收益约为400万美元。

  • World Liberty Financial (WLFI) 代币: 估计为川普家族带来了约3.9亿美元的收益(税后约2.46亿美元)。WLFI推出的USD1稳定币市值已达22亿美元,预计每年可产生约1亿美元的利息收入,其中川普个人在此业务中的权益可能高达5900万美元。

  • $TRUMP迷因币收益: 通过交易费和与美元挂钩的加密货币,川普家族获得了约3.15亿美元的收入。此外,其持有的$TRUMP储备中,已解锁部分目前价值约4.27亿美元,未来还有92%的代币将陆续解锁,这预示着巨大的潜在收益。

过去六个月,美国政治与加密市场的边界正在被重新定义。白宫的新主人以令人惊讶的速度,完成了一场个人财富与行业发展的双重实验,不过,这种模式在带来巨大经济利益的同时,也引发了对政治人物利用影响力进行个人利益变现的深思。无论争议如何,川普无疑正在将加密货币推向主流,并在全球范围内重新定义政治与财富的关系。

作者:Mary Liu


Twitter:https://twitter.com/BitpushNewsCN

比推 TG 交流群:https://t.me/BitPushCommunity

比推 TG 订阅: https://t.me/bitpush

说明: 比推所有文章只代表作者观点,不构成投资建议

Bacaan Terkait

Pemain Besar di Pasar Altcoin Melakukannya Saat Rally Besar-besaran!

Seiring tren bullish di pasar kripto yang menguat, transaksi oleh pemain besar (paus) mulai menarik perhatian. Data blockchain menunjukkan posisi dibuka dan ditutup senilai ratusan juta dolar dalam Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Hyperliquid (HYPE). Seorang investor besar, diduga terkait Matrixport, menutup posisi long 40.000 ETH senilai sekitar $100,5 juta, meraih laba $9,9 juta. Investor ini masih memegang posisi long 80.000 ETH ($201 juta) dan 500 BTC ($39 juta) dengan keuntungan belum terealisasi sekitar $22,9 juta. Setelah sebelumnya rugi $92,5 juta, transaksi terbaru ini mengubah total posisinya menjadi laba sekitar $32,8 juta. Di platform Hyperliquid, investor besar loracle.hl dilaporkan kehilangan lebih dari $70 juta dari perdagangan HYPE dalam tiga bulan terakhir. Saat ini, investor ini memegang sekitar 685.744 posisi short HYPE senilai $54,88 juta, yang berisiko likuidasi jika harga HYPE naik ke $101,15. Machi Big Brother, dikenal dengan perdagangan leverage tinggi, juga untung dari rally baru-baru ini. Investor yang dilaporkan pernah mengalami 500 likuidasi ini berhasil meningkatkan ekuitinya dari $152.000 menjadi $12,72 juta hanya dalam tiga hari, meraih keuntungan lebih dari $12,5 juta. Meskipun HYPE mencapai rekor tertinggi baru, transfer token oleh Multicoin Capital juga menjadi sorotan. Perusahaan dikabarkan mendepositokan total 427.422 HYPE (sekitar $31,74 juta) ke Coinbase Prime dalam tiga hari terakhir, memicu perhatian pasar terkait potensi penjualan atau manajemen portofolio. Dalam perdagangan Bitcoin, penjualan oleh investor anonim besar menonjol. Dalam transaksi terakhir, "paus" ini menjual sekitar 2.700 BTC senilai $211,8 juta, menjadikan total penjualannya dalam tiga hari mencapai 7.700 BTC dengan nilai sekitar $576,6 juta. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru31m yang lalu

Pemain Besar di Pasar Altcoin Melakukannya Saat Rally Besar-besaran!

cryptonews.ru31m yang lalu

Fidelity Memperingatkan: Kemakmuran Agen AI Belum Tentu Pesta untuk Rantai Publik

Fidelity mengingatkan investor agar tidak terlalu cepat menyamakan kemajuan AI agent dengan kemakmuran public blockchain. Meskipun AI yang dapat bertindak secara mandiri berpotensi menggunakan blockchain untuk pembayaran atau penyelesaian transaksi, terdapat setidaknya enam risiko yang perlu diperhatikan. Pertama, AI agent mungkin tidak memerlukan blockchain publik. Sistem tertutup oleh perusahaan teknologi besar bisa lebih dipilih karena kecepatan, biaya, stabilitas, dan kepatuhan regulasi yang lebih baik. Kedua, peningkatan transaksi on-chain tidak serta-merta menguntungkan token asli jaringan. Aktivitas pembayaran AI mungkin didominasi stablecoin, sehingga nilai tertangkap oleh penyedia layanan pembayaran, bukan token dasar blockchain. Ketiga, AI membuat pengembangan perangkat lunak lebih murah, tetapi banyaknya kode tidak sama dengan peningkatan nilai ekonomi. Persaingan bisa beralih ke pengguna, likuiditas, dan merek. Keempat, keunggulan teknologi menjadi kurang langka karena AI dapat dengan cepat mereplikasi fungsi, sehingga sulit mempertahankan keunggulan kompetitif hanya melalui kode. Kelima, AI menurunkan biaya pengembangan sekaligus biaya serangan, berpotensi meningkatkan risiko keamanan jika infrastruktur audit tidak matang. Keenam, institusi besar mungkin lebih membutuhkan blockchain "terkendali" dengan manajemen identitas, izin, dan audit yang kuat, bukan jaringan publik yang sepenuhnya terbuka. Intinya, narasi gabungan AI dan blockchain perlu dikaji lebih kritis. Fokus seharusnya pada infrastruktur mana yang benar-benar dapat menangkap kebutuhan riil dan mengubahnya menjadi nilai bisnis yang berkelanjutan.

marsbit1j yang lalu

Fidelity Memperingatkan: Kemakmuran Agen AI Belum Tentu Pesta untuk Rantai Publik

marsbit1j yang lalu

Setelah Riset di Silicon Valley, Kesimpulan Goldman Sachs: Agent Masuki Era Eksekusi, Kompetisi AI Beralih ke Workflow, World Model Bangkit

Berdasarkan laporan terbaru Goldman Sachs setelah survei di Silicon Valley, industri AI sedang memasuki tahap baru dari "mampu menjawab" menuju "mampu mengeksekusi". Kompetisi beralih dari "model siapa yang lebih kuat" ke "siapa yang benar-benar menguasai alur kerja". **Agent Masuki Era Eksekusi:** Agent AI berkembang dari alat bantu menjadi pelaksana alur kerja. Kendala utama untuk adopsi besar-besaran di perusahaan bukan lagi kemampuan model, melainkan **kontrollabilitas**, pembagian tanggung jawab, dan kemampuan untuk melacak serta memperbaiki kesalahan. Alur kerja yang paling mungkin diotomatisasi pertama kali memiliki karakteristik: batasan keputusan yang jelas, hasil yang dapat diverifikasi, dan kesalahan yang dapat dikembalikan (rollback). Penyedia layanan informasi dengan konten tepercaya, model domain yang terverifikasi, dan hubungan pengawasan yang matang memiliki peluang lebih besar. **Persaingan Model: Pembagian Tugas antara Model Mutakhir dan Model Sumber Terbuka:** Pasar kemungkinan akan berkembang menjadi pembagian kerja yang lebih jelas. **Model mutakhir (seperti GPT-4)** akan menangani tugas kompleks bernilai tinggi yang membutuhkan keandalan ekstrem. Sementara **model sumber terbuka** akan mengatasi tugas standar berskala besar dan menghabiskan sebagian besar token inferensi (sekitar 90% dalam 12-18 bulan ke depan), menawarkan biaya yang lebih rendah dengan sedikit pengorbanan kinerja untuk banyak kasus penggunaan bisnis. **Kebangkitan Model Dunia (World Model) dan Implikasinya:** Perhatian penelitian bergeser dari LLM (Large Language Model) ke "Model Dunia", yang memahami lingkungan, sebab-akibat, hukum fisika, dan interaksi dinamis di dunia nyata menggunakan data dari sistem fisik dan operasi dunia nyata. Ini semakin meningkatkan nilai **data proprietary**. Transisi AI ke dunia fisik di bidang seperti industri, sains, dan robotika akan membuka ruang masalah yang lebih luas dan memicu **kurva pertumbuhan kedua untuk permintaan komputasi AI**, menguntungkan penyedia infrastruktur cloud dan komputasi seperti Microsoft, Oracle, dan CoreWeave. **Perubahan Model Bisnis:** Komersialisasi AI bergerak dari berlangganan per kursi (**seat-based**) ke pengisian berdasarkan konsumsi, volume transaksi, dan hasil (**consumption/transaction/outcome-based**). Nilai industri bermigrasi dari model itu sendiri ke data proprietary, konteks bisnis, dan keahlian domain.

marsbit1j yang lalu

Setelah Riset di Silicon Valley, Kesimpulan Goldman Sachs: Agent Masuki Era Eksekusi, Kompetisi AI Beralih ke Workflow, World Model Bangkit

marsbit1j yang lalu

Telegram Memperkenalkan Teknologi WEB-Proxy: Menyamarkan Lalu Lintas agar Terlihat Seperti Situs Web Biasa

Telegram memperkenalkan teknologi eksperimental bernama WEB-proxy pada 21 Agustus 2026. Teknologi ini menawarkan cara baru untuk mengatasi pemblokiran dengan menyamarkan lalu lintas data aplikasi agar terlihat seperti kunjungan biasa ke situs web melalui koneksi HTTPS yang aman. Cara kerjanya, Telegram Desktop menggunakan mesin browser (WebView) bawaan untuk mengirimkan semua data melalui satu sesi yang tampak seperti loading halaman web. Data dari MTProxy dikemas dalam format khusus dan dikirim melalui saluran terenkripsi HTTPS atau WebSocket. Di sisi server, relay khusus menerima aliran data ini dan meneruskannya ke MTProxy tanpa mengetahui isi atau tujuan akhirnya, sehingga menjaga privasi. WEB-proxy beroperasi pada domain HTTPS biasa yang juga menampung situs web publik asli. Halaman jembatan proxy hanya diaktifkan jika permintaan mengandung parameter rahasia tertentu yang dihitung dari konfigurasi. Tautan koneksi proxy memiliki format spesifik dan menggunakan port 443 wajib. Saat ini, teknologi ini masih dalam tahap uji konsep dan tersedia untuk Telegram Desktop serta klien Android eksperimental, dengan rencana dukungan iOS. Dengan memanfaatkan infrastruktur web standar, WEB-proxy mempersulit sistem filter untuk membedakannya dari lalu lintas internet sah tanpa memblokir keseluruhan HTTPS. Keberhasilannya akan bergantung pada ketahanannya terhadap analisis lalu lintas yang canggih dan kemampuan skalanya.

cryptonews.ru1j yang lalu

Telegram Memperkenalkan Teknologi WEB-Proxy: Menyamarkan Lalu Lintas agar Terlihat Seperti Situs Web Biasa

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片