Bombie Burns 1 Billion Tokens, Capybobo Players Stagnate

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-19Terakhir diperbarui pada 2025-07-21

Key Takeaways
  • The Bombie team has burned over $700,000 worth of BOMB tokens, or roughly 10% of its supply.
  • Over 50% of BOMB’s supply is staked within the Bombie ‘sequel’, Capybobo.
  • BOMB is trading up over 9% in the past 24 hours, though it remains down by over 90% since launching.

Almost 1 billion Bombie (BOMB) tokens have been burned as the controversial Telegram title moves forward with its plans to restore faith and ‘relaunch’ following a catastrophic airdrop and token generation event (TGE) that left paying players empty-handed.

Bombie’s Big Burn

Bombie has officially burned 970 million BOMB tokens worth roughly $700,000, or just over 9.7% of its total supply.

It’s done so in a bid to “strengthen” its future as part of a “relaunch” effort following a disastrous airdrop and token launch.

These tokens were left behind by Bombie players who failed to claim them during the airdrop. Now, a total of 9 billion BOMB tokens remain in circulation.

According to the Bombie ‘sequel’, Capybobo (formerly CapyBomb), just over 5.1 billion BOMB are locked up in its in-game staking feature. This allows players to earn extra in-game tokens through boosters and earn airdrop points.

Capybobo began as a direct sequel that, following its rebrand, is more of a spiritual successor than anything else. It’s essentially a reskin of Bombie, plus some other features.

According to the Telegram bot, the game has attracted over 832,000 monthly players since its May 21, 2025, launch. It’s an increase of around 50,000 since last week.

For comparison, following the Catizen airdrop, Bombie garnered millions of players in its first two months.

BOMB Token

With bullish market sentiment, the token burn has produced some reasonable gains, resulting in a 9.34% price boost over the past 24 hours.

Overall, however, the token is trading down by over 90% at an abysmal $0.00071 with a market cap of $6.49 million.

Bombie (BOMB) price. | Source: CoinMarketCap.

It’s a tough situation that has left every paying player with a huge loss. And the Bombie team’s consistent delays, poor rollout, and ambiguity have served to destroy confidence in the project, and its Capybobo game, which is also promising a Q3 airdrop.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

Artikel ini membahas konsep "world model" (model dunia) dalam kecerdasan buatan (AI) yang saat ini banyak digunakan dengan makna berbeda-beda. Fei-Fei Li mengusulkan taksonomi fungsional untuk mengklarifikasi kekacauan ini. Berdasarkan siklus interaksi agen-dunia dalam POMDP (Partially Observable Markov Decision Process), ia mengategorikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan outputnya: 1. **Renderer (Perender):** Menghasilkan **observasi**, khususnya piksel yang ditujukan untuk mata manusia. Contohnya adalah model video seperti Sora atau sistem interaktif seperti Genie yang menghasilkan gambar berdasarkan input. Fokus utamanya adalah kesetiaan visual, bukan akurasi fisik. 2. **Simulator (Simulator):** Menghasilkan **state (keadaan)**, yaitu representasi dunia yang akurat secara geometri, fisika, dan dinamika. Simulator berfungsi sebagai landasan struktural untuk perhitungan, digunakan oleh profesional (arsitek, desainer) dan program komputer (robot, kendaraan otonom) untuk pelatihan dan pengujian. Contohnya adalah platform seperti NVIDIA Omniverse. 3. **Planner (Perencana):** Menghasilkan **tindakan**. Model ini menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil sebuah agen berdasarkan observasi dan tujuan. Ini menutup lingkaran persepsi-aksi. Contohnya adalah model visi-bahasa-aksi (VLA) dan model aksi dunia (World Action Models). Artikel menyoroti bahwa **simulator adalah kunci penghubung** yang paling penting namun kurang mendapat perhatian publik. Simulator bekerja pada tingkat geometri dan fisika yang mendasarinya, sehingga pemahamannya dapat diproyeksikan ke dalam piksel (untuk renderer) atau prediksi konsekuensi tindakan (untuk planner). Tren terpenting saat ini adalah peleburan batas antara ketiga kategori ini, didorong oleh kesadaran bahwa pengetahuan dasar tentang dunia yang dibutuhkan adalah sama. Tujuan akhirnya adalah model dunia terpadu yang dapat beralih di antara rendering, simulasi, dan perencanaan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini mendorong kemajuan menuju kecerdasan spasial, di mana mesin tidak hanya memahami bahasa tentang dunia, tetapi juga dapat memahami, membayangkan, bernalar, dan berinteraksi dengan dunia fisik itu sendiri.

marsbit6j yang lalu

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

marsbit6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片