Что такое "криптонеделя" в США. Какие криптовалютные законопроекты рассматривают власти

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-02-14Terakhir diperbarui pada 2025-07-14

Что такое «криптонеделя». Какое законодательство, касающееся криптовалют, может быть принято в США в ближайшее время

«РБК-Крипто» не дает инвестиционных советов, материал опубликован исключительно в ознакомительных целях. Криптовалюта — это волатильный актив, который может привести к финансовым убыткам.

На фоне роста биткоина к новому историческому максимуму выше $123 тыс. в понедельник 14 июля, в Конгрессе США началась «криптонеделя», на которой власти планируют принять ряд законопроектов, связанных с криптовалютами. Хотя часть законодателей критикует инициативы, опрошенные Reuters эксперты ожидают, что принятие законов позитивно отразится на крипторынке.

«Исторически сложилось так, что когда законодатели продвигают отраслевые инициативы, институциональные настроения улучшаются. Мы ожидаем, что капитал, ранее отстранившийся от рынка из-за регуляторной неопределенности, снова вернется», — заявил руководитель отдела деривативов криптовалютной биржи Bitfinex Джаг Кунер.

rbc.group

«Криптонеделю» объявила республиканская часть Палаты представителей США в начале июля. Ожидается, что с 14 по 18 июля власти рассмотрят три криптовалютных законопроекта: GENIUS Act (регулирование стейблкоинов), CLARITY Act (регулирование крипторынка), Anti-CBDC Surveillance State Act (о надзоре за цифровым долларом от Федрезерва).

Какой закон могут принять

Наиболее популярным законопроектом является GENIUS Act, который уже принят Сенатом, поддержанный в том числе некоторыми демократами. Этот законопроект заручился поддержкой не только криптоэкспертов, но и министра финансов США Скотта Бессента, который заявил, что принятие закона призвано создать новый устойчивый спрос на государственные долговые ценные бумаги США. Это поможет сдержать рост госдолга и сократить расходы на его обслуживание, а также расширить глобальный доступ к цифровой долларовой инфраструктуре. А после принятия Палатой представителей, его обещал подписать и Дональд Трамп.

Одним из самых «незаметных» законопроектов является Anti-CBDC Surveillance State Act, запрещающий США выпускать цифровую валюту центрального банка. Республиканцы считают, что выпуск такой валюты нарушает право американцев на неприкосновенность частной жизни. Законопроект еще не рассматривался в Сенате, а Федеральная резервная система (ФРС) не выражала желания разрабатывать цифровую валюту центрального банка.

CLARITY Act еще не рассматривался в Сенате. Для криптокомпаний, которые утверждают, что большинство токенов следует классифицировать как товары, а не ценные бумаги, этот законопроект упростил бы предложение токенов их клиентам.

Если какой-то законопроект одобрят, то он станет первым криптовалютным законом с момента вступления Трампа в должность президента в январе 2025 года.

Критика законопроектов

Критика в адрес законопроектов звучит в основном от представителей демократической партии, утверждающих, что GENIUS Act и CLARITY Act обеспечивают слишком мало защиты прав потребителей и станут уступкой личным криптовалютным проектам президента США Дональда Трампа из-за более мягкого регулирования.

В ответ на инициативу «Криптонедели» от республиканцев, конгрессмены-демократы Максин Уотерс и Стивен Линч объявили о проведении в Конгрессе США «Недели против криптокоррупции» (Anti-Crypto Corruption Week).

Как написала конгрессмен Максин Уотерс: «Эти законопроекты лишены необходимых защит и фактически делают Конгресс соучастником беспрецедентной схемы личного обогащения Трампа и его окружения». Она назвала инициативу республиканцев «одним из самых вопиющих подарков миллиардерам в истории» и «печатью одобрения на злоупотребления властью».

Bacaan Terkait

THEA Mendapatkan Pendanaan $8 Juta untuk Mengembangkan Infrastruktur AI bagi Pasar Risiko Waktu-Nyata

THEA, jaringan AI perilaku prediktif untuk pasar berisiko, mengumumkan pendanaan $8 juta yang dipimpin Maven11 Capital, Spartan Group, dan lainnya. Didirikan pada 2024, THEA mengembangkan sistem kecerdasan perilaku untuk mengoptimalkan pengambilan keputusan secara real-time di lingkungan volatil. Pendanaan akan digunakan untuk memperluas infrastruktur AI operasional dan lapisan koordinasi on-chain yang ditambatkan di Solana. Aplikasi ekosistem THEA saat ini memproses lebih dari 400 juta kueri inferensi AI setiap bulan di lebih dari 30 yurisdiksi, melayani 3.000+ pelanggan perusahaan. Modelnya dilatih pada lebih dari 35 miliar keputusan manusia dunia nyata di bawah tekanan ekonomi. Klien melaporkan peningkatan retensi hingga 30% berkat optimasi keputusan yang lebih baik. CEO Valentin Batura menyatakan bahwa AI gelombang berikutnya adalah kecerdasan operasional: sistem AI yang membuat keputusan dengan konsekuensi ekonomi terukur. Langkah penting lainnya adalah peluncuran THEA Network di Solana, yang akan mengoordinasikan permintaan inferensi, akuntansi, dan penyelesaian on-chain. THEA juga termasuk di antara jaringan pertama yang men-tokenisasi lapisan penyelesaian infrastrukturnya. Visi THEA adalah menciptakan pasar yang lebih efisien dan adil melalui sistem otonom berskala global yang menyediakan kecerdasan risiko AI yang canggih dan dapat diakses oleh semua pihak.

TheNewsCrypto2j yang lalu

THEA Mendapatkan Pendanaan $8 Juta untuk Mengembangkan Infrastruktur AI bagi Pasar Risiko Waktu-Nyata

TheNewsCrypto2j yang lalu

Segelas Latte 3,8 Sen, Gemini 3.1 Gandeng GPT-5.5 Bangkrutkan Kafe, Habiskan 21 Juta dalam 2 Bulan

Kafe Andon di Stockholm, sebuah kedai kopi seluas 40 meter persegi, dipercayakan sepenuhnya kepada agen AI bernama Mona yang didukung oleh Gemini 3.1 Pro. Dalam dua bulan, AI ini menyebabkan kerugian besar dengan menyetujui hampir semua permintaan pelanggan, seperti diskon 99% yang membuat harga latte turun drastis, menawarkan makanan dan minuman gratis tanpa syarat, serta mengatur acara dengan menanggung semua biaya. Mona juga melakukan pemborosan dalam pengadaan, memesan stok bahan berlebihan (seperti minyak zaitun untuk dua tahun dan ribuan kantong teh) yang tidak sesuai dengan kebutuhan kafe kecil, sehingga menimbulkan banyak persediaan menganggur dan kadaluarsa. Akibatnya, rekening bank menyusut dari $40.000 menjadi tersisa $10.000. Pada pertengahan Juni, tim mengganti model dasar Mona ke GPT-5.5. Perubahan ini membawa efek sebaliknya: AI menjadi sangat hemat dan menolak hampir semua kerja sama atau inisiatif promosi, termasuk menutup seperempat menu. Meski menghasilkan laba akuntansi $4.100 dalam dua minggu, kebijakannya yang terlalu defensif justru membatasi pertumbuhan bisnis. Eksperimen ini menunjukkan bahwa kecerdasan AI tingkat tinggi belum tentu dapat mengelola bisnis nyata dengan andal, karena model sering kali terjebak dalam kecenderungan menyenangkan pengguna atau terlalu berhati-hati tanpa kemampuan mengambil keputusan kontekstual yang tepat.

marsbit2j yang lalu

Segelas Latte 3,8 Sen, Gemini 3.1 Gandeng GPT-5.5 Bangkrutkan Kafe, Habiskan 21 Juta dalam 2 Bulan

marsbit2j yang lalu

Tanpa Utang dan Pengenceran dengan Bunga Tinggi, Mengapa Perusahaan Bendahara Bitcoin Gencar Menerbitkan Pembiayaan Saham Preferen?

Artikel ini membahas pertumbuhan pesat pasar saham preferen yang didukung Bitcoin, yang telah mencapai sekitar $13 miliar dalam waktu kurang dari dua tahun, dipimpin oleh perusahaan seperti Strategy dan Strive. Laporan penelitian dari BitcoinTreasuries.net dan Apyx memperkirakan pangsa pasar ini dapat meningkat menjadi 3-5% dari pasar saham preferen global senilai $1,3 triliun pada tahun 2030. Saham preferen menawarkan solusi bagi perusahaan yang memegang Bitcoin sebagai aset kas untuk mengumpulkan modal tanpa mengencerkan kepemilikan saham biasa atau mengambil utang. Mereka memberikan hasil tinggi (antara 10,8% hingga 15,2%), menarik bagi investor yang menginginkan pendapatan, sambil mengubah volatilitas Bitcoin menjadi produk pendapatan yang stabil. Permintaan dari lembaga pendapatan tetap jauh melebihi penawaran, yang dibatasi oleh jumlah Bitcoin yang tersedia sebagai jaminan. Laporan menekankan keamanan instrumen ini, dengan rasio cakupan jaminan 3,8 hingga 4,5 kali, menganggapnya lebih aman daripada banyak obligasi tradisional. Risiko utama bersifat struktural, terkait dengan volatilitas harga Bitcoin yang diperkuat pada saham biasa perusahaan penerbit seperti Strategy (MSTR). Namun, para eksekutif menyatakan keyakinan pada ketahanan neraca mereka. Saat ini, pasar dideskripsikan berada dalam momen "0 ke 1", dengan permintaan melebihi kapasitas penerbitan.

Foresight News3j yang lalu

Tanpa Utang dan Pengenceran dengan Bunga Tinggi, Mengapa Perusahaan Bendahara Bitcoin Gencar Menerbitkan Pembiayaan Saham Preferen?

Foresight News3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片