Betting in the Metaverse: Are Virtual Worlds the Next Crypto Casino?

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-13Terakhir diperbarui pada 2025-07-13

Key Takeaways
  • Metaverse platforms like Decentraland and Bitcoin.com Casino are blending immersive virtual worlds with crypto betting.
  • Crypto casinos have seen explosive growth, generating over $81 billion in gross gaming revenue in 2024.
  • Governments and regulatory bodies are struggling to keep pace with the fast-evolving landscape of crypto casinos.

Virtual gambling is transforming significantly as more users explore crypto casinos in immersive, blockchain-powered metaverse platforms.

In line with the growing trend, popular online casino Bitcoin.com recently announced a metaverse-style multiplayer crash game designed for “the competitive crypto generation.”

As metaverse platforms like Decentraland, The Sandbox, and Roblox-inspired offshoots grow in popularity, a niche of these virtual worlds is steadily expanding with crypto betting.

Crypto Betting on the Rise

In 2024, the Financial Times reported that crypto casinos generated over $81 billion in gross gaming revenue, citing data from the anti-online crime platform Yield Sec.

The data shows that annual revenue for crypto casinos has increased fivefold since 2022.

This explosive growth signals that crypto gambling is moving from a niche market toward becoming a mainstream segment of the global gaming economy.

One standout performer is Stake, a leading crypto betting platform that reported $4.7 billion in gross gaming revenue last year—an 80% increase since 2022.

Stake has heavily invested in sponsorships and influencer marketing, partnering with high-profile celebrities such as Drake and Adin Ross.

Its revenue places Stake alongside traditional industry giants like Entain, which owns brands such as Ladbrokes and PartyCasino, which reported $5 billion in 2024.

Metaverse Crypto Casinos

As crypto casinos continue to gain traction, the metaverse, despite uneven development, is beginning to claim a share of the market.

While interest in virtual worlds has fluctuated recently, some platforms are gaining momentum by integrating gambling experiences.

These metaverse casinos combine immersive environments with crypto-based betting, allowing users to interact as avatars, play casino games, and wager digital currencies in real time.

Bitcoin.com Casino recently launched a “full-scale metaverse-style experience” targeted at crypto-native players.

The platform’s Bitcoin Arena, a multiplayer crash game with 3D graphics, presents itself as a skill-based experience, more similar to a video game than a traditional casino.

Bitcoin.com Casino says it has been built for “gamblers who resonate with Web3 world innovations.”

Similarly, Decentral Games has attracted a large user base through its interactive casino venues inside Decentraland, a decentralized virtual world on Ethereum.

Users enter these venues as avatars and interact with others in real time, similar to popular online platforms such as Roblox and Meta’s Horizon Worlds.

Players can chat, join live events, and attend virtual DJ-hosted parties while playing real-money poker, blackjack, roulette, backgammon, and slots.

Regulatory Scrutiny

Despite gambling sites being blocked or heavily regulated in major markets such as the U.S., China, the U.K., and the E.U., governments are struggling to keep pace with the rapid evolution of crypto casinos, especially those operating within metaverse environments.

In the U.S., the regulatory landscape for online gambling is complex and fragmented, with individual states setting their own rules.

However, federal agencies like the Commodity Futures Trading Commission (CFTC) and the Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) have increasingly focused on crypto and NFT-based platforms.

Both agencies are monitoring the intersection of DeFi and crypto, recognizing that many metaverse casinos blur traditional definitions of gambling and money transmission.

This scrutiny suggests enforcement actions targeting potentially unlicensed metaverse casinos could intensify in the near future.

Meanwhile, in China, strict bans on online gambling remain in place, but users continue accessing offshore platforms through VPNs and decentralized protocols.

The U.K. and EU have also tightened regulations around online betting, imposing stringent licensing requirements and consumer protections. Many casinos have avoided crypto out of concern for noncompliance.

As a result, many U.K. players use VPNs to access offshore sites where protections are far weaker.

Potential For Hacks

Looking ahead, the integration of crypto gambling within metaverse platforms presents both exciting opportunities and significant challenges.

The immersive nature of these environments offers unprecedented social interaction and engagement, potentially attracting a new generation of gamblers who value digital ownership and decentralized finance.

However, this rapid innovation also raises concerns about the potential for hackers and scammers, especially in areas with low regulation.

In November, online casino platform MetaWin was pillaged for $4 million in funds by a hacker who managed to infiltrate the platform through an exploit.

The leading giant Stake even suffered a major attack in September 2023, which led to a whopping $41 million loss. The FBI placed blame on the infamous North Korean cybercrime gang, Lazarus Group.

It could be argued that crypto casinos that venture into the metaverse may be placed at an even higher level of threat due to the increasing number of potential entry points for hackers.

A metaverse casino not only relies on blockchain, digital wallets, and smart contracts, they also require 3D graphics, real-time multiplayer interactions, and more.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

1600 Baris Kode Menciptakan Manhattan Bawah Air, Fable 5 Bikin Karpathy Terpana

Fable 5, model AI baru yang baru saja diluncurkan ulang, memukau komunitas teknologi dengan kemampuannya menghasilkan dunia 3D yang kaya dan interaktif hanya dari deskripsi teks. Andrej Karpathy dari Anthropic menyebutnya sebagai "fablemaxxing" tingkat tinggi setelah menyaksikan video demonstrasi oleh Peter Gostev dari Arena.ai. Dalam video tersebut, Gostev menunjukkan 63 dunia 3D yang dihasilkan Fable 5, sebagian besar langsung berhasil dalam sekali percobaan. Dunia-dunia ini mencakup enam tema: kota raksasa (seperti Manhattan bawah air yang dibuat hanya dengan 1.600 baris kode), adegan interaktif (seperti parkour dan simulator penerbangan), lukisan dunia yang bisa dijelajahi (seperti "Starry Night" van Gogh), perspektif unik (dari sudut pandang semut), keajaiban alam, serta elemen dan alam semesta. Kemampuan Fable 5 untuk secara koheren mengelola sejumlah besar elemen dalam satu adegan dan "membuka" karya seni 2D menjadi dunia 3D yang dapat dinavigasi sangat mengejutkan. Meskipun demikian, Gostev mengakui bahwa model ini masih memiliki kelemahan dalam menciptakan gameplay yang menarik untuk waktu lama dan terkadang tampak "malas", perlu didorong untuk menggunakan kemampuannya secara maksimal. Pencapaian Fable 5, yang juga memuncaki peringkat Arena.ai, menimbulkan pertanyaan mendalam tentang sejauh mana pemahaman AI tentang dunia dan kemampuannya menerjemahkan pemahaman itu ke dalam kode dan simulasi. Baik Karpathy maupun Gostev percaya bahwa eksplorasi batas kemampuan model semacam ini baru saja dimulai.

marsbit2m yang lalu

1600 Baris Kode Menciptakan Manhattan Bawah Air, Fable 5 Bikin Karpathy Terpana

marsbit2m yang lalu

Bitcoin Melonjak Kembali ke $64.000, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Turun Drastis?

Bitcoin memantul ke level US$64.000 didorong oleh penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga dari Federal Reserve. Setelah sempat merosot tajam, pemulihan ini dipicu oleh data lapangan kerja AS bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan, dengan hanya 57.000 penambahan pekerjaan baru. Data upah yang tetap kuat (kenaikan 3,5% tahun-ke-tahun) menjadi perhatian, namun pasar menafsirkan laporan secara keseluruhan sebagai sinyal potensi pelonggaran kebijakan moneter. Analis memprediksi data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni, yang dirilis 14 Juli, akan menjadi titik kunci. Penurunan harga bensin diperkirakan dapat menekan inflasi, sehingga memungkinkan Fed mempertahankan suku bunga dan tidak menaikkannya. Pernyataan dari Ketua Fed Kevin Warsh yang dianggap lebih lunak di konferensi bank sentral global turut mengurangi taruhan pasar pada pengencangan moneter. Sentimen pasar membaik karena biaya pinjaman yang lebih rendah diharapkan meningkatkan likuiditas dan mendukung aset berisiko seperti bitcoin. Beberapa investor mulai membangun posisi pada perdagangan "penurunan nilai dolar" yang mencakup emas dan kripto, mengantisipasi pergeseran kebijakan Fed di paruh kedua tahun ini. Namun, masa depan bitcoin tetap sangat bergantung pada tiga variabel: aliran dana ETF institusional, perkembangan geopolitik, dan yang terpenting, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Fed.

Foresight News48m yang lalu

Bitcoin Melonjak Kembali ke $64.000, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Turun Drastis?

Foresight News48m yang lalu

Perubahan Sepuluh Tahun: Jalan Menuju Kepunahan Startup Kripto

**Perjalanan Satu Dekade: Transformasi Ekosistem Startup Kripto dari Masa Inovasi Bebas Menuju Era Kendala Regulasi dan Konsolidasi** Era awal industri kripto (sekitar 2017-2018) ditandai dengan kemudahan memulai bisnis: modal rendah, regulasi minimal, dan kemunculan ICO yang memungkinkan tim kecil dengan ide bagus mengumpulkan dana dari publik secara langsung. Inovasi tumbuh subur, meski banyak proyek akhirnya gagal atau curang. Kini, pada tahun 2026, realitanya berubah total. Startup yang ingin beroperasi secara legal di pasar seperti AS, UE, atau Asia harus menghadapi biaya kepatuhan yang sangat tinggi (hingga jutaan dolar), persyaratan modal minimum, dan proses perizinan yang rumit dan panjang seperti BitLicense atau MiCA. Perubahan ini didorong oleh peristiwa seperti runtuhnya Terra dan FTX, yang mengubah pola pikir regulator dan investor ventura. Aliran modal ventura kini lebih terkonsentrasi pada perusahaan matang (putaran lanjutan/C+) dan infrastruktur inti seperti bursa dan layanan kelembagaan, sementara pendanaan untuk startup tahap awal (seed) menyusut drastis. Akibatnya, inovasi teknologi saja tidak lagi cukup. Kunci sukses kini terletak pada akses ke saluran distribusi, lisensi, kemitraan perbankan, dan kepercayaan institusional—aset yang lebih mudah diperoleh melalui akuisisi ("akuisisi jembatan") daripada dibangun dari nol. Contohnya adalah akuisisi Deribit oleh Coinbase untuk mendapatkan lisensi dan basis klien institusionalnya. Industri menjadi lebih stabil dan menarik bagi investor institusi, tetapi mengorbankan kemampuan pendatang baru tanpa sumber daya besar untuk berinovasi secara bebas. Industri kripto, yang lahir untuk mendemokratisasi keuangan, kini mengikuti kurva kematangan industri tradisional: konsolidasi, hambatan masuk tinggi, dan dominasi oleh pemain mapan yang memiliki sumber daya untuk memenuhi tuntutan regulasi yang ketat. Pertanyaan besarnya adalah apakah masih ada ruang bagi inovator tanpa dukungan besar untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

Foresight News1j yang lalu

Perubahan Sepuluh Tahun: Jalan Menuju Kepunahan Startup Kripto

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片