稳定币巨头Tether瑞士囤金80吨,“比货币更安全”!

金十数据Dipublikasikan tanggal 2025-07-10Terakhir diperbarui pada 2025-07-10

全球最大稳定币的发行公司Tether Holdings SA,据悉在瑞士拥有自己的金库,用来存储价值80亿美元的黄金储备,并计划进一步增加数量。

这家总部位于萨尔瓦多的加密公司目前持有近80吨黄金,绝大部分由Tether公司直接拥有,使其成为全球除银行和国家以外最大的黄金持有者之一。根据该公司3月发布的最新报告,贵金属占公司储备的近5%。

Tether的黄金储备与瑞银集团持有的贵金属和其他商品的总价值相当,后者是为数不多的几家在季度财报中披露此类信息的大型黄金交易银行之一。

Tether首席执行官Paolo Ardoino在一次采访中表示:“我们有自己的金库。我相信这是世界上最安全的金库。” 该设施位于瑞士,但出于安全原因,公司拒绝透露具体位置或金库的建立时间。Ardoino还表示:

“我认为黄金应该比任何国家货币更安全。所以我认为,如果人们开始担心美国债务的潜在增加,他们可能会考虑替代方案。”

Ardoino说:“每一个金砖国家的中央银行都在购买黄金,这就是为什么我们认为黄金价格上涨的原因。”

Tether是稳定币USDT的发行商,USDT旨在保持与美元的1:1价值比,目前流通量为1590亿美元。公司通过发行代币换取美元,并通过投资美国国债等资产赚取收益。

上个月,稳定币的总供应量首次突破2500亿美元。根据DeFiLlama的数据,截至7月9日,稳定币的总市值已达2553亿美元,过去七天内增加了18.71亿美元。其中,USDT占据了其中超过62%的份额,紧随其后的竞争对手Circle的USDC占约24%,剩下的267种稳定币则共享剩余的14%。

稳定币的爆炸性增长引发了监管机构和执法机构的关注,Tether因其规模以及过去关于其储备状况的疑虑而尤其引人注目。主要担忧之一是,随着稳定币的流行,它们可能会允许大量资金在不经过正式银行体系的情况下流动。

新的稳定币监管立法通常避免将黄金和其他替代资产作为数字美元的合适支撑。去年欧盟出台的规则以及美国提出的立法,仅允许现金和类似现金的资产(如短期政府债券)来支撑与法定货币挂钩的稳定币。

根据此类规则,Tether如果希望在这些市场获得授权,必须出售其用来支持USDT的黄金。

除了USDT外,该公司还发行了一种黄金支持的代币XAUT,每个代币由一盎司黄金支持。代币可以兑换为实物黄金,直接在瑞士领取。公司已发行相当于7.7吨黄金或8.19亿美元的代币,但与流动性更强的黄金支持的交易所交易基金相比,这一规模仍然较小,后者最大基金持有近950吨黄金。

Ardoino表示,决定拥有自己的金库,而不是支付贵金属行业常用的金库运营商费用,主要是出于成本考虑。他补充道:

“如果Tether的黄金代币发行量增长到1000亿美元,那可是一大笔钱,支付50个基点的费用就很贵。如果你有自己的金库,随着规模的扩大,保管费用最终会变得更便宜。”

今年黄金价格上涨了大约25%,投资者购买黄金作为避险资产,以对冲地缘政治紧张局势和日益扩大的贸易战争。来自中央银行和主权机构的强劲需求也支撑了黄金价格。

Bacaan Terkait

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片