MyStonks获美国 MSB牌照,合规征途开启新篇章

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2025-07-09Terakhir diperbarui pada 2025-07-09

Abstrak

MyStonks是一家专注于美股资产代币化的去中心化交易平台,致力于通过区块链技术将美国主流股票及ETF资产进行代币化,为全球投资者提供公平、透明、链上可验证的数字证券交易服务。

去中心化美股代币交易平台 MyStonks 正式宣布,平台已获得美国财政部金融犯罪执法网络(FinCEN)颁发的 MSB(Money Services Business)牌照,取得了在美国及其海外属地的合规运营资格。这一消息不仅成为近期国际数字证券行业的焦点,也标志着 MyStonks 在全球合规布局和国际化发展道路上迈出了坚实一步。此次获批 MSB 牌照,意味着 MyStonks 能够在美国境内及海外属地合法开展相关金融服务,为全球用户提供安全、透明的数字证券交易环境。

MyStonks 是一家专注于美股资产代币化的去中心化交易平台,致力于通过区块链技术将美国主流股票及 ETF 资产进行代币化,为全球投资者提供公平、透明、链上可验证的数字证券交易服务。平台以降低投资门槛、提升资产流动性为目标,所有交易数据均在区块链上公开可查,极大增强了用户信任。

MyStonks 服务全球用户,支持多币种结算,覆盖美股、ETF 等多元化资产类别,并持续推出美股现货代币、ETF 代币及基于美股市场的衍生品交易,满足不同投资者的需求。平台与全球知名托管机构合作,确保链上代币 1: 1 真实资产托管,保障用户资产安全。截至目前,MyStonks 平台注册用户已突破 1 万,已上线 150 只主流美股及 ETF 现货代币,未来还将不断扩展产品线,推动更多传统金融资产上链。

MyStonks获美国 MSB牌照,合规征途开启新篇章

美国 MSB 牌照权威性和门槛极高

美国 MSB(Money Services Business)牌照由财政部下属的金融犯罪执法网络(FinCEN)统一监管,是美国金融服务行业极具含金量的联邦级合规资质。该牌照适用于全美及海外属地,权威性极高,是企业希望在美国境内开展货币兑换、资金转移、支付结算、虚拟货币等相关业务的法定前提。

申请 MSB 牌照的企业需严格遵守《银行保密法》(BSA)等联邦法规,建立完善的反洗钱和反恐怖融资合规体系,指定专职合规官,定期开展员工培训,并接受独立第三方审计,门槛极高。持牌企业还需定期向 FinCEN 报备运营情况,重大事项变更需重新申报,并长期接受监管部门的合规检查。

MSB 牌照不仅在美国市场具有极高认可度,也是企业拓展国际业务、对接全球金融体系的重要资质。多数银行和支付机构仅与持有 MSB 牌照的企业合作,持牌企业更易开设企业账户、对接主流支付通道。获得 MSB 牌照意味着企业已通过美国严格的金融合规审查,有助于吸引投资者、合作伙伴及全球用户的信任。

获得 MSB 牌照的意义

MyStonks 成功获得美国 MSB 牌照,带来了多重深远意义。首先,平台合规性和安全性全面提升,建立起符合美国联邦法规的合规体系,包括反洗钱、反恐怖融资、客户身份识别和风险控制等多项机制。平台将定期接受监管部门审计,确保业务流程合规透明,为全球用户提供更加安全、可靠的数字证券交易环境。

其次,MSB 牌照为 MyStonks 在美国及海外属地合法运营提供了坚实基础,也为平台未来拓展欧洲、亚太等国际市场奠定了合规根基。平台将以美国市场为起点,逐步申请英国 FCA、欧盟 MiCA、香港 VASP、新加坡 MAS 等国际主流金融牌照,构建全球合规网络布局。

此外,获得 MSB 牌照极大提升了 MyStonks 在国际数字资产行业的品牌影响力和公信力,未来将更容易获得银行、支付机构、合作伙伴等金融基础设施的支持,为用户提供更丰富的金融服务。平台也将积极参与国际行业协会与标准组织,助力行业标准制定,引领数字证券和资产代币化领域的创新与规范。

合规发展是核心战略

合规始终是 MyStonks 发展的核心战略。此次 MyStonks 获得美国 FinCEN MSB 牌照,是平台全球化征程中的重要里程碑。未来,MyStonks 将以此为起点,持续加大合规投入,积极拓展全球主流金融市场资质,推动传统金融资产与Web3生态的深度融合。平台将通过合规与创新的双轮驱动,为全球用户带来更安全、透明、高效的数字证券投资体验,助力数字经济健康可持续发展。

Bacaan Terkait

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

**Ringkasan: Arbitrase Judul Pekerjaan di Era AI** Artikel ini membahas pentingnya penamaan atau "judul" (title) pekerjaan sebagai strategi dalam merebut talenta dan membentuk persepsi di era AI, yang disebut sebagai "title arbitrage". Konsep ini diilustrasikan dengan contoh **FDE (Forward-Deployed Engineer)** yang dipopulerkan Palantir. Alih-alih disebut sebagai "insinyur implementasi" atau "dukungan pelanggan", FDE mendefinisikan ulang pekerjaan teknis di lokasi klien sebagai peran inti yang kompleks dan bernilai tinggi, menarik talenta rekayasa yang juga mahir menghadapi klien. Judul pekerjaan adalah **bahasa organisasi**. Perubahannya (misalnya dari "programmer" ke "software engineer", atau "clerk" ke "data scientist") mencerminkan pergeseran nilai strategis suatu kemampuan dalam bisnis. Penamaan yang tepat mengakui dan memberi legitimasi pada kemampuan baru. Di era AI, transformasi bukan hanya tentang alat yang lebih pintar, tetapi tentang kemunculan **individu berpengaruh baru** dalam organisasi—mereka yang mahir menggunakan AI, mengotomatisasi alur kerja, dan menerjemahkan masalah kompleks menjadi sistem. Judul baru seperti **Legal Engineer** atau **GTM Engineer** membantu mengidentifikasi, memberi wewenang, dan mempertahankan talenta semacam ini. Bagi startup AI, menciptakan dan mempopulerkan judul pekerjaan baru untuk peran yang lahir dari produk mereka adalah strategi. Ini membantu klien dalam mobilisasi internal dan membangun asosiasi kuat antara perusahaan dengan kemampuan spesifik tersebut. Kesimpulannya, dalam dunia perangkat lunak AI di mana batas antara produk dan layanan kabur, kemampuan untuk mendefinisikan, menamai, dan mengorganisir peran baru—terutama yang menjembatani produk dengan masalah nyata klien—dapat menjadi pembeda kompetitif dan dasar bagi keunggulan yang berkelanjutan.

marsbit46m yang lalu

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

marsbit46m yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

**Laporan Keuangan Pertama Cerebras (CBRS): Pendapatan Naik 2x, Tapi Panduan Margin Kasar Turun Drastis** Cerebras Systems (CBRS) melaporkan laporan kuartal pertama setelah IPO. Pendapatan inti Q1 mencapai $191.3 juta, naik 92% (y/y) dan melampaui ekspektasi pasar. Namun, panduan margin kotor inti untuk Q2 turun drastis dari 46.5% menjadi kisaran 36%-38%, menyebabkan saham anjlok >10% setelah jam perdagangan. **Poin Kunci:** 1. **Pertumbuhan & Panduan Kuat:** Panduan pendapatan inti tahunan $855-$865 juta (naik 69%) lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Pendapatan layanan cloud melonjak 178%. 2. **Transformasi Model Bisnis:** CBRS beralih dari "menjual chip" ke "menjual daya komputasi" (cloud). Untuk memenuhi kontrak komputasi inferensi besar dengan OpenAI (>$20 miliar) dan AWS, perusahaan lebih banyak menempatkan perangkat keras ke cloud miliknya sendiri, yang sementara mengurangi margin. 3. **Tantangan:** Konsentrasi pelanggan masih tinggi (86% pendapatan dari dua entitas terkait UEA). Realisasi pendapatan penuh dari kontrak OpenAI dan AWS membutuhkan waktu (2026/2027). Valuasi tetap tinggi (~50x P/S berdasarkan panduan 2026). 4. **Logika Bull vs Bear:** Para **bull** percaya keunggulan kecepatan chip Cerebras untuk inferensi AI akan merebut pangsa pasar, didukung kontrak besar. Para **bear** meragukan keunggulan tersebut bisa bertahan, khawatir dengan margin yang lebih rendah dari model cloud, konsentrasi pelanggan, dan risiko pelepasan saham insider jika kapitalisasi pasar tetap di atas $40 miliar.

marsbit46m yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

marsbit46m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit1j yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片