New Zealand is the Latest Country To Ban Crypto ATMs in Anti-Money Laundering Push

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-09Terakhir diperbarui pada 2025-07-09

Key Takeaways
  • The government of New Zealand plans to ban crypto ATMs.
  • The proposal is part of a new anti-money laundering package.
  • New Zealand follows in the footsteps of countries including the U.K. and Singapore

Critics and proponents of crypto ATMs have long been divided over their pros and cons, leading to divergent legal treatment in different jurisdictions.

However, in New Zealand, the critics have scored a crucial victory, as the government plans to ban crypto ATMs amid a major anti-money laundering and counter-terrorism financing (AML/CFT) push.

New Zealand’s AML Overhaul

In a statement on Wednesday, July 9, Associate Justice Minister Nicole McKee announced proposals to overhaul New Zealand’s AML/CFT regime.

She said the government has agreed to introduce a bill to strengthen enforcement powers for law enforcement and regulators.

The new approach will update the country’s supervisory regime to “deliver more clarity and consistency for businesses while maintaining a strong focus on preventing criminal misuse of the financial system.”

Other measures in the bill will include a $5,000 upper limit on international cash transfers and a ban on crypto ATMs, which can currently be found in many locations across New Zealand.

Operators serving the New Zealand market include Localcoin and CoinFlip, whose machines offer BTC buying and selling services, as well as support for other cryptocurrencies.

Money Laundering and Fraud Risks

At the intersection of two crucial components of modern money laundering systems, ATMs that facilitate swaps between cash and crypto pose a considerable risk of misuse.

Efforts to prevent crypto ATMs from being used for illicit purposes include enforcing registration and identification, which New Zealand has already done. Nonetheless, research suggests they remain a major vulnerability in the global AML/CFT armor.

For instance, TRM Labs found that in 2023, illicit transactions accounted for 1.2% of all cash-to-crypto volume, double the figure for the overall crypto ecosystem.

Money laundering concerns aren’t the only factor behind efforts to ban crypto ATMs.

Meanwhile, countries with the most Bitcoin ATMs have also seen a rise in crypto scams, with fraudsters often directing victims to use them to deposit cash.

In June, the city of Spokane, Washington, cited such incidents in its decision to ban cryptocurrency ATMs amid a surge in scams targeting vulnerable residents.

Which Countries Have Banned Crypto ATMs?

With the government’s latest proposal, New Zealand joins a growing list of jurisdictions that have prohibited crypto ATMs.

United Kingdom

In March 2022, the Financial Conduct Authority (FCA) declared all crypto ATMs illegal, citing non-compliance with registration and anti‑money laundering rules.

Singapore

The Monetary Authority of Singapore placed a moratorium on crypto ATMs in 2022, as part of a wider crackdown on the unregulated crypto sector.

Countries With General Crypto Bans

China maintains an outright ban on most cryptocurrency transactions, effectively prohibiting all Bitcoin ATM operations since September 2021. Similar restrictions are in place in Algeria, Bangladesh, Egypt, Iraq, Morocco, Nepal, Qatar and Tunisia.

Was this Article helpful? Yes No

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit4j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli PUSH

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Push Protocol (PUSH) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Push Protocol (PUSH) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Push Protocol (PUSH) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Push Protocol (PUSH) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Push Protocol (PUSH)Lakukan trading Push Protocol (PUSH) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

345 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli PUSH

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga PUSH (PUSH) disajikan di bawah ini.

活动图片