韩媒聚焦Web3信任重塑,CertiK首席商务官倡导动态安全新范式

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2025-06-30Terakhir diperbarui pada 2025-06-30

Abstrak

6月19日,韩国知名科技媒体Korea IT Times重点报道了CertiK首席商务官Jason Jiang在Proof of Talk 2025大会上的主题演讲,聚焦其关于建立Web3信任的系统性洞察。

6 月 19 日,韩国知名科技媒体 Korea IT Times 重点报道了 CertiK 首席商务官 Jason Jiang 在 Proof of Talk 2025 大会上的主题演讲,聚焦其关于建立Web3信任的系统性洞察。Jason Jiang 指出,静态审计虽不可或缺,但远不足以支撑Web3所需的信任体系。“已审计绝不等同于安全”,真正的信任应建立在代码、行为、文化与合规的综合机制之上。

韩媒聚焦Web3信任重塑,CertiK首席商务官倡导动态安全新范式

Jason Jiang 表示,CertiK 正在推行动态的“安全即服务”模式,通过链上审计认证、实时安全监控与风险评分、AI 辅助审计等手段,持续推进安全基础设施建设。以 Skynet 为代表的技术产品,正在重塑行业对“信任”的标准。

Korea IT Times 认为,这种动态模式正是赢得用户与行业信赖的关键。CertiK 的前瞻性战略展示了如何通过主动和适应性强的安全方案,切实应对Web3安全挑战,推动行业迈向安全可信的未来。

以下为报道全文:

在去中心化体系中重塑信任:CertiK 首席商务官 Jason Jiang 在 Proof of Talk 2025 的深刻洞见

韩媒聚焦Web3信任重塑,CertiK首席商务官倡导动态安全新范式

在瞬息万变的Web3世界中,如何在链上建立信任,正成为一个核心议题。尤其是在上个月加密行业损失超过 3.64 亿美元的背景下,信任问题更显紧迫。在区块链行业不断探索新路径的过程中,CertiK 凭借其在区块链安全领域的专业能力,走在了应对这些挑战的最前沿。在 Proof of Talk 2025 大会上,CertiK 首席商务官 Jason Jiang 发表主题演讲,围绕“如何在Web3中建立信任”这一核心问题,提出了一系列引人深思的观点。

Jason Jiang 首先阐述了Web3安全的固有挑战,以及传统静态审计的局限。他强调:“正如 CertiK 一直倡导的,静态代码验证,即便标准再高,也只是安全模型中的一环。它是必要的,但远不足以构建真正的信任。许多风险恰恰是在审计之后才暴露出来。”他的这番话揭示了当前区块链安全体系日益增长的复杂性:可升级合约、治理机制的偏离、外部账户控制等因素,都会引发新的安全隐患。正如他所言:“已审计绝不等同于安全。”

他认为,Web3行业的变化速度前所未有。“在加密世界,一年的变化堪比传统行业的八年。”他指出,真正的信任不仅建立在时间的沉淀之上,更需要系统性的机制保障。“Web3中的信任,不只是代码本身,而是代码、行为、文化与合规的综合体。”他特别提到漏洞赏金计划的重要性,认为项目方应投入资源建立透明问责机制,同时在发生安全事件后及时发布详尽的复盘报告。

CertiK 正在推动一场信任机制的范式转变。Jason Jiang 在演讲中明确指出,CertiK 正将安全从静态的“审计即安全”模式,转向动态的“安全即服务”模式。他表示:“我们正在推动从传统的静态审计走向动态的安全运营。这包括推动链上审计认证、引入实时安全监控与风险评分、持续验证机制,以及 AI 辅助审计的技术演进。”

这一理念通过 Skynet 等实时监测与风险评分工具,以及 AI 辅助分析等产品落地,标志着 CertiK 在构建整体安全基础设施方面的持续投入。这种安全架构不仅为Web3项目提供坚实的技术保障,也正在重塑行业对于“信任”的标准。

透过 Jason Jiang 的分享可以看出,要在去中心化体系中建立真正的信任,必须采取全方位的策略:持续的安全评估、透明的行为准则、以及持续改进的文化。这种动态的方法,正是赢得用户与行业信赖的关键,也为构建更安全、更可信的Web3生态系统铺平了道路。随着行业迈入新阶段,CertiK 的前瞻性战略展示了如何通过主动和适应性强的安全方案,切实应对Web3安全挑战,推动行业向更加安全可信的未来迈进。

Bacaan Terkait

David Villa Resmi Ditunjuk Sebagai Duta Merek BitradeX

Demam Piala Dunia 2026 sedang melanda dunia. Pada momen ketika perhatian global terfokus pada ajang sepak bola ini, BitradeX secara resmi mengumumkan bahwa David Villa (David Villa), legenda penyerang Spanyol dan anggota juara Piala Dunia 2010, telah diangkat sebagai duta merek global BitradeX. Di masa depan, kedua belah pihak akan melakukan kolaborasi mendalam di berbagai bidang seperti pembangunan merek, promosi pasar global, perluasan pengaruh komunitas, dan kerja sama strategis globalisasi untuk bersama-sama mendorong peningkatan lebih lanjut pengaruh merek global BitradeX. Sebagai salah satu pemain paling representatif dari era keemasan sepak bola Spanyol, David Villa pernah memenangkan Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 bersama tim nasional Spanyol, dan dengan 59 gol untuk negaranya, ia lama memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk tim nasional Spanyol. Ia bukan hanya salah satu legenda penyerang paling berpengaruh di dunia sepak bola, tetapi juga perwakilan penting dari semangat juang dan nilai-nilai long-termism. Bagi BitradeX, memilih duta merek tidak hanya tentang memilih seorang bintang olahraga dengan ketenaran global. Yang benar-benar penting adalah apakah kedua belah pihak memiliki nilai dan prinsip yang sama. Karier David Villa selalu diwarnai oleh keyakinan yang sama: ketekunan, fokus, terobosan, dan pencarian tanpa henti untuk keunggulan. Semangat juang dan long-termism ini juga sejalan dengan filosofi pengembangan yang dipegang teguh oleh BitradeX. Sebagai platform ekosistem aset digital berbasis AI global, BitradeX terus menyempurnakan tata letak ekosistemnya yang berpusat pada nilai pengguna, secara bertahap membentuk sistem ekosistem yang mencakup inti seperti AiBot, BXC Ecosystem, BTX Card, dan secara mantap memajukan strategi pengembangan globalisasi. Bergabungnya David Villa akan semakin meningkatkan kesadaran dan pengaruh merek BitradeX di pasar internasional. Kerja sama ini bukan hanya sebuah kolaborasi di tingkat merek, tetapi juga bagian penting dari strategi globalisasi BitradeX. Di masa depan, BitradeX akan terus didorong oleh inovasi, berfokus pada nilai pengguna, dan bersama-sama dengan pengguna global menyambut peluang baru di era digital.

链捕手38m yang lalu

David Villa Resmi Ditunjuk Sebagai Duta Merek BitradeX

链捕手38m yang lalu

STRC Jatuh di Bawah Nilai Nominal, Eksperimen Perbendaharaan Bitcoin Masuk ke Babak Kedua

STRC, saham preferen berdividen yang diterbitkan oleh Strategy, jatuh di bawah nilai nominal $100, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai model 'perusahaan perbendaharaan Bitcoin' yang diadopsi perusahaan tersebut. Inti dari model Strategy adalah mengubah saham perusahaan menjadi eksposur Bitcoin, lalu menggunakan kepemilikan BTC sebagai dasar kredit untuk menerbitkan lebih banyak sekuritas (seperti saham biasa, obligasi konversi, dan saham preferen seperti STRC), dan akhirnya mengemas aset yang tidak menghasilkan arus kas (BTC) menjadi sekuritas yang membayar dividen tunai. STRC yang jatuh di bawah nilai nominal menunjukkan tekanan telah merambat dari fluktuasi harga aset ke harga instrumen pendanaan. Ketegangan utamanya terletak pada aset yang sangat fluktuatif tanpa arus kas di satu sisi, dan kewajiban yang memerlukan pengeluaran tunai berkelanjutan di sisi lain. Kerugian belum terealisasi pada portofolio BTC Strategy tidak secara langsung menyebabkan krisis likuiditas. Yang lebih kritis adalah kesenjangan arus kas: kewajiban dividen tahunan untuk saham preferen telah mencapai sekitar $1,7 miliar, jauh melampaui pendapatan dari bisnis perangkat lunak inti perusahaan. Perusahaan bergantung pada akses pasar modal untuk mendanai dividen ini dan pembelian BTC lebih lanjut. Penurunan STRC menyoroti tiga biaya yang semakin meningkat bagi Strategy: 1) **Biaya Dividen**: yield yang lebih tinggi untuk menarik investor meningkatkan beban tunai masa depan. 2) **Biaya Dilusi**: Menerbitkan lebih banyak saham biasa (MSTR) untuk mendanai dapat mengencerkan nilai per saham bagi pemegang saham lama. 3) **Biaya Pelepasan Aset**: Menjual BTC untuk likuiditas akan merusak narasi 'hold' jangka panjang dan kepercayaan investor. Dampak pada pasar crypto bisa signifikan. Strategy telah menjadi pembeli marjinal yang stabil dan dapat diprediksi untuk BTC. Jika kemampuan pendanaannya terhambat, pembelian ini akan melambat, menghilangkan salah satu narasi pendukung kunci pasar. Selain itu, jika pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan model ini, penilaian perusahaan sejenis mungkin ditinjau ulang, bergeser dari premium eksposur BTC menjadi analisis manajemen neraca yang lebih ketat. Kesimpulannya, jatuhnya STRC bukanlah akhir dari model Strategy, melainkan titik balik. Ini mengingatkan pasar bahwa keberhasilan model 'perusahaan perbendaharaan Bitcoin' tidak hanya bergantung pada harga BTC, tetapi juga pada akses jendela pendanaan yang berkelanjutan, biaya struktur modal, dan kepercayaan investor yang berkelanjutan terhadap keseluruhan konstruksi finansial ini.

marsbit51m yang lalu

STRC Jatuh di Bawah Nilai Nominal, Eksperimen Perbendaharaan Bitcoin Masuk ke Babak Kedua

marsbit51m yang lalu

Standard Chartered Lagi-lagi Menyanyikan 'Mimpi Gila' 50 Kali, Membuat 'Kue Kosong' untuk AAVE dengan Target Rp 3.500 (sekitar $3,500)

Penulis: Jae, PANews Bank Standard Chartered kembali membuat pernyataan mengejutkan di industri crypto, dengan memperkirakan token AAVE berpotensi melonjak 50 kali lipat menjadi $3.500 pada akhir 2030. Laporan mereka berfokus pada narasi makro seperti pertumbuhan besar DeFi TVL menuju $2,7 triliun dan gelombang tokenisasi aset dunia nyata (RWA), yang diyakini akan mendorong pendapatan protokol Aave. Analisis inti bank tersebut adalah: skala deposit menentukan kapasitas pinjaman, yang kemudian mendorong pendapatan biaya, dan akhirnya mengubahnya menjadi kapitalisasi pasar token. Aave, dengan arus kas yang sehat dan program pembelian kembali/burning token, dipandang sebagai aset yang didorong oleh arus kas dan saat ini dinilai terlalu rendah. Laporan terbaru dari Grayscale juga mendukung pandangan ini. Pada tingkat mikro, Aave mendominasi pasar dengan keuntungan bersih. Data menunjukkan Aave menghasilkan sekitar 80,7% dari total laba yang dipertahankan ("Earnings") di sektor peminjaman, meskipun hanya memiliki sekitar setengah dari total TVL sektor. Arsitektur teknis baru V4 dan pasar pinjaman berizin Horizon juga dilihat sebagai faktor pendukung. Namun, tantangan struktural tetap ada. Model pinjaman *peer-to-pool* Aave menyebabkan inefisiensi modal yang signifikan, dengan dana menganggur menimbulkan kerugian besar setiap tahun. Kelemahan ini membuatnya rentan terhadap risiko sistemik, seperti yang terlihat dalam insiden keamanan KelpDAO April lalu, dan membuka peluang bagi pesaing seperti Morpho yang menawarkan efisiensi lebih tinggi. Pada intinya, prediksi optimis Bank Standard Chartered mencerminkan ambisi lembaga keuangan tradisional terhadap masa depan aset yang ditokenisasi. Namun, bagi Aave, perjalanan menuju realisasi "kue" $3.500 tersebut akan bergantung pada kemampuannya mengatasi kelemahan struktural, meningkatkan efisiensi, dan menemukan jalur yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan skala triliunan dolar.

链捕手1j yang lalu

Standard Chartered Lagi-lagi Menyanyikan 'Mimpi Gila' 50 Kali, Membuat 'Kue Kosong' untuk AAVE dengan Target Rp 3.500 (sekitar $3,500)

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片