继 Spark 后,Sky 押注 Grove,RWA 新贵登场?

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-06-27Terakhir diperbarui pada 2025-06-27

Grove 获 Sky 10 亿美元注资,会带来像 Spark 一样的财富效应吗?

撰文:Alex Liu,Foresight News

Sky 生态(前身为 MakerDAO)于 6 月 25 日推出了全新的去中心化金融协议 Grove Finance,并得到了 Sky 生态 10 亿美元的首发资金拨款,用于推动代币化信贷资产(主要是担保贷款凭证 CLO)的投资。

Grove 由区块链机构 Steakhouse Financial 旗下的 Grove Labs 孵化,联合创始人包括 Mark Phillips、Kevin Chan 和 Sam Paderewski 等人。核心团队拥有丰富的传统金融和 DeFi 背景,曾就职于德勤(Deloitte)、花旗、BlockTower、Hildene 等机构。

Steakhouse Financial 此前曾在将真实世界资产(RWA)引入 Sky 生态方面发挥过关键作用,因此 Grove 的登场被视为 Sky 将更多传统信贷市场连接到 DeFi 的又一重要尝试。

Grove 的产品定位与技术架构

Grove 致力于构建「机构级信贷基础设施」,在功能上将去中心化金融与受监管的传统信贷资产市场对接。协议允许 DeFi项目和资产管理机构通过链上治理路由闲置资金,投资于经过严格合规的信贷产品(目前重点是 AAA 级 CLO 策略),以获取独立于加密市场波动的收益。

据报道,Sky 生态将启动资金投入由 Janus Henderson(安本标准投资)管理的 Anemoy AAA 级 CLO 策略基金(JAAA),该基金与 Centrifuge 平台合作推出,是首个可在链上交易的 AAA 级 CLO 策略。

Grove 协议采用开源、非托管的形式运行,旨在构建一条「DeFi–传统金融资本通道」,提高资本效率、降低交易摩擦,为资产管理者和 DeFi 协议提供编程化、多样化的资金分配能力。官方资料显示,Grove 可为资产管理公司建立新的全球分销渠道,为各协议 /DAO 提供高端链上资本伙伴关系,并为整个 DeFi 生态提升可信度和可持续性。

简言之,Grove 的技术架构围绕链上治理和自动化资金路由展开,将加密协议持有的稳定币或其他闲置的资本转化为机构级信贷资产投资,从而实现收益与风险的优化。

Grove 与 Spark 的异同

Grove 与 Sky 生态中的 Spark协议同属于 MakerDAO(Sky)的「Endgame」改造计划下的自治子单元(subDAO,又被称为「Star」),但两者定位和机制有明显区别。

Spark 于 2023 年推出,是 Sky 生态首个 Star,主打「稳定币 +RWAs」的收益引擎。Spark 依托 Sky 发行的 DAI/USDS 稳定币储备,推出了 SparkLend、Spark Savings 和 Spark 流动性层(SLL)等产品。用户可存入 USDS、USDC 或 DAI,参与借贷或 Farm 收益,并通过动态风险引擎将资金分配到 DeFi 借贷、CeFi 借贷以及代币化国债等资产池中,从而获取相对稳定的收益

Spark 在多链部署,目前管理稳定币流动性超过 35 亿美元,并已推出原生治理代币 SPK(并空投给社区),用户可通过质押 SPK、参与治理和社区激励(Community Boost)等获得额外奖励。Spark 团队强调透明化和审计性,目标收益水平略高于美债,以迎合风险调整后回报的需求

相比之下,Grove 更加专注于大额机构级信贷。其首次部署的 10 亿美元用于对接安本的 AAA 级 CLO 基金,表明 Grove 面向资金规模更大、对收益稳定性要求更高的用户(如资管公司和 DeFi 协议)。目前 Grove 刚刚上线,推出治理代币为时尚早,其激励机制主要体现在让 DeFi 项目能够「盘活闲置储备金、获得更高质量资产的收益」上。

简单来说,Spark 可视为 Sky 生态面向普通稳定币持有者的收益产品,而 Grove 则是为大型项目和机构搭建链上信贷通道的基础设施协议。两者都是 Sky 生态「Endgame」战略的一部分,着眼点皆为链上引入真实资产:Spark 以国债等 RWA 丰富稳定币收益,Grove 以担保贷款等信贷资产丰富 DeFi 资产配置。

由此可见,Grove 是在 RWA 赛道上,重点补齐 Spark 体系之外的机构信贷拼图。

Bacaan Terkait

Investor Sebut Syarat untuk Perlindungan Efektif dari Penipu Kripto

Investor menyebutkan kondisi untuk perlindungan efektif dari penipu kripto. RUU yang direvisi tentang penerapan periode pendinginan 48 jam untuk penarikan lebih dari 100 ribu rubel ke dompet kripto eksternal dan transfer lebih dari 300 ribu rubel ke pihak ketiga tidak akan menjadi perlindungan lengkap dari penipu. Menurut Alexei Mokrov, pendiri CryptoBotPro LLC, langkah ini dapat mengurangi jumlah transfer impulsif, tetapi penjahat dapat beradaptasi dengan batasan baru. Pakar menjelaskan bahwa inisiatif regulator bertujuan mengatasi salah satu masalah utama kejahatan tersebut — tekanan pada korban dan penciptaan urgensi buatan. Masa tunggu dua hari dapat menghancurkan urgensi buatan ini, memberi waktu bagi korban untuk berkonsultasi dengan bank atau keluarga. Namun, periode pendinginan 48 jam bukan solusi universal. Penipu dapat mengubah taktik dengan memecah transaksi besar menjadi beberapa transaksi kecil yang berada di bawah ambang batas. Sistem harus menganalisis berbagai faktor, seperti volume transfer sebelumnya, apakah alamat dompet baru, dan perangkat yang digunakan. Mokrov mengusulkan mekanisme "dompet tepercaya" di mana pengguna dapat memverifikasi kepemilikan alamat sekali dan menambahkannya ke daftar putih untuk transaksi tanpa penundaan. Pendekatan ini akan melindungi dari penipu tanpa menghambat investor yang bertanggung jawab. Pengaruh penundaan 48 jam pada pasar kripto juga menjadi pertanyaan, karena fluktuasi harga dapat signifikan dalam dua hari. Selain itu, pembatasan transfer ke dompet non-kustodian pribadi dapat mengubah prinsip kepemilikan aset. Kesimpulannya, periode pendinginan dapat mengurangi transfer impulsif dan menyelamatkan sebagian orang, tetapi hanya akan efektif sebagai bagian dari sistem cerdas yang adaptif, bukan sebagai penghalang kaku untuk semua pengguna.

cryptonews.ruBaru saja

Investor Sebut Syarat untuk Perlindungan Efektif dari Penipu Kripto

cryptonews.ruBaru saja

ECX Bitcoin Fork Akan Datang: Kapan Terjadi dan Siapa yang Akan Mendapatkan Koin Gratis

ECX, sebuah hard fork baru Bitcoin, akan diluncurkan oleh Layertwo Labs yang didirikan oleh pengembang Bitcoin Paul Sztorc. Fork ini akan menciptakan jaringan terpisah yang menggunakan ledger Bitcoin sebagai titik awal. Pemegang Bitcoin yang mengontrol kunci privat mereka pada saat snapshot akan menerima ECX 1:1, tanpa mempengaruhi kepemilikan BTC asli mereka. Peluncuran akan dilakukan dalam tiga tahap: fase alpha untuk pengujian, fase beta sekitar 20 September, dan jaringan utama permanen pada 31 Oktober, bertepatan dengan hari jadi white paper Bitcoin. Proyek ini mengimplementasikan konsep "drivechains" Sztorc (BIP 300/301) melalui tujuh sidechain khusus untuk fungsi seperti pembayaran cepat, privasi, dan aset token. ECX menggunakan algoritma penambangan SHA-256d yang sama dengan Bitcoin tetapi akan memiliki aturan ekonomi dan penyesuaian kesulitan penambangan sendiri. Sekitar 1,1 juta ECX yang terkait dengan alamat Satoshi awal akan dialihkan sebagian untuk mendanai pengembangan. Proyek ini menekankan bahwa Bitcoin itu sendiri tidak akan berubah. Bagi pengguna, kunci untuk mengklaim ECX adalah penyimpanan mandiri (self-custody) kunci privat saat snapshot. Pemegang yang menyimpan BTC di bursa bergantung pada kebijakan bursa tersebut. Setelah peluncuran, kesuksesan ECX akan bergantung pada adopsi sidechain, partisipasi penambang, dan dukungan infrastruktur.

cryptonews.ru2m yang lalu

ECX Bitcoin Fork Akan Datang: Kapan Terjadi dan Siapa yang Akan Mendapatkan Koin Gratis

cryptonews.ru2m yang lalu

Bank-Bank Besar Menuntut Verifikasi Identitas di Pasar Sekunder Stablecoin

Lembaga Kebijakan Perbankan (BPI), organisasi yang mewakili raksasa perbankan seperti JPMorgan, Bank of America, Wells Fargo, dan Citi, mendesak agar persyaratan verifikasi identitas (CIP) diperluas ke pasar sekunder untuk stablecoin. Desakan ini disampaikan dalam tanggapan mereka terhadap aturan "Program Identifikasi Pelanggan" yang diusulkan oleh FinCEN (Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS). BPI menekankan bahwa bursa dan platform lain yang berinteraksi langsung dengan pelanggan ritel memainkan peran besar dalam ekosistem stablecoin dan di situlah banyak aktivitas ilegal diduga terjadi, sehingga mereka juga harus tunduk pada aturan CIP berdasarkan Undang-Undang Kerahasiaan Perbankan (BSA). Aturan yang diusulkan FinCEN sendiri mengakui bahwa memperluas pengumpulan informasi ke pasar sekunder akan "sangat sulit secara praktis," karena identitas pelanggan di pasar sekunder sering kali anonim atau menggunakan nama samaran. Hal ini disebabkan sifat blockchain yang terdesentralisasi, sehingga tidak ada titik pusat untuk mengumpulkan data identifikasi. BPI juga merekomendasikan agar aturan tersebut mencakup berbagai jenis pelaku pasar terdesentralisasi (seperti bursa terdesentralisasi). Namun, jika rekomendasi BPI diterima, ini akan menjadi beban tambahan bagi penerbit stablecoin. Sebelumnya, pada bulan Mei, BPI bersama kelompok perbankan lainnya juga menolak versi Undang-Undang Transparansi Pasar Aset Digital karena dianggap tidak menutup celah yang memungkinkan distribusi imbal hasil berdasarkan aktivitas kepada pengguna stablecoin.

cryptonews.ru4m yang lalu

Bank-Bank Besar Menuntut Verifikasi Identitas di Pasar Sekunder Stablecoin

cryptonews.ru4m yang lalu

Trading

Spot
活动图片