VanEck призывает американские компании прекратить бездумно скупать биткоины

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-02-16Terakhir diperbarui pada 2025-06-16

VanEck бьет тревогу: компании, скупающие биткоин, рискуют превратиться из инвесторов в жертв собственной стратегии. Аналитик криптовалютного подразделения компании Мэттью Сигел (Matthew Sigel) прямо заявил — пора нажимать на тормоза, пока не стало слишком поздно.

Когда покупка биткоина становится ловушкой

Сигел указал на опасную тенденцию: если публичные компании продолжают выпускать акции для покупки биткоина, когда их котировки торгуются на уровне чистой стоимости активов (NAV), то вместо создания стоимости они просто разбавляют капитал акционеров. «Ситуация выходит из-под контроля», — предупредил он в соцсети X.

И этот риск не просто теоретический. Медицинская технологическая компания Semler Scientific уже балансирует на грани катастрофы. Фирма начала скупать биткоины в мае 2024 года и успела накопить внушительные 3 808 BTC стоимостью $404,6 млн, заняв 13-е место среди публичных компаний по размеру биткоин-запасов.

Но вот парадокс: пока биткоин бьет рекорды, акции Semler рухнули более чем на 45% за этот год. Капитализация компании сократилась до $434,7 млн — практически до того же уровня, когда началась биткоин-лихорадка. Получается, что все покупки криптовалюты не принесли акционерам ни цента прибыли.

Математика не врет

Мультипликатор NAV (mNAV) у Semler упал ниже критической отметки 1x и составляет теперь всего 0,821x. Простыми словами — рыночная стоимость компании стала меньше стоимости ее биткоин-активов. Проблема в том, что теперь каждый выпуск новых акций для покупки биткоина означает продажу доли компании дешевле ее реальной стоимости. Получается замкнутый круг: чем больше компания покупает биткоина за счет новых акций, тем сильнее разбавляет капитал существующих акционеров, не создавая при этом никакой дополнительной ценности.

Semler, как и другие биткоин-коллекционеры, неоднократно выпускала акции и долговые обязательства, чтобы собрать деньги на новые покупки криптовалюты. Ставка была простой — биткоин вырастет и потянет за собой котировки компании. Однако математика оказалась сложнее.

Рецепт спасения от VanEck

Сигел не ограничился критикой и предложил конкретный план действий для компаний, попавших в биткоин-капкан:

  • Приостановить программы выпуска акций (ATM), если бумаги торгуются ниже 0,95x от NAV в течение 10 дней подряд
  • Переключиться на выкуп собственных акций, когда биткоин растет, а котировки компании стоят на месте
  • Запустить стратегический пересмотр, если дисконт к NAV затягивается — вплоть до слияния, выделения активов или полного отказа от биткоин-стратегии

Особое внимание аналитик уделил системе вознаграждения топ-менеджеров. Привязывать бонусы нужно к росту чистой стоимости активов на акцию, а не к размеру биткоин-кошелька или количеству выпущенных акций. «Действуйте дисциплинированно сейчас, пока у вас еще есть варианты выбора», — призвал он руководителей компаний.

Последнее предупреждение

«Как только вы начинаете торговаться по NAV, разбавление акционерного капитала перестает быть стратегическим. Оно становится грабительским», — жестко резюмировал Сигел. Пока ни одна публичная компания не торговалась ниже чистой стоимости своих биткоин-активов продолжительное время, но Semler уже подошла к этой черте вплотную.

Предупреждение VanEck звучит особенно актуально на фоне продолжающегося ралли биткоина и растущего интереса корпораций к криптовалютным инвестициям. Компании, которые рассматривают биткоин как панацею от всех проблем, могут обнаружить, что лекарство оказалось хуже болезни. Математика биткоин-стратегий требует не только веры в криптовалюты, но и холодного расчета — иначе даже самые смелые ставки превращаются в дорогостоящие ошибки.

Bacaan Terkait

AI Menagih Lebih Rp2.7 Miliar, 'Kotak Hitam' Tagihan Terbongkar, Anthropic Kembalikan Uang tapi Tak Akui Kesalahan

Artikel ini membahas laporan dari perusahaan audit Vaudit yang menemukan potensi kelebihan tagihan AI senilai $1,7 juta dari sekitar $34 juta yang diaudit untuk 60 perusahaan, termasuk nama-nama besar seperti Panasonic dan HP. Kelebihan biaya ini terutama terkait penggunaan Claude Code dari Anthropic. Vaudit mengidentifikasi tiga pola umum kelebihan tagihan: 1) Penagihan untuk model yang lebih mahal padahal yang digunakan lebih murah, 2) Penagihan untuk permintaan yang gagal atau menghasilkan error, dan 3) "Badai percobaan ulang" (*retry storm*) di mana agen AI secara diam-diam mengulangi permintaan yang gagal, menghabiskan token tanpa sepengetahuan pengguna. Meskipun Vaudit melaporkan temuan ini, Anthropic dan OpenAI menyangkal adanya masalah penagihan yang meluas. Namun, sekitar 80% dari jumlah yang dipersengketakan akhirnya dikembalikan oleh Amazon, Google, Microsoft, Anthropic, dan OpenAI setelah proses keberatan. Perusahaan-perusahaan ini mengembalikan uang tetapi tidak mengakui kesalahan. Artikel ini juga menyoroti tuntutan hukum terhadap Anthropic oleh seorang pelanggan yang menuduh paket langganan mahal tidak memberikan kuota penggunaan seperti yang diiklankan. Selain itu, kompleksitas tagihan AI — dengan rantai penagihan yang melibatkan banyak pihak dan biaya token yang sulit dilacak — menciptakan pasar baru untuk layanan audit seperti Vaudit. Perusahaan ini mengenakan biaya 1% dari jumlah yang diaudit dan 30% dari dana yang berhasil dikembalikan, menunjukkan bahwa ketidakjelasan tagihan AI telah menjadi masalah yang signifikan bagi pengguna korporat.

marsbit14m yang lalu

AI Menagih Lebih Rp2.7 Miliar, 'Kotak Hitam' Tagihan Terbongkar, Anthropic Kembalikan Uang tapi Tak Akui Kesalahan

marsbit14m yang lalu

Tencent Membeli Chip Baidu

Selama dua dekade, internet Tiongkok cenderung membangun perusahaan super yang memiliki segala kemampuan. Namun, tren ini tampaknya berubah, ditandai dengan beberapa perkembangan utama: **1. Chip Berubah dari Beban Menjadi Mesin Uang** Raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba awalnya mengembangkan chip (seperti Baidu's Kunlun Core) untuk mengurangi ketergantungan dan biaya perangkat keras (mis., dari Nvidia). Kini, dengan ledakan aplikasi AI dan Agent yang membutuhkan komputasi inferensi skala besar, chip ini telah menjadi bisnis yang menguntungkan. Kunlun Core tidak hanya digunakan internal Baidu, tetapi juga telah melayani klien eksternal seperti China Mobile, Geely, dan bahkan **Tencent**. **2. Tencent Membeli Chip Baidu: Pertanda Kematangan Industri** Fakta bahwa Tencent, pesaing tradisional Baidu, menjadi klien Kunlun Core adalah sinyal penting. Hal ini mengindikasikan dimulainya spesialisasi dan kolaborasi dalam ekosistem AI Tiongkok. Perusahaan mulai menyadari bahwa membangun segala sesuatu sendiri (closed-loop) tidak efisien dalam era AI yang membutuhkan infrastruktur mahal. Kerja sama kompetitif seperti ini mirip dengan hubungan Apple-Samsung di industri smartphone. **3. Valuasi Pasar Modal yang Berubah** Rencana Baidu untuk memisahkan Kunlun Core dengan valuasi IPO sekitar $50 miliar (bahkan lebih tinggi dari valuasi pasar Baidu sendiri) serta rencana serupa dari Alibaba (lewat Pingtouge) mencerminkan perubahan persepsi investor. Pasar kini menghargai perusahaan infrastruktur AI ("penjual sekop") yang memiliki model bisnis jelas, terutama dengan meledaknya kebutuhan inferensi. Banyak perusahaan chip AI Tiongkok lainnya juga sedang dalam proses IPO. **4. Perang Infrastruktur Global** Dinamika ini sejalan dengan tren global. Pemain AI utama seperti OpenAI, Google, Amazon, Microsoft, dan Meta juga mengembangkan chip mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengontrol biaya inferensi (pengeluaran terbesar), mengoptimalkan perangkat lunak dan perangkat keras, serta mengurangi ketergantungan pada vendor tunggal seperti Nvidia. **Kesimpulan: Kompetisi Beralih ke Lapisan Dasar** Perkembangan ini menandai pergeseran logika industri. Jika sebelumnya persaingan berfokus pada model AI (2023) lalu aplikasi (2024), kini perang telah bergeser ke infrastruktur paling dasar (2025-2026): efisiensi biaya per Token, kinerja klaster inferensi, dan keamanan pasokan komputasi. Alih-alih membangun kerajaan tertutup, perusahaan-perusahaan besar mulai "melepaskan" kemampuan intinya (seperti chip) ke pasar, menciptakan ekosistem AI yang lebih terbuka dan terspesialisasi. Era di mana satu perusahaan super mencoba melakukan semuanya sendiri tampaknya akan berakhir.

marsbit30m yang lalu

Tencent Membeli Chip Baidu

marsbit30m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

**Tokenisasi Saham: Tiga Model, Mana yang Cocok untuk Anda?** Tokenisasi saham memungkinkan investasi dalam saham AS (seperti Nvidia atau SpaceX) melalui blockchain, tanpa perlu rekening broker tradisional. Namun, ada tiga model utama dengan hak dan risiko berbeda: 1. **Saham Asli di Rantai (contoh: Superstate):** Token mewakili kepemilikan sah dalam daftar pemegang saham perusahaan. Pemegang memiliki **hak penuh** (suara, dividen), tetapi kompatibilitas dengan DeFi mungkin terbatas. 2. **Token yang Didukung Aset (contoh: Backed, Ondo):** Token diterbitkan oleh entitas khusus (SPV) yang memegang saham asli 1:1. Investor mendapat **keuntungan harga dan dividen** (ditambahkan ke saldo token), tetapi **tidak memiliki hak suara**. Model ini sangat **dapat dikombinasikan dengan DeFi** (seperti pinjam-meminjam), namun membawa risiko jika SPV gagal. 3. **Kontrak Berjangka Perpetual (contoh: TradeXYZ, Ostium):** Produk derivatif murni untuk **berspekulasi pada harga** tanpa kepemilikan saham dasar sama sekali. Tidak ada hak suara atau dividen. Sangat likuid dan dapat diluncurkan cepat, tetapi merupakan instrumen berisiko tinggi dengan leverage. **Intinya:** Token saham tidak harus identik dengan saham asli. Pilihannya tergantung kebutuhan: * **Model 1:** Untuk kepemilikan penuh dan hak hukum. * **Model 2:** Untuk eksposur harga + utilitas di ekosistem DeFi. * **Model 3:** Untuk perdagangan spekulatif 24/7 dengan leverage. Pasar sedang berkembang, dengan lembaga tradisional seperti DTCC dan NYSE juga mulai bereksperimen dengan tokenisasi sekuritas.

marsbit30m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

marsbit30m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

AI Diberikan Peran sebagai CEO, 10 Perusahaan Hampir Bangkrut Sebuah eksperimen dari Princeton University, CEO-Bench, menguji kemampuan 14 model AI (termasuk GPT-5.5, Claude Opus, Gemini) untuk menjalankan perusahaan SaaS virtual dengan modal awal $1 juta selama 500 hari. Hasilnya dramatis: 10 model mengalami kegagalan, 5 di antaranya bangkrut sebelum simulasi berakhir. Hanya 3 model AI yang menghasilkan laba: Claude Fable 5 (juara dengan $47.15 juta), Claude Opus 4.8 ($27.8 juta), dan GPT-5.5 ($21.3 juta). Yang mengejutkan, peringkat keempat diraih oleh algoritma berbasis aturan (rule-based) sederhana yang meraup $15.76 juta, mengalahkan banyak model canggih. Kunci pembelajaran: 1. **Eksplorasi > Kehati-hatian:** Model yang sukses (seperti GPT-5.5 dan Opus 4.8) aktif mencoba strategi baru dan beradaptasi. Model yang terlalu konservatif hanya bisa bertahan, tidak untung. 2. **Kemampuan Krusial:** CEO AI yang baik perlu mampu menemukan informasi tersembunyi, memprediksi masa depan, beradaptasi cepat terhadap perubahan, dan merencanakan ke depan. 3. **Agent Pemrograman Bukan Solusi Ajaib:** Menggunakan agent pemrograman (seperti Claude Code) untuk peran CEO justru menurunkan performa. Tampaknya, dibutuhkan kerangka kerja (harness) yang spesifik untuk setiap bidang/industri. Eksperimen ini menyoroti bahwa meski AI unggul dalam eksekusi dalam parameter yang ditetapkan, "intuisi" untuk membuat kerangka strategis mendasar — seperti matriks legendaris Steve Jobs yang menyelamatkan Apple — masih menjadi domain manusia.

marsbit40m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

marsbit40m yang lalu

Trading

Spot
活动图片