Stripe 加密布局再添新版图,将收购加密钱包公司 Privy

链捕手Dipublikasikan tanggal 2025-06-12Terakhir diperbarui pada 2025-06-12

综编:Felix, PANews

6 月 12 日,美国支付处理商 Stripe 宣布收购加密钱包基础设施公司 Privy,后者将被纳入 Stripe 旗下,但其仍将作为独立产品继续运营。此次收购预计将在未来几周内完成,具体交易条款尚未披露。

Stripe加密布局再添新版图,将收购加密钱包公司Privy

Privy 有何不同之处?

Privy 的嵌入式钱包允许开发者构建更简单的入门体验,例如让用户无需记忆或记录助记词即可创建加密钱包。此外,Privy 允许用户直接在支持的加密应用中持有资产或执行操作,而无需连接 MetaMask 等第三方钱包进行交易。例如,OpenSea 使用 Privy,让客户能够直接从其平台购买 NFT。Privy 在后台为消费者创建一个钱包,方便他们购买。在合作之前,OpenSea 的客户需要通过 MetaMask 或 Coinbase Wallet 等提供商创建一个外部钱包,并将其关联到自己的账户。

Privy 联合创始人兼首席执行官 Henri Stern 在一份声明中表示:“在我们刚起步的时候,钱包功能强大,但除了技术精湛的人才之外,其他人都无法使用。开发者不得不将用户引导到平台外才能开始使用,这破坏了用户流程,并阻碍了用户转化。这种阻力从根本上限制了加密领域未来的发展。”

总部位于纽约的 Privy 由 Stern 和 Asta Li 共同创立,Asta Li 在创立 Privy 之前曾是 Aurora 的创始工程师。Stern 曾在 Web3 公司 Protocol Labs 担任研究员。这家初创公司成立于 2021 年,最近在由 Ribbit Capital 领投的一轮融资中筹集了 1500 万美元,使总融资额超过 4000 万美元。其他投资者包括红杉资本、Paradigm、BlueYard 和 Coinbase Ventures。据 Pitchbook 数据,Privy 在今年 3 月的最新估值为 2.3 亿美元。

Privy 声称在三年内,其技术已在整个行业得到广泛应用,支持超过 7500 万个账户和 1000 个开发团队,其中包括 Pump.fun、Hyperliquid、OpenSea 等主流加密应用,以及餐厅忠诚度计划初创公司 Blackbird 和全球招聘公司 Toku 等。

对于收购 Privy,Stripe 联合创始人兼首席执行官 Patrick Collison 在声明中表示: “通过统一的平台,将 Privy 的钱包与 Stripe 和 Bridge 的资金流动功能连接起来,我们非常高兴能够实现新一代全球互联网原生金融服务。”

Stripe 的加密之旅

Stripe 的加密布局始于 2014 年。Stipe 是 2014 年首批接受比特币的支付公司之一,但在 2018 年因可扩展性问题和高昂的交易费用而停止了这项业务。尽管如此,该公司当时坚称其“对加密货币整体前景非常乐观”。

稳定币是 Stripe 的下一个尝试。2024 年 4 月,该公司宣布将于今年夏天支持稳定币 USDC 支付。随后在 10 月份,Stripe 推出“Pay with Crypto”公测功能,允许美国企业接受稳定币支付,并将其自动转换为法币存入 Stripe 账户。支持的稳定币包括 USDC 和 USDP,覆盖 Ethereum、Solana 和 Polygon 链。在推出稳定币支付的第一周,Stripe 的稳定币交易量就超过了其提供比特币交易的整个历史。

但 Stripe 仍缺少一个关键组件,其需要一种无缝处理跨境交易的方法。2024 年 11 月,Stripe 确认以 11 亿美元收购稳定币支付平台 Bridge ,这笔交易最终在 2025 年 2 月份完成。这是 Stripe 迄今最大的一笔收购交易,标志着其在稳定币领域的重大布局。此次收购 Bridge 使其能够优化跨境支付解决方案,并扩展稳定币支付基础设施。

2025 年 5 月,Stripe 在 100 多个国家/地区推出稳定币账户,旨在帮助商家持有资金,并使用 Circle Internet Group Inc. 的 USDC 和 Bridge 自己发行的 USDB 稳定币向海外供应商付款。

Stripe 的一系列动作表明,该公司有意成为那些希望增加对加密产品支持或推出自有加密产品的客户的首选供应商,而目前,从大型科技公司到传统银行,各家公司都对探索加密技术表现出浓厚兴趣。

Bacaan Terkait

Gelombang PHK Melanda Dunia Kripto, Wall Street Membeli Aset Inti Sektor dengan Miliaran Dollar

Gelombang PHK melanda industri kripto, sementara Wall Street melakukan akuisisi besar-besaran terhadap aset infrastruktur inti senilai miliaran dolar. Harga Bitcoin yang terus rendah memicu pemutusan hubungan kerja dan otomatisasi di berbagai perusahaan kripto. Namun, berlawanan dengan tren tersebut, aktivitas merger dan akuisisi (M&A) justru meningkat pesat, dengan total transaksi mencapai $9.37 miliar pada paruh pertama 2026. Lembaga keuangan tradisional seperti bank dan penyedia pembayaran menjadi penggerak utama gelombang akuisisi ini. Mereka lebih memilih membeli perusahaan startup yang sudah memiliki lisensi, layanan kustodian, dan saluran pembayaran yang mapan daripada membangun sistem dari nol. Contohnya termasuk akuisisi BVNK senilai $1.8 miliar oleh Mastercard. Tren ini didorong oleh kerangka regulasi yang semakin jelas, seperti MiCA di Uni Eropa. Di sisi lain, pasar tenaga kerja kripto menyusut drastis, dengan hanya 2.932 lowongan aktif yang tersisa secara global pada Juni 2026. Banyak perusahaan seperti Coinbase dan Gemini melakukan PHK, didorong oleh tekanan harga dan efisiensi operasional dari AI. Permintaan talenta kini sangat terkonsentrasi pada posisi teknis dan kepatuhan (compliance). Perusahaan kripto yang kesulitan keuangan menjadi target akuisisi dengan harga diskon besar, seperti akuisisi Messari oleh Blockworks. Modal juga mengalir sangat selektif, hampir secara eksklusif ke bisnis yang menjembatani aset tradisional dan digital, seperti penyedia layanan tokenisasi (contoh: Superstate, Alpaca). Sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) murni dan protokol layer-1 baru hampir tidak menerima pendanaan. Intinya, pasar bearish ini telah menyaring industri: perusahaan dengan model bisnis lemah dan kurang kepatuhan bergabung atau menyusut, sementara mereka yang membangun infrastruktur keuangan yang mematuhi regulasi menarik minat akuisisi dan investasi.

Foresight News4m yang lalu

Gelombang PHK Melanda Dunia Kripto, Wall Street Membeli Aset Inti Sektor dengan Miliaran Dollar

Foresight News4m yang lalu

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

"DeFi Asuransi: Mengapa Tidak Ada yang Membelinya?" Asuransi DeFi dirancang untuk menghilangkan perantara dengan pembayaran klaim otomatis melalui kontrak pintar. Namun, pada kenyataannya, hampir tidak ada yang membelinya. Alasan utamanya adalah biaya premi yang terlalu tinggi. Premi asuransi bisa mencapai 1.5%–6%, yang secara signifikan menggerus keuntungan tahunan dari platform seperti Aave atau Compound (biasanya 3%-4%). Akibatnya, laba bersih pengguna menjadi sangat rendah, bahkan bisa negatif. Risiko di DeFi juga sangat terkait. Satu insiden keamanan (seperti peretasan protokol atau kegagalan oracle) dapat mempengaruhi banyak platform sekaligus. Kolam asuransi DeFi saat ini, dengan total aset hanya sekitar puluhan juta dolar, tidak cukup untuk menanggung kerugian besar seperti peretasan miliaran dolar. Selain itu, model keputusan klaim seperti di Nexus Mutual, di mana pemegang token memutuskan klaim, dapat menciptakan bias untuk menolak pembayaran. Kapasitas asuransi seluruh industri sangat kecil dibandingkan dengan total aset terkunci di DeFi yang mencapai ratusan miliar dolar. Solusi yang muncul berfokus pada pencegahan (seperti program bug bounty) dan mencoba menarik modal reasuransi tradisional, mengakui bahwa dana di dalam ekosistem saja tidak cukup. Intinya, asuransi DeFi saat ini menghadapi paradoks: semua orang butuh perlindungan, tetapi biayanya membuatnya tidak menarik, dan tidak ada yang bisa memaksa pengguna untuk membelinya, sehingga meninggalkan pasar rentan terhadap risiko sistemik.

marsbit3j yang lalu

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片