无需银行开户,一文读懂面向全球企业的美元账户解决方案 Altitude

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-05-23Terakhir diperbarui pada 2025-05-23

Altitude 可提供实时全球支付,全天候美元流动性、有竞争力的收益率以及由确定性代码强制执行的安全性。

撰文:Daisy,ChainCatcher

Altitude 是一个基于 Squads Protocol 的支付平台,旨在利用稳定币原生操作系统取代传统的银行业务。

注:Squads Protocol 是一套链上多签和权限控制系统,现在已在多个资产管理场景中使用。

在传统支付体系中,非美国企业创建美元账户常面临开户难、跨境转账慢、手续复杂、成本高等多种限制,Altitude 的美元账户解决方案则致力于帮助前述企业打通跨境瓶颈,提升财务效率。

目前,该平台主要面向企业用户提供存储、转移和管理美元资金等服务。与传统银行账户不同,在 Altitude 开通美元账户不需要美国公司资质或纸质材料,仅通过电子邮件注册即可使用,且该服务可覆盖不同国家、地区的企业。

此外,据官方资料显示,Altitude 可提供实时全球支付,全天候美元流动性、有竞争力的收益率以及由确定性代码强制执行的安全性。

其账户功能包括传统支付通道(如 ACH、Wire、SEPA)与链上稳定币转账的结合,同时提供权限设置、多账户管理、资金审批等工具。平台还接入 DeFi 协议,可对账户中未使用的资金进行链上收益管理。未来还计划扩展发票、记账和虚拟卡等模块。

一方面,Altitude 将稳定币作为中介支持企业无需依赖传统银行体系能拥有可用美元账户,以极低成本在全球范围内收付美元。

另一方面,则致力于简化企业财务中复杂流程,将团队权限分配、操作审批、支出控制等进行数字化、标准化处理,以提升内部协作效率,此外,还支持企业实现资金动向实时追踪,不再依赖人工记录,以避免延迟反馈等问题。

总的来讲,Altitude 做的事情就是帮助非美国企业轻松创建美元账户,同时该群体降低参与国际金融网络的门槛与成本。

据官方信息显示,其开发团队来自 Squads Protocol 项目,长期致力于区块链上的金融安全和账户管理技术。他们曾为多个大型项目提供底层支持,对资 Squads 产管理和权限控制有深厚经验。此外,据公开可查询信息,Altitude 获得过知名投资机构 Haun Ventures 的支持,但具体融资信息暂未披露。

Bacaan Terkait

AI Menagih Lebih Rp2.7 Miliar, 'Kotak Hitam' Tagihan Terbongkar, Anthropic Kembalikan Uang tapi Tak Akui Kesalahan

Artikel ini membahas laporan dari perusahaan audit Vaudit yang menemukan potensi kelebihan tagihan AI senilai $1,7 juta dari sekitar $34 juta yang diaudit untuk 60 perusahaan, termasuk nama-nama besar seperti Panasonic dan HP. Kelebihan biaya ini terutama terkait penggunaan Claude Code dari Anthropic. Vaudit mengidentifikasi tiga pola umum kelebihan tagihan: 1) Penagihan untuk model yang lebih mahal padahal yang digunakan lebih murah, 2) Penagihan untuk permintaan yang gagal atau menghasilkan error, dan 3) "Badai percobaan ulang" (*retry storm*) di mana agen AI secara diam-diam mengulangi permintaan yang gagal, menghabiskan token tanpa sepengetahuan pengguna. Meskipun Vaudit melaporkan temuan ini, Anthropic dan OpenAI menyangkal adanya masalah penagihan yang meluas. Namun, sekitar 80% dari jumlah yang dipersengketakan akhirnya dikembalikan oleh Amazon, Google, Microsoft, Anthropic, dan OpenAI setelah proses keberatan. Perusahaan-perusahaan ini mengembalikan uang tetapi tidak mengakui kesalahan. Artikel ini juga menyoroti tuntutan hukum terhadap Anthropic oleh seorang pelanggan yang menuduh paket langganan mahal tidak memberikan kuota penggunaan seperti yang diiklankan. Selain itu, kompleksitas tagihan AI — dengan rantai penagihan yang melibatkan banyak pihak dan biaya token yang sulit dilacak — menciptakan pasar baru untuk layanan audit seperti Vaudit. Perusahaan ini mengenakan biaya 1% dari jumlah yang diaudit dan 30% dari dana yang berhasil dikembalikan, menunjukkan bahwa ketidakjelasan tagihan AI telah menjadi masalah yang signifikan bagi pengguna korporat.

marsbit14m yang lalu

AI Menagih Lebih Rp2.7 Miliar, 'Kotak Hitam' Tagihan Terbongkar, Anthropic Kembalikan Uang tapi Tak Akui Kesalahan

marsbit14m yang lalu

Tencent Membeli Chip Baidu

Selama dua dekade, internet Tiongkok cenderung membangun perusahaan super yang memiliki segala kemampuan. Namun, tren ini tampaknya berubah, ditandai dengan beberapa perkembangan utama: **1. Chip Berubah dari Beban Menjadi Mesin Uang** Raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba awalnya mengembangkan chip (seperti Baidu's Kunlun Core) untuk mengurangi ketergantungan dan biaya perangkat keras (mis., dari Nvidia). Kini, dengan ledakan aplikasi AI dan Agent yang membutuhkan komputasi inferensi skala besar, chip ini telah menjadi bisnis yang menguntungkan. Kunlun Core tidak hanya digunakan internal Baidu, tetapi juga telah melayani klien eksternal seperti China Mobile, Geely, dan bahkan **Tencent**. **2. Tencent Membeli Chip Baidu: Pertanda Kematangan Industri** Fakta bahwa Tencent, pesaing tradisional Baidu, menjadi klien Kunlun Core adalah sinyal penting. Hal ini mengindikasikan dimulainya spesialisasi dan kolaborasi dalam ekosistem AI Tiongkok. Perusahaan mulai menyadari bahwa membangun segala sesuatu sendiri (closed-loop) tidak efisien dalam era AI yang membutuhkan infrastruktur mahal. Kerja sama kompetitif seperti ini mirip dengan hubungan Apple-Samsung di industri smartphone. **3. Valuasi Pasar Modal yang Berubah** Rencana Baidu untuk memisahkan Kunlun Core dengan valuasi IPO sekitar $50 miliar (bahkan lebih tinggi dari valuasi pasar Baidu sendiri) serta rencana serupa dari Alibaba (lewat Pingtouge) mencerminkan perubahan persepsi investor. Pasar kini menghargai perusahaan infrastruktur AI ("penjual sekop") yang memiliki model bisnis jelas, terutama dengan meledaknya kebutuhan inferensi. Banyak perusahaan chip AI Tiongkok lainnya juga sedang dalam proses IPO. **4. Perang Infrastruktur Global** Dinamika ini sejalan dengan tren global. Pemain AI utama seperti OpenAI, Google, Amazon, Microsoft, dan Meta juga mengembangkan chip mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengontrol biaya inferensi (pengeluaran terbesar), mengoptimalkan perangkat lunak dan perangkat keras, serta mengurangi ketergantungan pada vendor tunggal seperti Nvidia. **Kesimpulan: Kompetisi Beralih ke Lapisan Dasar** Perkembangan ini menandai pergeseran logika industri. Jika sebelumnya persaingan berfokus pada model AI (2023) lalu aplikasi (2024), kini perang telah bergeser ke infrastruktur paling dasar (2025-2026): efisiensi biaya per Token, kinerja klaster inferensi, dan keamanan pasokan komputasi. Alih-alih membangun kerajaan tertutup, perusahaan-perusahaan besar mulai "melepaskan" kemampuan intinya (seperti chip) ke pasar, menciptakan ekosistem AI yang lebih terbuka dan terspesialisasi. Era di mana satu perusahaan super mencoba melakukan semuanya sendiri tampaknya akan berakhir.

marsbit30m yang lalu

Tencent Membeli Chip Baidu

marsbit30m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

**Tokenisasi Saham: Tiga Model, Mana yang Cocok untuk Anda?** Tokenisasi saham memungkinkan investasi dalam saham AS (seperti Nvidia atau SpaceX) melalui blockchain, tanpa perlu rekening broker tradisional. Namun, ada tiga model utama dengan hak dan risiko berbeda: 1. **Saham Asli di Rantai (contoh: Superstate):** Token mewakili kepemilikan sah dalam daftar pemegang saham perusahaan. Pemegang memiliki **hak penuh** (suara, dividen), tetapi kompatibilitas dengan DeFi mungkin terbatas. 2. **Token yang Didukung Aset (contoh: Backed, Ondo):** Token diterbitkan oleh entitas khusus (SPV) yang memegang saham asli 1:1. Investor mendapat **keuntungan harga dan dividen** (ditambahkan ke saldo token), tetapi **tidak memiliki hak suara**. Model ini sangat **dapat dikombinasikan dengan DeFi** (seperti pinjam-meminjam), namun membawa risiko jika SPV gagal. 3. **Kontrak Berjangka Perpetual (contoh: TradeXYZ, Ostium):** Produk derivatif murni untuk **berspekulasi pada harga** tanpa kepemilikan saham dasar sama sekali. Tidak ada hak suara atau dividen. Sangat likuid dan dapat diluncurkan cepat, tetapi merupakan instrumen berisiko tinggi dengan leverage. **Intinya:** Token saham tidak harus identik dengan saham asli. Pilihannya tergantung kebutuhan: * **Model 1:** Untuk kepemilikan penuh dan hak hukum. * **Model 2:** Untuk eksposur harga + utilitas di ekosistem DeFi. * **Model 3:** Untuk perdagangan spekulatif 24/7 dengan leverage. Pasar sedang berkembang, dengan lembaga tradisional seperti DTCC dan NYSE juga mulai bereksperimen dengan tokenisasi sekuritas.

marsbit30m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

marsbit30m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

AI Diberikan Peran sebagai CEO, 10 Perusahaan Hampir Bangkrut Sebuah eksperimen dari Princeton University, CEO-Bench, menguji kemampuan 14 model AI (termasuk GPT-5.5, Claude Opus, Gemini) untuk menjalankan perusahaan SaaS virtual dengan modal awal $1 juta selama 500 hari. Hasilnya dramatis: 10 model mengalami kegagalan, 5 di antaranya bangkrut sebelum simulasi berakhir. Hanya 3 model AI yang menghasilkan laba: Claude Fable 5 (juara dengan $47.15 juta), Claude Opus 4.8 ($27.8 juta), dan GPT-5.5 ($21.3 juta). Yang mengejutkan, peringkat keempat diraih oleh algoritma berbasis aturan (rule-based) sederhana yang meraup $15.76 juta, mengalahkan banyak model canggih. Kunci pembelajaran: 1. **Eksplorasi > Kehati-hatian:** Model yang sukses (seperti GPT-5.5 dan Opus 4.8) aktif mencoba strategi baru dan beradaptasi. Model yang terlalu konservatif hanya bisa bertahan, tidak untung. 2. **Kemampuan Krusial:** CEO AI yang baik perlu mampu menemukan informasi tersembunyi, memprediksi masa depan, beradaptasi cepat terhadap perubahan, dan merencanakan ke depan. 3. **Agent Pemrograman Bukan Solusi Ajaib:** Menggunakan agent pemrograman (seperti Claude Code) untuk peran CEO justru menurunkan performa. Tampaknya, dibutuhkan kerangka kerja (harness) yang spesifik untuk setiap bidang/industri. Eksperimen ini menyoroti bahwa meski AI unggul dalam eksekusi dalam parameter yang ditetapkan, "intuisi" untuk membuat kerangka strategis mendasar — seperti matriks legendaris Steve Jobs yang menyelamatkan Apple — masih menjadi domain manusia.

marsbit40m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

marsbit40m yang lalu

Trading

Spot
活动图片