Звезда NBA пожалел о выборе в пользу $82 млн наличными вместо биткоинов в 2015 году

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-11-21Terakhir diperbarui pada 2025-05-21

  • Тристан Томпсон рассказал об утрате возможности заработать $32 млрд из-за контракта в долларах вместо биткоинов.
  • В 2015 году игрок NBA получил $82 млн наличными, когда первая криптовалюта стоила $270.
  • Однако он заявил, что не планирует выпускать собственную криптовалюту.

Бывший звездный игрок NBA и участник реалити-шоу Тристан Томпсон признался, что до сих пор не решается подсчитать, сколько бы мог заработать, если бы в 2015 году получил свой контракт на $82 млн в биткоинах. Об этом говорится в интервью Cointelegraph Magazine.

«С тем, что я знаю сейчас, я бы точно настаивал на оплате в биткоинах. Это было бы как самое безумное спортивное пари в истории США», — сказал Томпсон со смехом.

На момент подписания контракта с Cleveland Cavaliers в октябре 2015 года, биткоин стоил примерно $270. Если бы средства поступили в первой криптовалюте, их стоимость на момент подготовки материала достигала бы почти $32,5 млрд. Даже при минимальных инвестициях Томпсон уже мог бы быть миллиардером.

Впрочем, баскетболист признал: не уверен, что выдержал бы колебания крипторынка.

«Кто знает, как бы я повел себя в моменты медвежьего рынка или падений во время COVID-19? Имел бы я тогда достаточно знаний, чтобы пережить это?» — размышляет Томпсон.

Несмотря на упущенную возможность, Тристан не отошел от криптосферы. Сегодня он

  • ведет собственный криптоподкаст Courtside Crypto;
  • является амбассадором платформы криптобетинга Sportsbet.io;
  • работает советником проекта искусственного интеллекта TraceyAI, обучающего фанов баскетбола аналитике игры.

Томпсон также пытается повысить интерес к биткоину среди своих коллег по NBA.

«Первое, что я говорю ребятам: начните с OG [original gangster] — с биткоина. Потому что когда он движется, все остальное следует за ним», — объясняет он.

Он восхищается примером друга, игрока NFL Оделла Бекхэма-младшего, который в 2021 году получил зарплату в биткоинах. К этому приобщались и другие звезды NBA — Клей Томпсон и Андре Игуодала.

Несмотря на популярность мемкоинов среди знаменитостей, Тристан категорически против запуска личных криптовалют:

«Я никогда не хочу запускать токен с моим именем. Это всегда влечет за собой темное облако. Слишком много знаменитостей пришли сюда только чтобы заработать, а не чтобы помочь развивать индустрию», — сказал он.

Кроме того, Томпсон продолжает активно инвестировать, следит за Crypto Twitter, и даже сожалеет, что пропустил запуск токена TRUMP, связанного с президентом США Дональдом Трампом.

«Я как раз ужинал с Энтони Эдвардсом, когда токен вышел. Не увидел уведомление и очень сожалел», — засмеялся он.

Напомним, что цену первой криптовалюты прогнозируют до $1 млн через три года, в частности такого мнения придерживается соучредитель биржи BitMEX Артур Хейс.

Bacaan Terkait

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

Pada 4 Juli, platform AI Doubao dan Tongyi Qianwen mengumumkan akan menutup fungsi agen cerdas (smart agent). Doubao mengonfirmasi fitur tersebut akan dihentikan pada 15 Juli dan mengalihkan pengguna ke aplikasi Cat Box milik ByteDance. Pada hari yang sama, Qianwen mengingatkan pengguna bahwa fitur agen interaksi personifikasi dan agen buatan pengguna akan ditutup pada 10 Juli, diikuti dengan penghentian penuh semua layanan agen cerdas pada 15 Juli. Setelah tanggal tersebut, pengguna tidak dapat mengakses konfigurasi agen atau riwayat percakapan. Tanggal penutupan ini bertepatan dengan berlakunya "Peraturan Sementara tentang Manajemen Layanan Interaksi Personifikasi Kecerdasan Buatan" pada 15 Juli, yang memberlakukan persyaratan ketat untuk verifikasi identitas anak di bawah umur, mekanisme pencegahan kecanduan, dan tinjauan konten. Penyesuaian ini dipandang sebagai respons proaktif oleh platform untuk mematuhi regulasi baru. Kedua platform menyediakan periode transisi bagi pengguna untuk menyimpan data. Doubao mengizinkan akses data hingga 15 Oktober, sementara Qianwen menyarankan pengguna untuk mencadangkan konten sebelum tanggal penutupan. Selain tekanan regulasi, kesulitan komersialisasi juga menjadi faktor pendorong. Analisis menunjukkan bahwa agen untuk percakapan santai atau peran khusus seringkali menghasilkan panggilan yang ringan namun berfrekuensi tinggi, sehingga mengonsumsi daya komputasi besar dengan nilai ekonomi rendah. Platform kini mengalihkan fokus dari ekosistem konten buatan pengguna (UGC) di sisi konsumen ke skenario layanan bisnis yang lebih bernilai, sebagaimana terlihat dari upaya Qianwen dalam membuka akses Agen dan Skill kepada pengembang dan perusahaan pihak ketiga.

marsbit1j yang lalu

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

marsbit1j yang lalu

Mengapa Codex dan ChatGPT Bersatu? Ke Mana Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya

Mengapa Codex dan ChatGPT Bergabung? Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya Jika bertanya produk AI mana yang pertumbuhannya paling mencolok pada 2026, "Codex" pasti menempati urutan pertama. Sejak Januari tahun ini, pengguna aktif mingguan produk ini telah tumbuh lebih dari 5 kali lipat, mencapai 5 juta. Pertumbuhan di kalangan pekerja pengetahuan (non-pengembang) bahkan 3 kali lebih cepat daripada di kalangan pengembang. Peluncuran aplikasi desktop pada Februari menjadi katalis utama yang menurunkan hambatan penggunaan dan mendorong ledakan adopsi Codex. Di balik kurva pertumbuhan yang curam ini, ada Andrew Ambrosino, Kepala Tim Aplikasi Desktop Codex. Dari sudut pandangnya, paradigma pengembangan perangkat lunak telah berbalik: "Mengimplementasikan" (menulis kode) tidak lagi menjadi bagian yang mahal. Yang menjadi mahal sekarang adalah "rasa" (taste) dan proses kurasi—kemampuan untuk menilai, memilih, dan mengintegrasikan berbagai eksperimen dan ide yang kini sangat mudah dihasilkan berkat AI. Andrew membahas mengapa AI masih kesulitan menghasilkan desain yang baik, karena desain melibatkan lapisan budaya, kebaruan, dan pemahaman abstraksi yang dalam—sesuatu yang sulit untuk dinilai dan dilatih pada model. Ia juga menjelaskan mengapa timing peluncuran produk AI sangat kritis. Codex sendiri, jika diluncurkan beberapa bulan lebih awal dengan desain yang sama, diduga akan gagal total. Keberhasilannya sangat bergantung pada peningkatan kemampuan model pada saat peluncuran, mengubah cara perencanaan produk menjadi lebih berbasis pada "apa yang model mampu lakukan pada titik waktu tertentu". Mengenai penggabungan Codex dan ChatGPT, Andrew menjelaskan bahwa batas antara alat pengembang dan alat kerja pengetahuan umum telah runtuh. Pengguna dari berbagai departemen (pemasaran, keuangan, hukum) ternyata juga menggunakan Codex meski awalnya dirancang untuk pengembang. Tim menyadari bahwa Codex dan ChatGPT lebih merupakan pintu masuk berbeda dari kemampuan yang sama, bukan produk terpisah. Merger bertujuan untuk menciptakan fondasi yang cukup umum dan dapat diperluas. Masa depan Codex (yang digabung dengan ChatGPT) bukanlah menjadi "aplikasi super" yang melakukan segalanya dalam satu kotak antarmuka. Konsepnya adalah menjadi "home base" atau markas bagi pengguna—tempat untuk memulai, melacak, dan mengotomatiskan pekerjaan. Ia akan berkolaborasi mulus dengan alat profesional yang sudah ada (seperti Excel, Premiere Pro) melalui konektor, kemampuan penggunaan komputer, atau ekstensi, dan juga memungkinkan pengguna membuka serta mengoperasikan aplikasi web lain di dalamnya. Dua mode ini sedang dikembangkan secara bersamaan.

marsbit1j yang lalu

Mengapa Codex dan ChatGPT Bersatu? Ke Mana Masa Depan Codex? Pemimpin Inti OpenAI Menjawab Semuanya

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片