LBank “Code Meets Law”合规论坛在迪拜落幕:推动 Web3 合规与创新共融

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-05-02Terakhir diperbarui pada 2025-05-02

作为全球领先的数字资产交易平台,LBank始终将合规视为核心战略。

4月29日,由 LBank 主办的“Code Meets Law”高端合规论坛在迪拜 One&Only Royal Mirage 酒店圆满落幕。论坛聚焦加密技术创新与全球合规标准的融合,邀请并吸引了来自全球的监管机构工作人员、法律专家、合规负责人及Web3领域创新者齐聚一堂,探讨加密创新与监管框架的协同演进,共同展望数字资产行业的未来方向。

随着数字资产市场的迅猛发展,全球监管环境也在经历深刻变革。作为全球首个设立专门虚拟资产监管机构——迪拜虚拟资产监管局(VARA)的所在地,迪拜正逐步确立其在全球Web3政策制定中的中心地位。

在此背景下,LBank 携手AWS、德勤(Deloitte)、Elliptic、Fireblocks 等14家行业领先机构共同举办 “Code Meets Law” 高端合规论坛,旨在推动技术创新与法律监管的深度融合,助力数字资产行业实现可持续与合规并进的发展目标。

在首场专题讨论“Smart Rules: Building Trust Through Embedded Compliance”中,LBank 阿联酋合规负责人 Maleesha Gunawardana 担任主持,与迪拜虚拟资产监管局(VARA)高层 Ayesha Binlootah 博士、VerifyVASP首席执行官ShihYun Chia、Elliptic创始人 James Smith 博士、Fireblocks 法律暨合规总监 Jason Allegrante 等多位重量级嘉宾展开深度对话,围绕“如何在技术中嵌入合规机制以重塑信任”这一主题进行了深入探讨。

本场讨论围绕多个关键议题展开,包括迪拜在“Travel Rule”监管准备方面的实践经验,以及市场参与者如何与新兴的虚拟资产监管框架接轨。来自迪拜虚拟资产监管局(VARA)的 Ayesha Binlootah 博士从监管机构视角出发,深入阐述了如何在机构与系统层面实现合规的有效嵌入,强调主动式监管框架与明确的监管指导对构建行业信任与韧性的重要意义。Elliptic 创始人  James Smith 博士指出,随着监管要求日益复杂,链上分析正成为机构与监管机构之间建立协同信任的关键桥梁,帮助市场提前识别潜在异常行为,实现合规能力的前置部署。Fireblocks 首席法务与合规官 Jason Allegrante 从企业基础设施角度出发,围绕“合规内嵌”分享了实际经验。他指出,在追求安全合规的同时,如何保障用户体验与业务敏捷性,是技术合规面临的核心挑战。VerifyVASP 首席执行官 ShihYun 分享了在“智能规则(Smart Rules)”框架下,如何利用 消息标准化、合规信号链路建设与互操作性提升,推动 Travel Rule 在跨境转账中的实际落地,为行业搭建起高效、协同的全球信号网络。

在第二场专题讨论"全球合规:跨司法辖区的合规实践"中,TLP Advisor 高级顾问Harshil Agarwal 作为主持人,与 PolyFlow 研究与创新负责人 Will Liao,Wello 支付业务负责人 Sarah Xia,ALJAMHOR LAW 高级法律顾问 Mandy Ma,以及德勤(Deloitte)中东地区数字资产、资金与交易风险管理负责人 Rajesh Mohan 等业内权威展开深入探讨。

在探讨跨司法辖区合规实践时,与会嘉宾提出了多个关键洞见。嘉宾们提到,中东、亚洲、北美在监管逻辑上存在显著差异,Web3企业亟需构建模块化、可快速适配的合规架构,以应对不同地区的监管要求。特别是在迪拜等Web3开放城市,企业在享受政策包容性的同时,更应注重建立完善的风险防控体系。围绕跨境合规挑战,嘉宾进一步强调,提升链上与链下数据协同治理能力,是降低合规摩擦成本的关键路径。此外,在多个司法辖区推进代币化产品时,企业需参考一套涵盖地理封锁、牌照优先级与灵活信息披露的实践策略,以有效导航复杂的全球合规版图。

作为全球领先的数字资产交易平台,LBank始终将合规视为核心战略。LBank已经在北美、欧洲和中东等关键市场建立了广泛的合规网络,为全球用户提供更加安全、透明的交易环境。

LBank选择在迪拜举办“Code Meets Law”合规论坛,不仅展示了其对全球监管趋势的敏锐洞察,也彰显了在全球合规化进程中积极引领变革的战略布局。我们坚信,随着行业各界共同努力,合规与创新的共融将推动金融体系的深刻变革,为全球经济注入源源不断的新动能。

Bacaan Terkait

Terbukti: Claude Code Mengintip Pengguna, Zona Waktu dan Lab AI China Jadi Kata Kunci

Hari ini, Anthropic mengalami dua perkembangan. Di satu sisi, mereka merilis model Claude Sonnet 5 yang disebut sebagai model "paling mirip agen" hingga saat ini. Di sisi lain, Departemen Perdagangan AS mencabut pembatasan ekspor untuk model Claude Fable 5 dan Mythos 5. Namun, di komunitas pengembang, sebuah laporan mengungkapkan kontroversi mengenai Claude Code, asisten coding dari Anthropic. Laporan tersebut menyatakan bahwa Claude Code diduga menyisipkan kode tersembunyi yang dapat mendeteksi informasi pengguna, seperti zona waktu (terutama Asia/Shanghai atau Asia/Urumqi) dan penggunaan proxy (dengan memeriksa variabel lingkungan ANTHROPIC_BASE_URL). Informasi ini kemudian dikirim secara diam-diam ke server dengan menyembunyikannya di dalam prompt sistem, tepatnya pada bagian "Today's date is...", melalui variasi karakter Unicode yang sulit dibedakan mata telanjang (seperti ' , ʼ, atau ʹ). Mekanisme ini juga membandingkan domain proxy dengan daftar berisi 147 entri yang mencakup domain perusahaan teknologi dan lab AI China (seperti Baidu, Alibaba, ByteDance) serta layanan penjualan ulang atau mirror API Claude. Tujuannya diduga untuk mengidentifikasi dan membatasi akses tidak resmi di wilayah tertentu. Isu utamanya adalah transparansi. Meskipun pengumpulan data telemetri umum dilakukan, metode penyembunyian informasi dalam prompt ini dilakukan tanpa sepengetahuan pengguna, sehingga merusak kepercayaan, terutama untuk alat yang memiliki akses ke kode sumber dan eksekusi perintah. Anthropic telah menanggapi bahwa kode tersebut akan dihapus dalam pembaruan berikutnya. Sumber laporan berasal dari diskusi di Hacker News, blog The Real LO, dan International Cyber Digest.

marsbit2j yang lalu

Terbukti: Claude Code Mengintip Pengguna, Zona Waktu dan Lab AI China Jadi Kata Kunci

marsbit2j yang lalu

Grayscale: Setelah Anjlok 50%, BTC Mendekati Titik Terendah Siklus Ini

Harga Bitcoin (BTC) telah mengalami penurunan signifikan, turun lebih dari 50% dari puncak Oktober 2025 sebesar $125.000, dan mencapai level terendah baru siklus ini di bawah $60.000. Menurut analis Grayscale, Zach Pandl, ini adalah koreksi siklus biasa dalam tren naik jangka panjang Bitcoin, bukan pembalikan tren. Tekanan harga baru-baru ini terutama berasal dari perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve AS di bawah ketua baru yang lebih hawkish, yang memperlemah narasi perdagangan "penurunan nilai mata uang". Faktor lainnya termasuk ketidakpastian seputar adopsi RUU CLARITY di Senat AS, tekanan neraca leverage di sektor aset digital, serta kekhawatiran tentang risiko keamanan komputasi kuantum. Namun, tren positif struktural seperti adopsi teknologi blockchain oleh institusi tetap berlanjut. Dua skenario utama diidentifikasi untuk keluar dari pasar bearish ini: 1. **Skenario Dasar/Optimis:** RUU CLARITY disetujui, tekanan leverage teratasi, dan Fed tidak menaikkan suku bunga. Dalam kasus ini, Bitcoin mungkin sudah mendekati titik terendahnya. 2. **Skenario Pesimis:** RUU CLARITY gagal, terjadi deleveraging lebih lanjut, dan Fed terpaksa menaikkan suku bunga karena inflasi. Ini dapat menyebabkan penurunan harga lebih lanjut, meskipun kemungkinan tidak sedalam siklus sebelumnya karena kenaikan bullish yang lebih moderat dan permintaan institusional yang lebih kuat. Kesimpulannya, apakah harga Bitcoin telah mencapai titik terendah siklus ini bergantung pada katalis seperti keputusan suku bunga Fed dan perkembangan RUU CLARITY. Meski demikian, dengan prospek pertumbuhan struktural jangka panjang untuk teknologi blockchain dan aset digital, valuasi saat ini dianggap sebagai titik masuk yang menarik bagi investor dengan horizon panjang.

marsbit3j yang lalu

Grayscale: Setelah Anjlok 50%, BTC Mendekati Titik Terendah Siklus Ini

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片