SEC 推迟 5 只 Crypto ETF,分析师预计 10 月将做出最终裁决

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-04-30Terakhir diperbarui pada 2025-04-30

根据彭博 ETF 分析师编制的 ETF 批准日历,许多被推迟的产品仍需在第三季度和第四季度之间迎来最终截止日期。

作者:cryptoslate

编译:区块链骑士

4 月 29 日,SEC 推迟了对五项 Crypto 资产相关 ETF 申请的决策,这一举措在彭博 ETF 分析师 James Seyffart 和 Eric Balchunas 的预料之中。

此次延期涉及富兰克林邓普顿(Franklin Templeton)的现货 Solana(SOL) ETF 和 XRP ETF、灰度(Grayscale)的现货 Hedera(HBAR)ETF、Bitwise 的 Dogecoin(DOGE)ETF,以及与富达现货以太坊(ETH)ETF 相关的质押条款。

Seyffart 表示:「在我看来,这是意料之中的。大多数此类申请的最终截止日期都在 2025 年 10 月或更晚。」

他也不排除本周会进一步延期的可能性,因为还有约 72 只 Crypto ETF 正在等待 SEC 的批准,且这些申请的截止日期也即将到来。

Balchunas 指出,在 SEC 主席 Paul Atkins 近期正式上任之前,SEC 不太可能就此事做出任何决定。

他补充道:「他们一直在与外部人士会面。可能正在制定相关策略。在那之后,或许就会批准这些申请。」

SEC 对 Crypto 资产 ETF 申请的决策通常会遵循一系列法定截止日期:在《联邦公报》上发布 19b-4 表格后的 45 天、90 天、180 天和 240 天。

根据彭博 ETF 分析师编制的 ETF 批准日历,许多被推迟的产品仍需在第三季度和第四季度之间迎来最终截止日期。

更新后的日历显示,富兰克林现货 XRP ETF 的最终决策截止日期现已定为 2025 年 11 月 5 日,而富兰克林现货 SOL ETF 则需在 2025 年 10 月 7 日前得到裁决。

灰度 Hedera ETF 和 Bitwise Dogecoin ETF 的最终截止日期均定为 2025 年 10 月 8 日。与富达提案相关的以太坊质押条款目前仍在等待审批,其早期阶段已于 2025 年 4 月完成。

此次延期符合 SEC 的常规做法,延长了该机构的评估时间,且未做出拒绝申请的决定。

Bacaan Terkait

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

**Ringkasan:** Kartu pembayaran kripto saat ini memiliki volume transaksi bulanan sekitar $1,5 miliar, tetapi perkembangannya masih setara dengan kartu debit pada awal 1990-an. Masalah utamanya adalah mereka belum menjadi "akun utama" bagi pengguna, karena tidak mendukung hubungan keuangan rutin seperti penerimaan gaji atau pembayaran otomatis. Pasar didominasi oleh pemain seperti RedotPay, dengan pengguna terkonsentrasi di negara-negara berkembang (seperti Bangladesh, India, Mesir) yang memiliki akses terbatas ke mata uang dolar atau layanan perbankan tradisional. Di pasar maju, kartu kripto masih sulit menemukan pijakan yang kuat. Ada empat model bisnis utama: 1. **Infrastruktur Penerbitan Kartu:** Lapisan yang menyediakan teknologi dasar (contoh: Rain). Persaingan ketat, dan hanya penyedia dengan fitur unik (seperti penyelesaian T+0) yang akan bertahan. 2. **Kartu Pendamping Pertukaran:** Digunakan oleh bursa (contoh: Binance) untuk mempertahankan pengguna, dengan pendapatan utama berasal dari biaya perdagangan, bukan transaksi kartu. 3. **Dompet & DeFi:** Kartu terhubung ke dompet terdesentralisasi (contoh: MetaMask Card), memungkinkan pembayaran langsung dari aset on-chain. Namun, biaya gas dan kompleksitas teknis membatasi daya tariknya bagi pengguna biasa. 4. **Bank Digital Stablecoin:** Model yang paling sukses secara volume (contoh: RedotPay). Fokusnya adalah akun serba bisa untuk stablecoin dengan fitur seperti transfer lintas batas, dengan kartu sebagai saluran pembayaran. Kekuatannya ada di pasar berkembang. Kesimpulannya, hanya fungsi pembayaran tidak cukup untuk pertumbuhan jangka panjang. Untuk menjadi infrastruktur keuangan yang matang, pemain industri harus: (1) mengontrol aliran dana di hulu, (2) mempertahankan keunggulan di ceruk pasar berkembang, dan (3) yang paling penting, membangun hubungan akun inti dengan pengguna—mirip dengan bagaimana rekening bank tradisional menjadi pusat kehidupan keuangan sehari-hari. Tanpa ini, kartu pembayaran kripto hanya akan tetap menjadi alat isi ulang untuk ceruk pasar tertentu.

Foresight News4m yang lalu

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

Foresight News4m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

**Ringkasan: Biaya Keamanan Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan di DeFi** Berdasarkan data DeFiLlama, kuartal kedua tahun ini mencatat 88 serangan peretasan dengan total kerugian mencapai $780,3 juta. Rangkaian peristiwa ini membuktikan bahwa **kerugian akibat masalah keamanan kini telah menjadi bagian dari biaya modal di ekosistem DeFi**. Biaya tersembunyi ini secara langsung memengaruhi pendapatan pengguna, pemilihan rute aset, dan keputusan dalam menyediakan likuiditas. Risiko utama berasal dari dua area: **kerentanan infrastruktur** (seperti jembatan lintas rantai/ *cross-chain bridge*) yang menyebabkan kerugian besar per insiden, dan **cacat logika kontrak** yang lebih sering terjadi. Serangan terhadap infrastruktur kritis—saluran perpindahan aset, sistem verifikasi, antarmuka—telah mengubah logika pasar. Partisipan kini mulai memasukkan **premi risiko** ke dalam perhitungan mereka, mengevaluasi kembali biaya sebenarnya untuk berpartisipasi di ekosistem *on-chain*. **Keandalan rute aset** kini menjadi bagian integral dari pertimbangan transaksi. Insiden pada jembatan lintas rantai seperti KelpDAO, LayerZero, dan THORChain membuat likuiditas cenderung berpindah ke platform dengan jalur yang lebih jelas dan risiko lebih rendah. Agar tetap kompetitif, platform harus menanggung **biaya distribusi** yang lebih tinggi untuk menarik likuiditas, yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan anggaran audit, program *bug bounty*, asuransi aset, dan mekanisme pemantauan. Singkatnya, masalah peretasan di DeFi telah berevolusi dari sekadar isu keamanan teknis menjadi **tekanan struktural** pada pasar. Ini berfungsi seperti **pajak likuiditas implisit** yang dikenakan pada seluruh aliran aset, perolehan hasil, dan sistem kepercayaan di ruang *on-chain*. Masa depan akan didominasi oleh protokol yang dapat secara transparan mengungkap risiko dan menerapkan solusi pengendalian yang komprehensif.

Foresight News33m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

Foresight News33m yang lalu

Trading

Spot
活动图片