Ripple CTO David Schwartz asks a Riddle; Can you solve it?

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-04-29Terakhir diperbarui pada 2025-04-29

Ripple CTO David Schwartz sparked a wave of curiosity online after posting a cryptic riddle on X involving three massive numbers. The question? Add the cubes of those three oddly specific integers — and guess the result.

Some replied with wild guesses, others pulled in Grok for help, but a few caught on: the answer is 42.

It wasn’t just some random riddle for fun. What Schwartz posted actually pointed to a math problem that had puzzled experts for decades — trying to find three whole numbers that, when cubed and added together, equal 42. Sounds simple, but it had mathematicians scratching their heads for years. 

In fact, 42 was one of the few numbers under 100 that no one had been able to solve for — it just wouldn’t crack. That changed in 2019, when mathematicians Andrew Booker and Andrew Sutherland finally figured it out after months of heavy-duty number crunching using powerful computers. The numbers Schwartz tweeted were the exact trio they found.

But the fun doesn’t end with math. Fans of The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy instantly recognized the number. In Douglas Adams’ iconic sci-fi series, 42 is humorously dubbed “the Answer to the Ultimate Question of Life, the Universe, and Everything.”

So when Schwartz dropped the riddle, it wasn’t just a nod to number theory — it was a perfect blend of deep math, internet lore, and geeky nostalgia.

Turns out, in Ripple’s world and beyond, 42 still holds its place as the most mysterious number in the universe.

Also Read: Ripple Prez Avoids IPO Talk, Says ‘We’re in a Healthy Position’



Bacaan Terkait

Ethereum dan Bitcoin hadapi krisis pasokan bersejarah – 2 METRIK ini ungkap langkah selanjutnya

Meskipun mengalami volatilitas pasar selama berbulan-bulan, pemegang Ethereum dan Bitcoin terus menunjukkan minat yang rendah untuk mengembalikan koin mereka ke bursa. Fenomena ini lebih dari sekadar penurunan antusiasme perdagangan investor. Persistensi penarikan koin terus mengurangi pasokan likuid yang tersedia di pasar. Saat ini, jumlah Bitcoin di bursa berada pada titik terendah sejak 2017, dan jumlah Ethereum (ETH) di bursa juga mencapai level terendah sejak 2015. Aliran bersih (Netflows) yang negatif menunjukkan bahwa pemegang institusional dan jangka panjang lebih memilih penyimpanan mandiri (seperti ETF atau treasury korporat), yang semakin mengurangi koin dari potensi penjualan dan tekanan jual jangka pendek. Di sisi Bitcoin, Pemegang Jangka Panjang (Long-Term Holders) secara konsisten menyerap pasokan yang beredar, menggeser pola dari distribusi ke akumulasi. Indikator seperti HODL Waves dan Skor Tren Akumulasi mengonfirmasi pengumpulan aset oleh dompet yang lebih kecil dan menengah. Pasokan yang dipegang Pemegang Jangka Panjang mendekati 15 juta BTC, sementara pasokan Pemegang Jangka Pendek turun menjadi sekitar 16,75 juta BTC, mengindikasikan perpindahan kepemilikan ke tangan pemegang dengan keyakinan lebih kuat. Namun, pasokan yang semakin ketat saja tidak cukup untuk mempertahankan pemulihan Bitcoin. Tren kenaikan yang berkelanjutan tetap memerlukan permintaan beli yang lebih kuat untuk menyerap likuiditas yang tersedia. Tanpa dukungan itu, Bitcoin mungkin kesulitan menjaga momentum meskipun saldo di bursa semakin langka. Jika permintaan terus pulih, pasokan likuid yang terbatas berpotensi memperkuat penemuan harga dan mendukung siklus pasar yang digerakkan oleh struktur fundamental.

ambcrypto3j yang lalu

Ethereum dan Bitcoin hadapi krisis pasokan bersejarah – 2 METRIK ini ungkap langkah selanjutnya

ambcrypto3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片