В Matrixport спрогнозировали рост биткоина до $100 000 при условии увеличения ликвидности

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-03-28Terakhir diperbarui pada 2025-04-28

  • Аналитики Matrixport заявили о росте ликвидности на крипторынке.
  • По их мнению, если тенденция сохранится, то биткоин достигнет $100 000.

Эксперты аналитической компании Matrixport считают возможным рост первой криптовалюты до отметки в $100 000 при условии дальнейшего поступления нового капитала на рынок.

📊 Today’s #Matrixport Daily Chart – April 28 2025 ⬇️

Fresh Inflows (could) Signal Bitcoin's Next Breakout Toward $100,000 #Matrixport #BTC #Bitcoin #Crypto #Liquidity #BTC100K #MarketTrends pic.twitter.com/zmriWhFbfd

— Matrixport Official (@Matrixport_EN) April 28, 2025

«Ликвидность на рынке криптовалют улучшается, и новый капитал начинает поступать на рынок — это положительная динамика. После двух месяцев движения в боковом диапазоне с небольшим подъемом мы сейчас наблюдаем первые признаки активного притока фиатных средств в криптовалюты», — говорится в сообщении.

Аналитики добавили, что если эта тенденция сохранится, то биткоин «без особых трудностей« сможет пробить уровень $100 000. По их словам, несмотря на то, что это еще начальные этапы, именно подобный рост приток средств в октябре и ноябре 2024 года стал «двигателем предыдущего стремительного ралли».

Отметим, на момент написания первая криптовалюта торгуется вблизи отметки в $94 800:

График BTC/USDT. Данные: TradingView.

Напомним, ранее эксперты CryptoQuant заявили о крупнейшем за более чем два года оттоке биткоинов с бирж. По их мнению, это может свидетельствовать о возможной фазе повторного накопления активов инвесторами.

Bacaan Terkait

Bank-Bank Besar Menuntut Verifikasi Identitas di Pasar Sekunder Stablecoin

Lembaga Kebijakan Perbankan (BPI), organisasi yang mewakili raksasa perbankan seperti JPMorgan, Bank of America, Wells Fargo, dan Citi, mendesak agar persyaratan verifikasi identitas (CIP) diperluas ke pasar sekunder untuk stablecoin. Desakan ini disampaikan dalam tanggapan mereka terhadap aturan "Program Identifikasi Pelanggan" yang diusulkan oleh FinCEN (Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS). BPI menekankan bahwa bursa dan platform lain yang berinteraksi langsung dengan pelanggan ritel memainkan peran besar dalam ekosistem stablecoin dan di situlah banyak aktivitas ilegal diduga terjadi, sehingga mereka juga harus tunduk pada aturan CIP berdasarkan Undang-Undang Kerahasiaan Perbankan (BSA). Aturan yang diusulkan FinCEN sendiri mengakui bahwa memperluas pengumpulan informasi ke pasar sekunder akan "sangat sulit secara praktis," karena identitas pelanggan di pasar sekunder sering kali anonim atau menggunakan nama samaran. Hal ini disebabkan sifat blockchain yang terdesentralisasi, sehingga tidak ada titik pusat untuk mengumpulkan data identifikasi. BPI juga merekomendasikan agar aturan tersebut mencakup berbagai jenis pelaku pasar terdesentralisasi (seperti bursa terdesentralisasi). Namun, jika rekomendasi BPI diterima, ini akan menjadi beban tambahan bagi penerbit stablecoin. Sebelumnya, pada bulan Mei, BPI bersama kelompok perbankan lainnya juga menolak versi Undang-Undang Transparansi Pasar Aset Digital karena dianggap tidak menutup celah yang memungkinkan distribusi imbal hasil berdasarkan aktivitas kepada pengguna stablecoin.

cryptonews.ru2m yang lalu

Bank-Bank Besar Menuntut Verifikasi Identitas di Pasar Sekunder Stablecoin

cryptonews.ru2m yang lalu

Penjelasan Mengenai Melepaknya Stablecoin dari Kurs Tetap: Apa yang Sebenarnya Terjadi Ketika Dolar Digital Kehilangan Pegaannya dengan Dolar AS

Penjelasan tentang pelepasan stablecoin dari nilai tetap: Apa yang sebenarnya terjadi ketika dolar digital kehilangan patokannya terhadap dolar AS? Patokan nilai stablecoin bukanlah kode, melainkan janji ekonomi: emiten menjamin penukaran 1 token = 1 USD, dipertahankan oleh arbitrase. Mekanisme penukaran langsung ini terbatas bagi institusi besar (mis., minimum $100.000 di Tether), sehingga patokan bergantung pada kepercayaan dan rantai arbitrase saat terjadi kepanikan. Artikel menguraikan empat penyebab utama pelepasan patokan: 1. **Masalah Kepercayaan** (USDT, 2018): Isu tentang solvabilitas emiten. 2. **Masalah Perbankan** (USDC, 2023): Bagian cadangan tersangkut di bank yang bangkrut (Silicon Valley Bank). 3. **Masalah Rekanan & Hasil** (xUSD, 2025): Model berbasis hasil dengan leverage gagal, menyebabkan kerugian besar dan pembekuan. 4. **Masalah Desain** (TerraUSD/UST, 2022): Mekanisme algoritmik dengan token kembar (LUNA) masuk dalam "spiral kematian" saat terjadi rush penarikan. Pada 2026, pasar stablecoin menyusut tajam ($14,56 miliar) karena regulasi AS yang melarang pembayaran bunga, mengurangi modal arbitrase yang menyerap guncangan. Konsentrasi tinggi di USDT & USDC (83% pasar) meningkatkan risiko sistemik jika salah satu emiten bermasalah. Untuk menafsirkan pelepasan patokan: 1. Identifikasi akar penyebabnya (model cadangan vs. algoritmik/berbasis hasil). 2. Pantau aktivitas penebusan oleh emiten, bukan hanya harga. 3. Waspadai efek penularan ke protokol DeFi dan aset crypto lainnya yang menggunakan stablecoin tersebut sebagai jaminan.

cryptonews.ru5m yang lalu

Penjelasan Mengenai Melepaknya Stablecoin dari Kurs Tetap: Apa yang Sebenarnya Terjadi Ketika Dolar Digital Kehilangan Pegaannya dengan Dolar AS

cryptonews.ru5m yang lalu

Trading

Spot
活动图片