GameFi and DeFi Buoy TON as Crypto Markets Continue To Slip

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-04-21Terakhir diperbarui pada 2025-04-21

Key Takeaways
  • The Open Network (TON) became Telegram’s exclusive blockchain to power its ecosystem in January 2025.
  • Telegram’s play-to-earn mini apps have often been criticised for being unsustainable.
  • Toncoin (TON) is currently trading at $3.01, down 51.21% over the past year. It has a market cap of $7.56 billion.

Toncoin (TON) has stayed afloat during the current crypto market downturn as its utility within Telegram’s Web3 gaming and decentralized finance (DeFi) ecosystems.

It also seems that the network is shifting away from the broken and unsustainable airdrop promises of play-to-earn (P2E) gaming and toward play-to-win models.

Web3 Gaming

According to the TON Ecosystem: March 2025 Report , the network has managed to stay afloat through a turbulent market period thanks to its DeFi and new play-to-win offerings.

Perhaps acknowledging the limitations of play-to-earn (P2E) and subtly responding to the many criticisms that its Mini apps get for being unsustainable, the report indicates a shift in the other direction.

More specifically, it highlights a shift toward “Play-to-Win” gaming with the integration of Miomi Game, an eSports platform that focuses on tying rewards to a player’s performance and effort, not just their participation.

Notably, Miomi soaked up 5% of TON transactions in early March.

The report follows 2024’s much-hyped Web3 gaming push from Telegram mini apps such as Notcoin, Hamster Kombat, and Catizen, which garnered millions of players and distributed billions worth of tokens to hundreds of millions of players through their P2E airdrops.

Telegram’s DeFi

The report also notes a few DeFi projects that are making waves on the platform.

It begins by noting lending protocol Factorial, which increased its total value locked (TVL) from $16 million to a new high of $29 million. This, however, has since retreated to $14.3 million .

In addition, decentralized exchange (DEX) TONCO grew its TVL tenfold from $749,000 to $7.9 million in March. It reached $9.91 million on April 1, 2025, and has since shrunk to $7.68 million .

The network’s first yield tokenization protocol, F IVA, launched on the TON mainnet in late March and has since garnered $1.28 million in TVL.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

AI Pembuatan Gambar Tanpa Pelatihan Dipercepat 1000%, Caranya: 'Pipa Tiga Tahap' Paling Sederhana

Kemampuan gambar AI semakin kuat, namun pengguna masih merasakannya lambat. Metode akselerasi model difusi tradisional seperti kuantisasi atau distilasi langkah sering kali bergantung pada perangkat keras atau fine-tuning yang mahal. Tim peneliti dari Beihang University, NTU, dan ETH memperkenalkan **MrFlow (Multi-Resolution Flow Matching)**, sebuah pipeline tiga tahap sederhana dan bebas pelatihan untuk mempercepat pembuatan gambar secara signifikan: 1. **Pembuatan Kerangka Beresolusi Rendah:** Model asli menghasilkan gambar struktur global (subjek, tata letak, semantik) di ruang latens beresolusi rendah. Token gambar jauh lebih sedikit, sehingga setiap langkah lebih murah dan konvergensinya lebih cepat. 2. **Super-Resolution di Ruang Pixel:** Hasil beresolusi rendah didekode ke gambar, lalu ditingkatkan resolusinya di ruang pixel menggunakan model super-resolution yang telah dilatih sebelumnya (seperti Real-ESRGAN). Pendekatan ini mempertahankan struktur dengan lebih baik daripada upsampling di ruang latens. 3. **Pemurnian Satu Langkah Beresolusi Tinggi:** Gambar super-resolution dienkode ulang ke ruang latens, ditambahkan sedikit noise intensitas rendah (~0.12), lalu dimurnikan oleh model flow-matching asli hanya dalam **satu langkah** inferensi resolusi tinggi. Noise rendah memungkinkan titik awal dekat dengan gambar bersih. Dengan konfigurasi default "12+1" (12 langkah rendah-res, 1 langkah tinggi-res), MrFlow mencapai **percepatan 10.35x** (dari 49.32s menjadi 4.77s) pada model seperti Qwen-Image, dengan penurunan kualitas minimal (~1%). Metode ini unggul dalam kurva trade-off kecepatan-kualitas dibanding metode akselerasi bebas pelatihan lainnya, dapat digabungkan dengan model distilasi untuk akselerasi lebih lanjut, dan sudah tersedia sebagai kode open-source beserta plugin ComfyUI.

marsbit12m yang lalu

AI Pembuatan Gambar Tanpa Pelatihan Dipercepat 1000%, Caranya: 'Pipa Tiga Tahap' Paling Sederhana

marsbit12m yang lalu

Dolar Kolateral: Bagaimana 'Lapisan Kedua Dolar' di Atas Stablecoin Terbentuk?

Kebanyakan orang berpikir stablecoin menggantikan fungsi Eurodolar, namun sebenarnya mereka hanya mengganti beberapa fungsi dalam sistem yang ada, terutama saldo dolar untuk operasional dan penyelesaian sehari-hari. Pertanyaan utama adalah: apa yang terjadi ketika perantara keuangan menciptakan klaim dolar baru di atas stablecoin? Artikel ini menjelaskan bagaimana saluran pembiayaan agunan baru ini bekerja. Stablecoin memperkenalkan klaim dolar pribadi yang ditokenisasi. Pengendalian agunan yang dapat diberlakukan membuka saluran kredit terjamin, tetapi tidak menciptakan klaim moneter. Peristiwa moneter sejati hanya terjadi ketika neraca lain membiayai, memperpanjang, atau menerima kewajiban atas token yang dikendalikan tersebut mendekati nilai nominal. "Agunan Dolar" bukanlah stablecoin itu sendiri. Ini adalah lapisan kewajiban kedua yang diciptakan oleh neraca lain terhadap saldo token yang dikendalikan, yang dibiayai dan dipertahankan mendekati nilai nominal. Elastisitas berasal dari neraca yang menerbitkan kewajiban atas token dan kesediaan pihak ketiga memperlakukan kewajiban itu sebagai aset bernilai dekat nominal, bahkan di bawah tekanan. Stablecoin terutama menggantikan fungsi deposit operasional lepas pantai. Namun, mereka tidak menggantikan kebutuhan akan "kapasitas neraca dolar" — kemampuan untuk mendapatkan pembiayaan, margin, lindung nilai, atau transformasi jatuh tempo. Saluran agunan menjadi penting secara sistemik hanya ketika klaim yang diciptakan di atas stablecoin memperoleh pembiayaan atau diterima mendekati nilai nominal oleh pihak lain. Tekanan dalam saluran agunan stablecoin bekerja secara berbeda. Yang gagal pertama adalah klaim lapisan kedua (janji penyedia likuiditas), bahkan jika token dasar (janji penerbit) masih solven. Penyesuaian margin, penjualan terpaksa, atau kehilangan pendanaan dapat memicu spiral di mana penurunan harga token dan peningkatan diskon saling memperkuat.

marsbit53m yang lalu

Dolar Kolateral: Bagaimana 'Lapisan Kedua Dolar' di Atas Stablecoin Terbentuk?

marsbit53m yang lalu

Trading

Spot
活动图片