Solana’s Price Plunges. Will Solaxy’s Layer-2 Solution Revive the Ecosystem?

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-04-14Terakhir diperbarui pada 2025-04-14

Abstrak

Solana's price declined sharply to begin April, declining 60% from its all-time high of $294.33 in mid-January. The sudden drop...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Solana’s price declined sharply to begin April, declining 60% from its all-time high of $294.33 in mid-January.

The sudden drop has raised concerns about the scalability and resilience of Solana, a leading meme coin ecosystem, and its native token $SOL, one of the top altcoins – but created an opportunity for Solaxy.

Is the latest plunge just another part of $SOL’s particularly volatile nature? Or are there deeper concerns resting beneath the surface?

Time for a closer analysis of $SOL’s performance, and a look at how Solaxy could be just the Layer-2 solution that Solana needs to succeed.

Solana’s Recent Challenges

In mid-January, $SOL reached an all-time high of $295.

By April 7, it briefly traded below $100 before recovering. It currently sits at roughly $133.

What caused the downturn? $SOL has seen wide swings before – the recent all-time-high was just barely higher than the previous one, which came two years earlier.

Solana all-time-price performance

On the broader market front, Donald Trump’s escalating trade war continues to send shockwaves through the market. Broader economic uncertainties have impacted investor confidence, leading to sell-offs.

One of the major drivers in Solana’s success as a network was new meme coins. $BONK, back in 2022, helped to kick-start $SOL’s price surge. But increased trading and speculation can lead to congestion of the Solana mainnet, causing transaction delays and failures.

In addition, Solana’s relationship with meme coins has cooled decidedly. Trading volume on the popular meme coin launchpad Pump.fun fell dramatically in Q1 2025, from $3B in January to $170M in early March; it was a paltry $38M in early April.

Top top it all, Ethereum founder Vitalik Buterin criticized Pump.fun for bringing projects with little to no value, hurting blockchain’s ‘social philosophy.’

Pump.fun graduated tokens daily volume

To solve its meme coin blues – and perhaps reverse the price plunge – Solana needs some fresh innovation in the ecosystem.

Solaxy: Improved Scalability on Solana’s First-Ever Layer-2

Solaxy ($SOLX) is Solana’s first true Layer-2 (L2) scaling solution, designed to address the network’s congestion and scalability challenges and reinvigorate its meme coin ecosystem.

Solaxy handles transactions off the main chain, alleviating congestion and enhancing throughput with a rollup architecture much like Ethereum’s L2s.

Even better, Solaxy supports a cross-chain infrastructure connecting Solana and Ethereum, blending the latter’s reliability and scalability with Solana’s speed and lower transaction fees.

What is Solaxy

The utility token for Solaxy, $SOLX, is currently in the presale stage. You can learn how to buy $SOLX with our guide, but don’t delay – the presale continues to gain steam rapidly. It just passed the $30M mark, with tokens priced at $0.001694.

Solaxy’s ability to deploy a sophisticated Layer-2 solution comes at an ideal time. Our own analysis indicates that, on the back of a successful presale, $SOLX token price could reach $0.032 by the end of 2025.

Visit the Solaxy presale page to learn more.

Continued Interest in Solana Supports Solaxy’s Development

Solaxy deployment could have great timing. Despite the recent losses, at least one company – Renover – plans to build a Solana reserve. They’ve been buying the dip, with a recent purchase of over $11M bringing their total $SOL holdings to over 83K tokens.

The company’s CEO, Joseph Onorati, explained the rationale behind the move. He called Solana the ‘foundation of a high-performance financial system’ and a key strategic asset.

Renover aims to raise a total of $42M to fund a Solana reserve for the company. It’s proof of the positive reputation Solana has as both a cryptocurrency and a blockchain ecosystem.

It’s worth remembering that US President Donald Trump also included $SOL in the planned US Digital Assets Stockpile alongside other best altcoins like $XRP and $ETH.

Short-term losses shouldn’t hinder Solana’s continued ecosystem growth, and Solaxy could be in a perfect position to accelerate that expansion.

The Potential Impact of Solaxy on Solana’s Ecosystem

Solaxy’s development comes at a critical time for Solana. By addressing the network’s scalability issues, Solaxy could play a pivotal role in restoring confidence and attracting new projects to the Solana ecosystem, making it one of the best crypto to buy now.

All the information provided here is just that – information. Do your own research before making any investment decisions; this is not financial advice.

Solaxy could position Solana as a more robust platform, capable of supporting a resurgence of meme coins and high-demand applications, including DeFi and NFT projects.

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

Enam Keluhan dari Seorang Pengembang Ethereum

Sebagai pengembang dan pemegang ETH, penulis mengungkapkan enam keluhan utama terhadap arah pengembangan Ethereum: 1. **Mentalitas "mantan ketua" terlalu dini**: Fondasi Ethereum beralih dari "kami membangun" menjadi "kami adalah infrastruktur" sebelum benar-benar memenangkan pasar, menyebabkan kehilangan momentum. 2. **Narasi ESG yang salah sasaran**: Fokus pada pengurangan konsumsi energi (99,95%) alih-alih peningkatan pengalaman pengguna (kecepatan, biaya, hasil) tidak menjawab kebutuhan pasar. 3. **Waktu pengembangan yang lambat**: Proof-of-Stake (PoS) membutuhkan 7 tahun sejak peluncuran, memberikan kesempatan pada pesaing seperti Solana untuk berkembang. 4. **Pengalaman staking yang buruk**: Tidak ada aplikasi staking resmi yang ramah pengguna, mengandalkan pihak ketiga seperti Lido dan berisiko sentralisasi. 5. **Penurunan nilai yang dikelola**: Rute berbasis rollup melemahkan lapisan dasar, memindahkan pendapatan dan fragmentasi modal ke L2 seperti Arbitrum dan Base. 6. **Ideologi mengalahkan pengiriman produk**: Budaya Ethereum lebih mementingkan kemurnian filosofis (netralitas, barang publik) daripada kemenangan produk dan memenuhi keinginan pasar akan finansialisasi. Diagnosisnya adalah hutang eksekusi yang terakumulasi. Ethereum memiliki keunggulan struktural pada 2021 tetapi menghabiskan waktu untuk debat, sementara Solana berkolaborasi secara efisien. Penurunan kapitalisasi pasar ETH mencerminkan kegagalan eksekusi spesifik, bukan masalah koordinasi. Intinya: Ethereum telah berhenti berjuang untuk meningkatkan nilai asetnya.

链捕手2j yang lalu

Enam Keluhan dari Seorang Pengembang Ethereum

链捕手2j yang lalu

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuk ke 'Era Perhitungan'

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuki 'Era Pertanggungjawaban Biaya' Dua tahun terakhir, banyak perusahaan mendorong penggunaan AI untuk mengikuti tren. Namun, kini CEO dan CFO mulai mempertanyakan nilai riil dari setiap dolar yang dihabiskan untuk token AI. Perdebatan tentang anggaran token intinya bukan sekadar memotong tagihan, tetapi menilai ulang alokasi sumber daya kecerdasan. Fase pertama AI perusahaan membuktikan bahwa model dapat menyelesaikan pekerjaan. Fase berikutnya akan menentukan: pekerjaan mana yang benar-benar layak dibayar? Biaya inferensi AI kini menjadi biaya operasional berkelanjutan, bukan lagi anggaran eksperimen. Tagihan token yang tinggi bisa mencerminkan pekerjaan nyata, tetapi juga bisa berarti pemborosan karena prompt yang buruk, konteks yang tidak relevan, atau pemilihan model yang berlebihan. Utilitas token marjinal—nilai bisnis yang diciptakan per dolar tambahan biaya inferensi—menjadi angka kunci namun sulit dilihat. Penyebabnya antara lain ekor panjang percobaan ulang (retry), inflasi konteks yang meningkatkan biaya secara kuadratik, dan perutean yang tidak efisien ke model termahal. AI mengubah logika SaaS. Penggunaan SaaS mengindikasikan adopsi perangkat lunak, sementara penggunaan AI hanya menunjukkan "meteran berjalan", tanpa jaminan nilai. Perusahaan membutuhkan lapisan atribusi yang menghubungkan biaya token dengan hasil bisnis, seperti biaya per tiket layanan yang diselesaikan atau per klaim yang diproses. Mereka yang menguasai atribusi dari token ke hasil akan mengendalikan alokasi anggaran AI: alur kerja mana yang pantas mendapat daya komputasi lebih, mana yang harus dialihkan ke model lebih murah, atau mana yang tetap ditangani manusia. Ini adalah inti dari perang anggaran token dan masa depan AI perusahaan yang matang.

marsbit3j yang lalu

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuk ke 'Era Perhitungan'

marsbit3j yang lalu

Utang AS Melebihi $39 Triliun Pertama Kali Melebihi PDB: 'Gajah Abu-Abu' yang Harus Dihadapi Setiap Investor pada 2026

**Ringkasan: Utang AS Melewati Ambang Batas Berbahaya – Apa Artinya bagi Investor** Pada Maret 2026, utang publik yang dipegang oleh pihak eksternal AS melampaui total PDB negara itu untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, mencapai rasio 100.2%. Total utang nasional kini melebihi $39 triliun dan terus bertambah sekitar $5-8 miliar per hari. Defisit tahunan sekitar $2 triliun, dan pembayaran bunga utang diperkirakan mencapai $1.039 triliun pada tahun fiskal 2026—menjadikannya pengeluaran federal terbesar ketiga. Masalah utang ini bersifat struktural, didorong oleh kombinasi pemotongan pajak, peningkatan belanja (terutama untuk Jaminan Sosial, Medicare, dan bunga utang), dan warisan defisit pandemi. Undang-undang baru seperti *One Big Beautiful Bill* (OBBB) diperkirakan akan menambah defisit sebesar $2.8 triliun dalam dekade mendatang. Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperingatkan bahwa jalur fiskal saat ini "tidak berkelanjutan" dan memproyeksikan utang bisa mencapai 175% dari PDB pada 2056. Meskipun AS secara teknis tidak dapat bangkrut karena mencetak mata uangnya sendiri, konsekuensi dari jalur ini serius. Risiko utama adalah inflasi yang lebih tinggi, suku bunga yang terus meningkat, dan potensi krisis kepercayaan di pasar obligasi yang dapat mendorong yield melonjak tajam, meningkatkan biaya pinjaman untuk semua pihak. Agen pemeringkat seperti Moody's telah menurunkan peringkat kredit AS. **Implikasi bagi Investor:** * **Saham:** Lingkungan suku bunga tinggi yang berkelanjutan akan menekan saham pertumbuhan bernilai tinggi dan lebih menguntungkan sektor keuangan serta perusahaan dengan laba saat ini yang kuat. * **Obligasi:** Pasokan obligasi pemerintah yang besar akan terus memberi tekanan pada harga obligasi jangka panjang, menjaga yield tetap tinggi. Obligasi korporasi berkualitas tinggi dan obligasi pemerintah jangka menengah mungkin menawarkan keseimbangan risiko-imbalan yang lebih baik. * **Aset Riil & Emas:** Aset seperti emas, properti, dan komoditas dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap potensi pelemahan daya beli mata uang. * **Investor Asia/Singapura:** Kenaikan suku bunga AS dapat menarik modal keluar dari pasar emerging, memberi tekanan pada mata uang dan pasar saham Asia. Gejolak di AS akan berdampak signifikan pada pusat keuangan seperti Singapura. Para ahli menggambarkan tiga skenario ke depan: reformasi fiskal yang stabil (tidak mungkin), "slow burn" dengan pertumbuhan tertekan dan suku bunga tinggi (skenario paling mungkin), atau keruntuhan kepercayaan yang tiba-tiba di pasar obligasi (risiko rendah tetapi meningkat). Kesimpulan bagi investor adalah era suku bunga sangat rendah telah berakhir. Portofolio perlu diatur ulang dengan mempertimbangkan durasi tetap yang lebih pendek, diversifikasi geografis, dan alokasi ke aset riil untuk melindungi dari risiko inflasi dan ketidakpastian fiskal yang berkelanjutan.

marsbit3j yang lalu

Utang AS Melebihi $39 Triliun Pertama Kali Melebihi PDB: 'Gajah Abu-Abu' yang Harus Dihadapi Setiap Investor pada 2026

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli LAYER

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Solayer (LAYER) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Solayer (LAYER) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Solayer (LAYER) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Solayer (LAYER) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Solayer (LAYER)Lakukan trading Solayer (LAYER) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

770 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.02.11Diperbarui pada 2025.03.21

Cara Membeli LAYER

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga LAYER (LAYER) disajikan di bawah ini.

活动图片