Top Web3 Games To Play On PS5 in 2025

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-04-14Terakhir diperbarui pada 2025-04-14

Key Takeaways
  • Off The Grid is likely to see a full launch at some point in 2025.
  • Moonray and Paradise Tycoon will have no Web3 features when they launch on PS5, but may reinstate them over time.
  • PlayStation 5 Web3 titles may struggle to implement all their blockchain and crypto features under Sony’s strict policies.

Web3 games are going mainstream in 2025, and some are coming to Sony’s wildly successful and powerful gaming console, the PlayStation 5.

Here’s a look at some of this year’s upcoming Web3 titles.

Web3 PS5 Games

Off the Grid

Launched in October 2024, Gunzilla’s dystopian cybernetic battle-royale shooter “Off The Grid” is the first and only Web3 title playable on the PlayStation 5 right now in early access.

It’s built on a custom L1 network called the GUNZ Network, which is based on the Avalanche (AVAX) blockchain. Notably, the GUNZ mainnet is set to launch nodes on April 17, 2025, sparking hope that the game’s full launch is happening this year.

Following in the footsteps of PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), Fortnite, Apex, and Escape from Tarkov, Off The Grid drops you into intense player-vs-player and player-vs-environment game modes where players duke it out to be the last one standing.

The blockchain side of the game comes as an optional extra. You can play the game and its story in its entirety without ever engaging with the non-fungible tokens (NFTs) or the marketplace available.

If players decide they wish to engage with the Web3 elements, they can convert specific items collected in-game and then mint weapons, armor, and upgrades as NFTs, which will be unique to their character and tied to their account.

These can then be sold on the platform’s marketplace.

2025 Launches

Moonray

Developed by Moonray Studios and launched in 2024, Moonray is a battle arena featuring some pretty awesome-looking ranged and melee combat with a number of game modes to play.

It’s built on the Ethereum blockchain and is integrated with Coinbase’s Base network, offering optional Web3 features such as NFTs, which represent in-game assets like character skins, as well as the MNRY token, which can be used for in-game purchases, rewards, and other interactions.

It’s currently in ‘alpha’ mode as a free-to-play title on the Epic Game Store, and has plans to launch on the PS5 this year. At present, the porting process is underway, and playtests have been scheduled for H2 2025.

Interestingly, the game’s PS5 version will reportedly be stripped of its Web3 features at launch due to Sony’s strict policies. It’s unknown if this is a permanent decision, as Off The Grid is seemingly able to offer optional Web3 features and operate in a gray area with its custom blockchain and ‘early access’ status.

This could change depending on market trends, regulatory concerns, and overall development in the Web3 gaming space. If Off the Grid can succeed and launch fully on PlayStation 5 with optional Web3 features, Moonray could do the same.

Paradise Tycoon

Paradise Tycoon is a multiplayer simulation and tycoon game akin to the wildly popular Animal Crossing and Stardew Valley titles. Set in a beautiful tropical metaverse, players are invited to manage and build up an uninhabited island and turn it into their own personalized paradise.

It’s currently available in Beta form on Windows, iOS, and Android, and it features Web3 features, such as NFT requirements have not yet been implemented.

It’s built on the Avalanche blockchain, and when fully launched, invites players to hire NFT-based crew members to increase their output through automated tasks, collaborate and trade with other players, as well as participate in regular events and quests.

Through such activities, players can earn the game’s native MOANI tokens and use them for various in-game interactions.

Similar to Moonray, this game may also drop its Web3 features for its PS5 launch. However, also similarly to Moonray, its blockchain and crypto features have always been optional, suggesting that over time, it could reintroduce Web3 mechanics.

KOMPETE (Unconfirmed)

KOMPETE is a free-to-play multiplayer game and currently has two game modes, a fast-paced battle-royale shooter, and a Mario Kart-style racing mode featuring bazookas. At present, it’s developing a basketball game with plans to add many more games.

It’s built on the Ethereum blockchain and is integrated with Coinbase’s Base network.

This cross-platform title is currently in early access on Windows, Epic Game Store, iOS, and Android. According to its website, it’s coming to PlayStation, and that could be at some point this year.

Players can own and trade cosmetics in the form of NFTs, and the game features a native crypto token, $KOMPETE, which is used for in-game transactions, tournament participation, and ultimately distributed as a reward to players.

As it’s cross-platform and part of an ever-expanding ecosystem of games, KOMPETE may be one of the more important Web3 titles to launch on the PlayStation 5, when it does.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Enam Keluhan dari Seorang Pengembang Ethereum

Sebagai pengembang dan pemegang ETH, penulis mengungkapkan enam keluhan utama terhadap arah pengembangan Ethereum: 1. **Mentalitas "mantan ketua" terlalu dini**: Fondasi Ethereum beralih dari "kami membangun" menjadi "kami adalah infrastruktur" sebelum benar-benar memenangkan pasar, menyebabkan kehilangan momentum. 2. **Narasi ESG yang salah sasaran**: Fokus pada pengurangan konsumsi energi (99,95%) alih-alih peningkatan pengalaman pengguna (kecepatan, biaya, hasil) tidak menjawab kebutuhan pasar. 3. **Waktu pengembangan yang lambat**: Proof-of-Stake (PoS) membutuhkan 7 tahun sejak peluncuran, memberikan kesempatan pada pesaing seperti Solana untuk berkembang. 4. **Pengalaman staking yang buruk**: Tidak ada aplikasi staking resmi yang ramah pengguna, mengandalkan pihak ketiga seperti Lido dan berisiko sentralisasi. 5. **Penurunan nilai yang dikelola**: Rute berbasis rollup melemahkan lapisan dasar, memindahkan pendapatan dan fragmentasi modal ke L2 seperti Arbitrum dan Base. 6. **Ideologi mengalahkan pengiriman produk**: Budaya Ethereum lebih mementingkan kemurnian filosofis (netralitas, barang publik) daripada kemenangan produk dan memenuhi keinginan pasar akan finansialisasi. Diagnosisnya adalah hutang eksekusi yang terakumulasi. Ethereum memiliki keunggulan struktural pada 2021 tetapi menghabiskan waktu untuk debat, sementara Solana berkolaborasi secara efisien. Penurunan kapitalisasi pasar ETH mencerminkan kegagalan eksekusi spesifik, bukan masalah koordinasi. Intinya: Ethereum telah berhenti berjuang untuk meningkatkan nilai asetnya.

链捕手2j yang lalu

Enam Keluhan dari Seorang Pengembang Ethereum

链捕手2j yang lalu

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuk ke 'Era Perhitungan'

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuki 'Era Pertanggungjawaban Biaya' Dua tahun terakhir, banyak perusahaan mendorong penggunaan AI untuk mengikuti tren. Namun, kini CEO dan CFO mulai mempertanyakan nilai riil dari setiap dolar yang dihabiskan untuk token AI. Perdebatan tentang anggaran token intinya bukan sekadar memotong tagihan, tetapi menilai ulang alokasi sumber daya kecerdasan. Fase pertama AI perusahaan membuktikan bahwa model dapat menyelesaikan pekerjaan. Fase berikutnya akan menentukan: pekerjaan mana yang benar-benar layak dibayar? Biaya inferensi AI kini menjadi biaya operasional berkelanjutan, bukan lagi anggaran eksperimen. Tagihan token yang tinggi bisa mencerminkan pekerjaan nyata, tetapi juga bisa berarti pemborosan karena prompt yang buruk, konteks yang tidak relevan, atau pemilihan model yang berlebihan. Utilitas token marjinal—nilai bisnis yang diciptakan per dolar tambahan biaya inferensi—menjadi angka kunci namun sulit dilihat. Penyebabnya antara lain ekor panjang percobaan ulang (retry), inflasi konteks yang meningkatkan biaya secara kuadratik, dan perutean yang tidak efisien ke model termahal. AI mengubah logika SaaS. Penggunaan SaaS mengindikasikan adopsi perangkat lunak, sementara penggunaan AI hanya menunjukkan "meteran berjalan", tanpa jaminan nilai. Perusahaan membutuhkan lapisan atribusi yang menghubungkan biaya token dengan hasil bisnis, seperti biaya per tiket layanan yang diselesaikan atau per klaim yang diproses. Mereka yang menguasai atribusi dari token ke hasil akan mengendalikan alokasi anggaran AI: alur kerja mana yang pantas mendapat daya komputasi lebih, mana yang harus dialihkan ke model lebih murah, atau mana yang tetap ditangani manusia. Ini adalah inti dari perang anggaran token dan masa depan AI perusahaan yang matang.

marsbit3j yang lalu

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuk ke 'Era Perhitungan'

marsbit3j yang lalu

Utang AS Melebihi $39 Triliun Pertama Kali Melebihi PDB: 'Gajah Abu-Abu' yang Harus Dihadapi Setiap Investor pada 2026

**Ringkasan: Utang AS Melewati Ambang Batas Berbahaya – Apa Artinya bagi Investor** Pada Maret 2026, utang publik yang dipegang oleh pihak eksternal AS melampaui total PDB negara itu untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, mencapai rasio 100.2%. Total utang nasional kini melebihi $39 triliun dan terus bertambah sekitar $5-8 miliar per hari. Defisit tahunan sekitar $2 triliun, dan pembayaran bunga utang diperkirakan mencapai $1.039 triliun pada tahun fiskal 2026—menjadikannya pengeluaran federal terbesar ketiga. Masalah utang ini bersifat struktural, didorong oleh kombinasi pemotongan pajak, peningkatan belanja (terutama untuk Jaminan Sosial, Medicare, dan bunga utang), dan warisan defisit pandemi. Undang-undang baru seperti *One Big Beautiful Bill* (OBBB) diperkirakan akan menambah defisit sebesar $2.8 triliun dalam dekade mendatang. Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperingatkan bahwa jalur fiskal saat ini "tidak berkelanjutan" dan memproyeksikan utang bisa mencapai 175% dari PDB pada 2056. Meskipun AS secara teknis tidak dapat bangkrut karena mencetak mata uangnya sendiri, konsekuensi dari jalur ini serius. Risiko utama adalah inflasi yang lebih tinggi, suku bunga yang terus meningkat, dan potensi krisis kepercayaan di pasar obligasi yang dapat mendorong yield melonjak tajam, meningkatkan biaya pinjaman untuk semua pihak. Agen pemeringkat seperti Moody's telah menurunkan peringkat kredit AS. **Implikasi bagi Investor:** * **Saham:** Lingkungan suku bunga tinggi yang berkelanjutan akan menekan saham pertumbuhan bernilai tinggi dan lebih menguntungkan sektor keuangan serta perusahaan dengan laba saat ini yang kuat. * **Obligasi:** Pasokan obligasi pemerintah yang besar akan terus memberi tekanan pada harga obligasi jangka panjang, menjaga yield tetap tinggi. Obligasi korporasi berkualitas tinggi dan obligasi pemerintah jangka menengah mungkin menawarkan keseimbangan risiko-imbalan yang lebih baik. * **Aset Riil & Emas:** Aset seperti emas, properti, dan komoditas dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap potensi pelemahan daya beli mata uang. * **Investor Asia/Singapura:** Kenaikan suku bunga AS dapat menarik modal keluar dari pasar emerging, memberi tekanan pada mata uang dan pasar saham Asia. Gejolak di AS akan berdampak signifikan pada pusat keuangan seperti Singapura. Para ahli menggambarkan tiga skenario ke depan: reformasi fiskal yang stabil (tidak mungkin), "slow burn" dengan pertumbuhan tertekan dan suku bunga tinggi (skenario paling mungkin), atau keruntuhan kepercayaan yang tiba-tiba di pasar obligasi (risiko rendah tetapi meningkat). Kesimpulan bagi investor adalah era suku bunga sangat rendah telah berakhir. Portofolio perlu diatur ulang dengan mempertimbangkan durasi tetap yang lebih pendek, diversifikasi geografis, dan alokasi ke aset riil untuk melindungi dari risiko inflasi dan ketidakpastian fiskal yang berkelanjutan.

marsbit3j yang lalu

Utang AS Melebihi $39 Triliun Pertama Kali Melebihi PDB: 'Gajah Abu-Abu' yang Harus Dihadapi Setiap Investor pada 2026

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片