US Lifts Tornado Cash Sanction, Despite Laundering Concerns – Join Best Wallet for Ultimate Privacy

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-03-24Terakhir diperbarui pada 2025-03-24

Abstrak

Under Donald Trump’s wing, the US Treasury Department has lifted sanctions against Tornado Cash. The move has been seen as...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Under Donald Trump’s wing, the US Treasury Department has lifted sanctions against Tornado Cash. The move has been seen as a major win for decentralization – a core tenet of blockchain tech.

Albeit a hero for crypto investors who value financial freedom, this open-source, non-custodial crypto mixer’s story has not been without its troubles.

Such troubles (like being the target of US restrictions and having to cut off access to some users) show the importance of on-chain decentralization and anonymity. The likes of Best Wallet Token, with its non-custodial wallet solution, drive that point home better than any other crypto presale.

Let’s see how Tornado Cash’s troubles are finally coming to an end what you can learn from all this.

The Crypto Mixer Behind $7B+ in Theft

Tornado Cash gives investors financial freedom by obscuring their transaction trails. It blocks centralized authorities from monitoring and possibly controlling crypto activities.

However, its reputation for enabling financial freedom has also drawn the wrong kind of attention. For example, it has historically enabled hackers, including those from the North Korea-linked Lazarus Group, to launder profits.

To put its power into perspective, the mixer has facilitated the theft of at least $7B worth of crypto – $455M of which was stolen by the Lazarus Group alone.

Once the US Office of Foreign Assets Control (OFAC) fully understood its capabilities, Tornado Cash was placed on its sanctions list in August 2022.

But in November 2024, a US Fifth Circuit Court ruling challenged Tornado Cash sanctions. It pleaded that OFAC acted beyond its authorized powers, arguing they can’t ban the mixer because it operates through immutable smart contracts, not ‘property.’

The ruling prevailed, and the Tornado Cash sanction was lifted on March 21 – but it might not be revoked forever.

In a recent X post, Paul Grewal (Coinbase’s Chief Legal Officer) pointed out that the Treasury Department’s claim that the case is ‘moot’ is not legally valid. Not unless they can prove history won’t repeat itself and similar actions won’t occur, anyway.

Paul Grewal talking about Tornado Cash on X
Source: X (Paul Grewal)

Nonetheless, OFAC lifting the Tornado Cash sanction is a significant win for the crypto landscape. For once, decentralization’s coming out on top. Privacy and freedom pundits are celebrating the fact they can be financially independent and in complete control of their crypto earnings.

Those seeking full anonymity on-chain are also turning to no-KYC crypto wallets like Best Wallet, which let you buy, sell, and manage crypto with minimal friction and third-party oversight.

For ultimate security, it’s a good idea to pair Best Wallet and Tornado Cash to hide your transactional footprint from criminals and the government alike. And best of all (pun fully intended), Best Wallet is also organizing an exclusive token presale that could become one of the best wallet tokens of 2025.

Join Best Wallet to Bypass All Centralized Control

Best Wallet is a top no-KYC, non-custodial crypto wallet. Compared to a centralized exchange wallet that requires you to submit your personal data and control of your private keys, Best Wallet lets you stay anonymous and hold onto your own keys.

Best Wallet

Best Wallet is seeing 50% growth month on month and has ambitions to take over 40% of the non-custodial market by 2026

Its mobile app lets you start buying 1K+ cryptocurrencies straight away (including top meme coins). Not having to undergo KYC verification beforehand means hot investment opportunities won’t slip you by.

Plus, it’s the first-ever crypto wallet to feature the best crypto presales. Buying coins at their lowest prices before they’re listed and attract mainstream attention means you’ll benefit from the initial price surge that often occurs post-launch.

Best Wallet Ethereum token launchpad

It also gives you the chance to become part of a crypto project’s community and enjoy plenty of early-investor perks.

For example, if you buy the wallet’s native token, $BEST, you’ll get lower transaction fees when using Best Wallet, exclusive early access to new tokens, and a say in key decisions within the Best Wallet ecosystem.

You can also stake $BEST for passive income, currently at an impressive 139% APY.

It costs $0.02445 to buy one $BEST on presale right now. Our Best Wallet token price prediction foresees it spiking by over 194% and hitting $0.072 by the end of this year (following new developments, like the debut of its own crypto debit card), so now could very well be a good time to get involved.

Verdict – Best Wallet Gives Crypto Privacy a Boost

Ultimately, the lifting of the Tornado Cash sanction marks a pivotal moment in the crypto story, a vote for the principles of freedom and privacy that decentralization enables.

Best Wallet stands for similar values. By being fully non-custodial and bypassing KYC verification, Best Wallet honors and defends your rights to privacy and control of your own property.

As the adage goes – not your keys, not your crypto.

Best Wallet lets you buy, sell, trade, and manage over 1K cryptos without centralized oversight. You can reduce your digital attack surface and trade thousands of cryptos with confidence, all from within its easy-to-use mobile app. And what better way to get into it than through its $BEST presale?

But, as always, do your research. Your crypto investments are your responsibility, and this is not financial advice.

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

Samsung Bergantung pada Siklus Teknologi, SK Hynix pada HBM, Apa yang Membuat Micron Menangkan Kapitalisasi Triliunan Dolar?

Artikel ini membahas strategi Micron Technology dalam bertahan dan bersaing di industri chip memori global. Didirikan pada 1978 di Boise, Idaho, AS, Micron menghadapi persaingan ketat dari raksasa seperti Samsung dan SK Hynix. Berbeda dengan pesaing yang didukung kebijakan industri pemerintah, kelangsungan hidup Micron sering kali bergantung pada taktik politik dan hukum. Pada tahun 1985, Micron mengajukan keluhan dumping terhadap perusahaan Jepang, yang menghasilkan Perjanjian Semikonduktor AS-Jepang dan memberi Micron ruang bernapas. Namun, langkah ini secara tidak sengaja membuka jalan bagi Samsung Korea untuk tumbuh. Pada 2002, Micron lolos dari investigasi antitrust AS dengan menjadi "saksi korban", sementara pesaingnya didenda. Pada 2013, akuisisi Micron terhadap Elpida Memory dari Jepang justru menjadi bumerang. Micron melewatkan pengembangan teknologi HBM (High Bandwidth Memory) selama satu dekade, sementara SK Hynix memulai riset HBM sejak 2013. Ketika permintaan AI meledak, SK Hynix menguasai 85% pasar HBM3, sedangkan Micron hanya memegang sekitar 3%. Micron juga berulang kali menggunakan pengadilan dan lobi politik untuk menekan pesaing, termasuk perusahaan China seperti Fujian Jinhua pada 2017. Namun, pada 2023, China memberlakukan larangan atas produk Micron, menyebabkan pangsa pasar Micron di China turun drastis dari 14% (2023) menjadi 7.1% (2025). Saat ini, Micron menghadapi tekanan tiga arah: tertinggal di pasar HBM berteknologi tinggi, pasar DRAM menengah-rendah tergerus oleh produsen China seperti CXMT, dan kehilangan akses ke pasar China yang penting. Di balik taktik politiknya, kemampuan inti Micron adalah pengendalian biaya manufaktur yang ekstrem. CEO Sanjay Mehrotra menyebut chip DRAM Micron memiliki luas sel lebih kecil (66.26 mm²) dibandingkan Samsung (73.58 mm²) dan SK Hynix (75.21 mm²), sehingga lebih banyak chip dapat diproduksi per wafer, menurunkan biaya per unit. Kesimpulannya, kombinasi tuas politik dan efisiensi manufaktur adalah sistem bertahan hidup Micron. Namun, hal ini tidak dapat menggantikan waktu yang hilang dalam berinovasi di jalur teknologi baru seperti HBM. Meskipun kini Micron telah mendapat sertifikasi untuk HBM3E, mereka harus membayar "hutang waktu" yang mahal dan berlomba mengejar ketertinggalan dalam lomba marathon teknologi yang terus bergerak cepat. Masa depan Micron tergantung pada kemampuannya untuk bersaing dalam perlombaan yang membutuhkan kesabaran dan inovasi berkelanjutan.

链捕手10m yang lalu

Samsung Bergantung pada Siklus Teknologi, SK Hynix pada HBM, Apa yang Membuat Micron Menangkan Kapitalisasi Triliunan Dolar?

链捕手10m yang lalu

PhotonPay Tingkatkan API Dompet Tertanam: Membangun Infrastruktur Pembayaran Stablecoin yang "Tak Terlihat dan Tak Terhindarkan"

Meskipun perhatian media masih terfokus pada siklus pasar kripto, revolusi yang lebih dalam sedang terjadi: stablecoin mulai menjadi lapisan penyelesaian default untuk perdagangan lintas batas. Namun, banyak perusahaan platform, seperti platform B2B dan SaaS, masih kesulitan mengakses likuiditas besar ini karena hambatan tinggi seperti kompleksitas penyimpanan aset dan kewajiban kepatuhan. PhotonPay kini mengatasi tantangan ini dengan memperbarui API Dompet Tertanamnya (Embedded Wallet). Pembaruan ini memungkinkan perusahaan non-kripto mengintegrasikan sistem dalam hitungan menit dan dapat beroperasi penuh dalam 5 hari, tanpa perlu mengelola kunci privat atau beban kepatuhan yang rumit. Solusi ini dibangun di atas arsitektur "Tangan Lepas" (Hands-Off) yang membuat penyelesaian blockchain menjadi "tak terlihat". Perusahaan tidak perlu menyimpan aset digital, mengelola kunci, atau menjalankan sistem kepatuhan mereka sendiri. Sebaliknya, mereka mendapatkan lapisan otomatis lengkap yang menangani seluruh siklus transaksi stablecoin — dari verifikasi KYC, konfigurasi dompet, penyelesaian on-chain hingga penarikan ke mata uang fiat — sambil menjaga pengalaman pengguna yang mulus. Fitur intinya mencakup: * **Integrasi Cepat:** API yang dirancang untuk pengembang memungkinkan penyebaran cepat dari pengujian ke produksi. * **Kepatuhan sebagai Infrastruktur:** Lapisan dasar kepatuhan PhotonPay mengelola AML/CFT, penyaringan sanksi, dan pemantauan transaksi secara real-time dalam kerangka teratur. * **Keamanan Tinggi:** Arsitektur menghilangkan beban dan risiko mengelola kunci secara terpusat dengan mendistribusikan kontrol kunci. * **Interoperabilitas Global:** Infrastruktur menghubungkan lingkungan mata uang fiat tradisional dengan jaringan penyelesaian on-chain dengan mulus. Di tengah meningkatnya regulasi global seperti MiCA di UE, kemampuan kepatuhan tingkat institusi menjadi prasyarat utama. PhotonPay berpendapat bahwa kepatuhan yang tertanam dalam desain sistem adalah keunggulan kompetitif, bukan sekadar fitur. Beberapa kekuatan pasar mendorong adopsi stablecoin saat ini: era kejelasan regulasi, infrastruktur institusional yang matang dari raksasa seperti Visa dan Stripe, serta permintaan yang kuat dari pasar seperti Afrika dan Amerika Latin yang lebih memilih stablecoin. PhotonPay adalah sistem operasi infrastruktur keuangan global yang didorong oleh stablecoin, membantu bisnis mengirim, menerima, mengonversi, dan menyelesaikan dana antara saluran fiat dan stablecoin melalui satu sistem yang mengutamakan kepatuhan.

链捕手11m yang lalu

PhotonPay Tingkatkan API Dompet Tertanam: Membangun Infrastruktur Pembayaran Stablecoin yang "Tak Terlihat dan Tak Terhindarkan"

链捕手11m yang lalu

CEO Meninggal Secara Tidak Terduga, Akankah Narasi 'Tokenisasi' ONDO Berubah?

Pendiri dan CEO Ondo Finance, Nathan Allman, meninggal dunia secara mendadak. Allman adalah sosok kunci di balik evolusi Ondo dari produk pendapatan terstruktur DeFi menjadi pemain utama dalam tokenisasi aset seperti obligasi pemerintah AS, produk berpendapatan dolar, saham, dan ETF, yang menjadikan ONDO dikenal sebagai "aset pertama tokenisasi". Meski kepergian sang pendiri tentu berdampak, terutama terkait kekhawatiran atas visi, kerja sama institusional, dan penilaian pasar terhadap token ONDO, perusahaan telah mempersiapkan suksesi. Ian De Bode, Presiden Ondo dengan latar belakang di McKinsey dan aset digital, ditunjuk sebagai CEO baru. Ia telah memimpin strategi, produk, dan operasi harian perusahaan selama lebih dari dua tahun. Latar belakang De Bode dalam strategi institusional dan eksekusi dianggap cocok untuk fase selanjutnya RWA, yang berfokus pada kepatuhan, distribusi, dan ekspansi kerja sama. Ondo memiliki produk inti yang mapan seperti OUSG, USDY, dan Ondo Global Markets. Tantangan ke depan adalah memastikan kesinambungan dalam pengembangan produk, kerja sama institusional, dan pertumbuhan aset. Peristiwa ini menjadi ujian bagi Ondo: apakah proyek ini dapat bertahan sebagai infrastruktur yang berkelanjutan atau sangat bergantung pada pendirinya. Masa depan ONDO sebagai "aset pertama tokenisasi" akan bergantung pada kemampuan tim baru dalam menghasilkan produk, meningkatkan skala aset, dan memenuhi permintaan nyata di pasar.

marsbit1j yang lalu

CEO Meninggal Secara Tidak Terduga, Akankah Narasi 'Tokenisasi' ONDO Berubah?

marsbit1j yang lalu

Pengakuan Pendiri Bankless Jual Semua ETH: Ethereum Melakukan Hal yang Paling Benar, Tapi "ETH adalah Uang" Tidak Punya Masa Depan

David Hoffman, salah satu pendiri Bankless, menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk menjual semua aset ETH miliknya. Ia menekankan bahwa langkah ini bukan karena pandangan negatif terhadap Ethereum, tetapi keyakinannya bahwa narasi "ETH sebagai uang" telah mencapai puncaknya. Hoffman tetap sangat optimis dengan jaringan Ethereum dan ekosistemnya secara keseluruhan, namun meyakini bahwa peluang untuk mengevaluasi ulang ETH di pasar semakin menipis. Dalam artikelnya, Hoffman menggambarkan Ethereum sebagai permainan koordinasi yang kompleks. Agar ETH menjadi mata uang global, semua lapisan dalam tumpukan teknologi-sosial Ethereum harus berfungsi dengan sempurna dan lebih unggul dari pesaing. Meskipun Ethereum telah mencapai banyak kesuksesan dan kapitalisasi pasarnya pantas, ia merasa bahwa jalur menuju "ETH sebagai uang" memerlukan dominasi pasar yang sangat tinggi dan berkelanjutan, sebuah tujuan yang semakin sulit dicapai. Hoffman mengidentifikasi beberapa tantangan: hubungan erat antara harga aset L1 dan pendapatan dari biaya transaksi, kegagalan visi kripto "versi kuat" untuk terwujud sepenuhnya, ketergantungan narasi ETH pada versi kuat tersebut, dan fakta bahwa utilitas Ethereum justru lebih banyak membantu mata uang lain (seperti stablecoin dolar) untuk berkembang. Ia menyimpulkan bahwa Ethereum pada dasarnya adalah "pemberi", bukan "pengambil", yang menyediakan ruang blokir dan keamanan dengan biaya minimal untuk mendukung ekosistemnya. Arsitektur ini, meskipun mulia dan merupakan kekuatan Ethereum, membuat ETH sulit untuk diprioritaskan sebagai aset utama. Narasi "ETH sebagai uang" membutuhkan kesempurnaan dalam semua aspek, dan kesempatan untuk mencapainya mungkin telah tertutup. Oleh karena itu, Hoffman memilih untuk mengalihkan modalnya ke peluang lain di pasar, sembari tetap percaya pada masa depan jaringan Ethereum dan aplikasi yang dibangun di atasnya.

Odaily星球日报1j yang lalu

Pengakuan Pendiri Bankless Jual Semua ETH: Ethereum Melakukan Hal yang Paling Benar, Tapi "ETH adalah Uang" Tidak Punya Masa Depan

Odaily星球日报1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片