Розничные инвесторы продолжают покупать падения и теряют деньги

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-08-21Terakhir diperbarui pada 2025-03-21

Рынок валится, но «buy the dip» все еще в моде

Финансовые рынки в хаосе. Но это не мешает розничным трейдерам по-прежнему скупать падающие акции, как будто каждая просадка — шанс сорвать джекпот. На деле они просто теряют деньги.

С января по март американские инвесторы вложили более $2 млрд в акции — и так на 16 торговых сессиях подряд. Такие объемы покупок наблюдались всего четырежды за последние два года, по данным JPMorgan. Проблема в том, что все эти попытки оказались неудачными. Отскоки не удерживаются. Падения продолжаются, а люди продолжают покупать.

Убытки розничных инвесторов вдвое выше, чем у рынка

Индекс JPMorgan, отслеживающий поведение обычных инвесторов, показывает: с начала года они уже в минусе на 7%. Это в два раза больше, чем потерял индекс S&P 500 (–3,5%).

Аналитики предупреждают: если розница все еще покупает, значит, дна рынок не достиг. На Уолл-стрит знают: частные инвесторы почти всегда выходят последними. Пока они в игре, крупные фонды ждут ещё одного обвала.

Старые стратегии больше не работают

Биткоин теряет позиции, техногиганты снижаются, доллар слабеет. Стратегия «покупай на просадках», которая долгие годы работала безотказно, теперь чаще приносит убытки.

Второй срок Трампа привел к политике, которая дестабилизировала рынок. Инвесторы теряются: всё, что работало раньше, перестало давать результат.

В выигрыше оказались активы, которые еще год назад считались устаревшими: гособлигации США, европейские бумаги и сырье. А привычные рыночные фавориты ушли в тень.

Фонды возвращаются к скучной, но рабочей стратегии

Пока мелкие инвесторы теряют, фонды вроде Cambria Global Asset Allocation ETF (GAA) зарабатывают. Этот фонд, инвестирующий в акции, облигации, недвижимость и сырье, уже обогнал S&P 500 более чем на 6 процентных пунктов.

Если тренд сохранится, 2025 станет для GAA лучшим годом с момента запуска в 2014 году. Побеждает стратегия диверсификации, которую розничные инвесторы годами игнорировали.

Политика Трампа и падение Big Tech усиливают тревогу

Индекс S&P 500 недавно упал на 10%. Причина не совсем понятна. Кто-то винит хаотичные заявления администрации Трампа. Другие — слишком большую долю техногигантов в индексе.

Из 21% снижения почти половина пришлась на «Большую семерку» — Apple, Microsoft, Nvidia, Amazon, Alphabet, Meta и Tesla. Их среднее падение — 14,4%. Без них рынок показал бы намного лучше: 25% компаний в S&P 500 даже прибавили в цене.

Самое интересное — под удар попали именно технологии, хотя формально они не связаны с торговыми мерами Трампа. Даже автопроизводители и ритейлеры, вроде Ford и Kroger, показали рост. Проблема не в тарифах. Проблема — в Big Tech. И рынок, похоже, это понял.

Если семерка падает — падает весь рынок

Для инвесторов это главный риск. Эти семь компаний годами тащили на себе весь S&P 500. С 2015 года их совокупный рост прибыли на акцию — 37% в год. Остальной рынок — лишь 8%.

Их вклад в доходность впечатляет: «семерка» давала 36% годовой доходности с 2015 по 2025 год, не считая дивидендов. Без них S&P 500 показал бы всего 5% в год. Это не пузырь. Это была реальная прибыль. Но даже у нее есть предел.

Сейчас эти компании дают сбой. И вместе с ними начинает трещать фундамент всего рынка.

Читать далее: В Белом доме обсуждают цифровую трансформацию USAID

Bacaan Terkait

ETF Alami Keluar Bersih Berkelanjutan, Apakah Institusi Sedang Keluar?

Selama enam minggu terakhir, dana ETF Bitcoin spot ASR mengalami arus keluar bersih sekitar $6 miliar, mencatat periode mingguan terpanjang dengan penurunan sejak diluncurkan pada tahun 2024. IBIT milik BlackRock, dana terbesar, menjadi penyumbang utama, dengan $1,3 miliar mengalir keluar dalam satu minggu terakhir saja. Data on-chain menunjukkan penjualan terutama berasal dari dana konfigurasi yang membeli ETF melalui akun broker, bukan dari pemegang jangka panjang (>155 hari) yang masih menguasai ~83% pasokan yang beredar. Perilaku ini menyerupai penyesuaian portofolio untuk mengurangi risiko (*de-risking*) karena meningkatnya inflasi, suku bunga, dan aliran modal ke sektor lain seperti infrastruktur AI dan IPO. Kerugian yang direalisasi melonjak 78%, dengan banyak penjual menjual pada kisaran biaya $55.000-$68.000. Meski kecepatan arus keluar melambat signifikan (dari $1,72 miliar menjadi $226,8 juta), tekanan struktural tetap ada karena skala besar IBIT menciptakan tekanan jualnya sendiri. Tanpa pembeli baru yang masuk dari sisi ETF atau pasar spot, harga sulit bertahan. Arah pasar selanjutnya bergantung pada apakah arus keluar IBIT melambat dan Bitcoin dapat bertahan di atas $60.000, atau jika penjualan besar berlanjut dan harga jatuh di bawah $58.000, yang akan menguji kemampuan pembeli non-ETF dalam menyerap tekanan jual. ETF, meski mempermudah akses, tidak menghilangkan volatilitas aset.

marsbitBaru saja

ETF Alami Keluar Bersih Berkelanjutan, Apakah Institusi Sedang Keluar?

marsbitBaru saja

Konsep Model Dunia untuk Pemula: Sebuah Kisah dari Psikologi hingga Medan Utama AI

**Ringkasan Konsep Model Dunia: Dari Psikologi ke Medan Utama AI** Model Dunia adalah konsep yang sangat hangat di dunia AI namun sering membingungkan banyak orang. Pada dasarnya, model dunia bertujuan memberi mesin "papan pasir mental" untuk mensimulasikan dan memprediksi kejadian di dunia nyata sebelum bertindak. Kemampuan ini, yang dalam psikologi disebut "model mental", memungkinkan AI berlatih dan bereksperimen secara virtual, mengurangi ketergantungan pada data dunia nyata yang mahal dan terbatas. Konsep ini berakar dari ide psikolog Kenneth Craik (1943) tentang bagaimana otak membangun model internal untuk memprediksi peristiwa. Di AI, pionir seperti Marvin Minsky dengan "Teori Kerangka" dan peneliti seperti David Ha serta Jürgen Schmidhuber (2018) menghidupkan kembali konsep ini dalam pembelajaran mendalam. Para ahli memiliki pandangan berbeda: * **Yann LeCun** (Meta) mengkritik LLM dan mengadvokasi model prediktif seperti JEPA yang memahami struktur fisika dunia, bukan hanya menghasilkan konten. * **Fei-Fei Li** (Stanford/World Labs) mengklasifikasikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan siklus "aksi-observasi": **Perender** (menghasilkan piksel/visual), **Simulator** (menghasilkan status dunia dengan akurasi struktural/fisik), dan **Perencana** (menghasilkan aksi). * **Tim FIB-Lab Tsinghua** membaginya menjadi dua fungsi inti: **Memahami Dunia** (mendukung pengambilan keputusan) dan **Memprediksi Masa Depan** (menghasilkan status/video masa depan). Perusahaan teknologi besar juga mendefinisikannya sesuai kebutuhan: * **OpenAI** menyebut **Sora** sebagai "simulator dunia" berbasis video. * **Google DeepMind** membangun **Genie 3** sebagai model dunia 3D interaktif waktu-nyata. * **NVIDIA** mengembangkan **Cosmos** sebagai platform "model fondasi dunia" untuk AI fisik. * **Perusahaan China** seperti Alibaba, Tencent, Huawei, dan pembuat mobil (NIO, XPeng, Li Auto) mengembangkan solusi serupa untuk simulasi mengemudi, robotika, dan dunia virtual, meski sering menggunakan nama berbeda. Secara teknis, ada tiga jalur pendekatan utama: 1. **"Melukis" (Generatif)**: Model pembuat video seperti Sora. Keunggulan visual, tetapi konsistensi fisika lemah. 2. **"Kalkulasi Mental" (Prediktif Abstrak)**: Seperti JEPA LeCun. Memprediksi representasi abstrak, efisien dan lebih stabil mempelajari fisika, tetapi kurang terinterpretasi. 3. **"Menyusun Balok" (Simulasi 3D Eksplisit)**: Seperti NVIDIA Omniverse. Menghasilkan lingkungan 3D dengan properti geometri dan fisika. Tepat dan dapat dikontrol, tetapi memerlukan data khusus dan mahal. Perkembangan terkini bergerak menuju **Model Aksi Dunia (WAM)** yang menggabungkan prediksi keadaan masa depan dan pembuatan aksi dalam satu model, mencapai "pengetahuan dan tindakan yang selaras" untuk robotika. Industri model dunia mulai terbentuk dalam tiga lapisan: * **Lapisan Dasar**: Data, daya komputasi (didominasi GPU NVIDIA), dan sensor. * **Lapisan Platform Teknis**: Platform serbaguna (Omniverse, Pangu) dan platform vertikal (untuk mobil otonom, konstruksi). * **Lapisan Aplikasi**: Mobil otonom (paling matang), robotika, game, konstruksi cerdas, layanan spasial, simulasi medis. Kekacauan dalam penamaan dan definisi sebenarnya adalah tanda awal revolusi teknologi, mirip dengan fase awal komputasi awan atau AI. Semua pendekatan, meski berbeda, mengarah pada tujuan yang sama: memberdayakan mesin dengan model internal dunia yang dapat disimulasikan untuk bertindak lebih aman, efisien, dan cerdas di dunia nyata. Konsep akan menyatu ketika teknologinya matang. Saat ini, ketidakseragaman justru menandakan bahwa model dunia telah memasuki medan pertempuran utama pengembangan AI.

marsbit22m yang lalu

Konsep Model Dunia untuk Pemula: Sebuah Kisah dari Psikologi hingga Medan Utama AI

marsbit22m yang lalu

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

IBIT, ETF Bitcoin terbesar dari BlackRock, menyumbang 73% dari total aliran keluar bersih ETF Bitcoin spot AS pekan lalu, dengan penarikan dana sebesar $1,3 miliar dalam satu minggu. Hal ini mengubah narasi ETF yang sebelumnya menjadi saluran masuk utama modal institusional menjadi sumber tekanan jual potensial. Aliran keluar yang terkonsentrasi di produk terbesar dan paling likuid ini menguji ketahanan Bitcoin di level kritis sekitar $60.000. Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada sesi perdagangan 26 Juni, seluruh aliran keluar bersih harian sebesar $444,5 juta berasal dari IBIT. Tekanan ini muncul saat harga Bitcoin sudah tertekan, memperumit upaya pemulihan. Mekanisme ETF memungkinkan penebusan dilakukan baik secara tunai maupun dalam bentuk Bitcoin fisik, sehingga aliran keluar tidak selalu sama dengan penjualan spot langsung. Namun, ini menciptakan risiko transmisi dan pertanyaan tentang siapa yang akan menyerap likuiditas jika pemegang ETF terus keluar. Skenario ke depan terbagi dua: Jika aliran keluar IBIT melambat dan Bitcoin berhasil bertahan di atas $59.000-$62.000, tekanan pekan ini dapat dilihat sebagai proses pembersihan. Namun, jika IBit terus mendominasi aliran keluar dan Bitcoin gagal reclaim level $60.000, narasi "dinding tekanan jual" akan menguat, mengharuskan pembeli di luar ekosistem ETF untuk menopang pasar tanpa bantuan narasi permintaan institusional yang sebelumnya didorong oleh ETF. Hari-hari perdagangan mendatang akan menentukan jalurnya.

marsbit1j yang lalu

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片