СМИ: Бразилия допустила использование криптовалюты для торговли в БРИКС

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2022-09-14Terakhir diperbarui pada 2025-03-14

Власти Бразилии намерены предложить использовать технологию блокчейн в международной торговле между странами БРИКС. Об этом пишет издание O Globo.

Инициатива станет одним из приоритетов председательства страны в блоке, которое началось в январе и продлится год.

Идея отличается от ранее обсуждавшегося создания общей валюты для стран БРИКС. Источники издания подчеркнули, что цель инициативы — не конкурировать с долларом как основной валютой международной торговли, а повысить эффективность трансграничных операций.

На этот раз акцент делается на повышение эффективности международных транзакций, чего можно достичь с помощью технологии, обеспечивающей почти мгновенные операции и программируемость, как это реализовано в криптовалютах. Стейблкоины уже широко используются неофициально для трансграничных операций и денежных переводов, отметили в издании.

Одной из ключевых инициатив для внедрения блокчейна в традиционную регулируемую финансовую систему является Drex — пилотный проект Центрального банка Бразилии.

Он направлен на создание токенизированной инфраструктуры для финансовых операций. При этом проект сталкивается с вызовами, связанными с одновременным обеспечением приватности транзакций и сохранением полного контроля Центробанка.

Альтернативой использованию блокчейна может стать создание интегрированной сети, аналогичной бразильскому платежному сервису Pix, что вызывает беспокойство по поводу вопросов управления и суверенитета стран-участниц.

Бразильская почта открыла набор специалистов по блокчейну и ИИ

Напомним, в июне 2024 года Россия совместно с ЦБ стран БРИКС начала проработку запуска платформы BRICS Bridge для расчетов в национальных валютах, в том числе цифровых.

Bacaan Terkait

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

**Ringkasan: Arbitrase Judul Pekerjaan di Era AI** Artikel ini membahas pentingnya penamaan atau "judul" (title) pekerjaan sebagai strategi dalam merebut talenta dan membentuk persepsi di era AI, yang disebut sebagai "title arbitrage". Konsep ini diilustrasikan dengan contoh **FDE (Forward-Deployed Engineer)** yang dipopulerkan Palantir. Alih-alih disebut sebagai "insinyur implementasi" atau "dukungan pelanggan", FDE mendefinisikan ulang pekerjaan teknis di lokasi klien sebagai peran inti yang kompleks dan bernilai tinggi, menarik talenta rekayasa yang juga mahir menghadapi klien. Judul pekerjaan adalah **bahasa organisasi**. Perubahannya (misalnya dari "programmer" ke "software engineer", atau "clerk" ke "data scientist") mencerminkan pergeseran nilai strategis suatu kemampuan dalam bisnis. Penamaan yang tepat mengakui dan memberi legitimasi pada kemampuan baru. Di era AI, transformasi bukan hanya tentang alat yang lebih pintar, tetapi tentang kemunculan **individu berpengaruh baru** dalam organisasi—mereka yang mahir menggunakan AI, mengotomatisasi alur kerja, dan menerjemahkan masalah kompleks menjadi sistem. Judul baru seperti **Legal Engineer** atau **GTM Engineer** membantu mengidentifikasi, memberi wewenang, dan mempertahankan talenta semacam ini. Bagi startup AI, menciptakan dan mempopulerkan judul pekerjaan baru untuk peran yang lahir dari produk mereka adalah strategi. Ini membantu klien dalam mobilisasi internal dan membangun asosiasi kuat antara perusahaan dengan kemampuan spesifik tersebut. Kesimpulannya, dalam dunia perangkat lunak AI di mana batas antara produk dan layanan kabur, kemampuan untuk mendefinisikan, menamai, dan mengorganisir peran baru—terutama yang menjembatani produk dengan masalah nyata klien—dapat menjadi pembeda kompetitif dan dasar bagi keunggulan yang berkelanjutan.

marsbit45m yang lalu

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

marsbit45m yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

**Laporan Keuangan Pertama Cerebras (CBRS): Pendapatan Naik 2x, Tapi Panduan Margin Kasar Turun Drastis** Cerebras Systems (CBRS) melaporkan laporan kuartal pertama setelah IPO. Pendapatan inti Q1 mencapai $191.3 juta, naik 92% (y/y) dan melampaui ekspektasi pasar. Namun, panduan margin kotor inti untuk Q2 turun drastis dari 46.5% menjadi kisaran 36%-38%, menyebabkan saham anjlok >10% setelah jam perdagangan. **Poin Kunci:** 1. **Pertumbuhan & Panduan Kuat:** Panduan pendapatan inti tahunan $855-$865 juta (naik 69%) lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Pendapatan layanan cloud melonjak 178%. 2. **Transformasi Model Bisnis:** CBRS beralih dari "menjual chip" ke "menjual daya komputasi" (cloud). Untuk memenuhi kontrak komputasi inferensi besar dengan OpenAI (>$20 miliar) dan AWS, perusahaan lebih banyak menempatkan perangkat keras ke cloud miliknya sendiri, yang sementara mengurangi margin. 3. **Tantangan:** Konsentrasi pelanggan masih tinggi (86% pendapatan dari dua entitas terkait UEA). Realisasi pendapatan penuh dari kontrak OpenAI dan AWS membutuhkan waktu (2026/2027). Valuasi tetap tinggi (~50x P/S berdasarkan panduan 2026). 4. **Logika Bull vs Bear:** Para **bull** percaya keunggulan kecepatan chip Cerebras untuk inferensi AI akan merebut pangsa pasar, didukung kontrak besar. Para **bear** meragukan keunggulan tersebut bisa bertahan, khawatir dengan margin yang lebih rendah dari model cloud, konsentrasi pelanggan, dan risiko pelepasan saham insider jika kapitalisasi pasar tetap di atas $40 miliar.

marsbit45m yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

marsbit45m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit1j yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片