Futures are to Crypto What the iPhone is to Apple

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-02-24Terakhir diperbarui pada 2025-02-24

Abstrak

Crypto exchanges are evolving into super apps while also prioritizing specialized products for broader adoption, particularly in futures trading. “Futures...

Crypto exchanges are evolving into super apps while also prioritizing specialized products for broader adoption, particularly in futures trading.

“Futures trading plays a role in crypto, similar to the iPhone for Apple,” said Vivien Lin, Chief Product Officer at BingX. “These flagship products drive both popularity, innovation and user adoption,” Lin says, perfectly summarizing the transformative role of futures trading in the crypto industry.

Futures trading for crypto, similar to how the iPhone transformed mobile technology, makes digital assets more accessible and attractive to both retail and institutional investors. Enabling interaction without direct ownership drives market maturity and financial innovation.

Market data reinforces this shift. The total futures trading volume in 2024 reached $58.5 trillion, a record milestone for the crypto derivatives sector.

2024 Annual Crypto Industry Report. Source: CoinGecko

However, alongside growth, key challenges surface. Price slippage in high volatility poses a major risk. Futures contracts remain complex, intimidating newcomers. Additionally, weak risk management leaves traders vulnerable to liquidation, while opaque pricing creates an unfair trading environment.

Enter BingX, a top-five global crypto derivatives platform that tackles key challenges in futures trading by utilizing blockchain infrastructure to enhance fairness, transparency and efficiency. By addressing market pain points, the platform enables both new and experienced traders to engage with confidence.

Leading in Futures Trading Innovation

BingX’s futures trading platform emphasizes accessibility, innovation and automation, equipping traders with a diverse set of effective tools. Its perpetual and standard futures enable users to manage positions with flexibility, catering to both long-term investors and short-term traders.

To simplify trading for beginners, BingX offers copy trading, enabling users to replicate strategies from experienced traders. Meanwhile, its automated bot trading system helps users execute strategies efficiently without constant monitoring.

Source: Vivien Lin, Chief Product Officer at BingX

One of the most critical issues in futures trading is price slippage, which can significantly impact trade execution during volatile market conditions. BingX addresses this with its Guaranteed Price Feature, allowing traders to execute orders at pre-set prices regardless of market fluctuations. To further ensure fairness, BingX employs a Dual Price Mechanism, which protects traders from unfair liquidations due to sudden price swings.

Perpetual futures contracts can be intimidating, but BingX simplifies the experience by offering a user-friendly trading interface that caters to traders of all levels. From standard and perpetual futures to advanced tools such as grid trading and dollar-cost averaging (DCA), the platform enables users to trade efficiently, whether they are entering the market for the first time or executing sophisticated strategies.

Market Position and Global Recognition

BingX’s success in the futures market extends beyond trading volume. According to prominent aggregators like CoinGecko and Coinglass, its strategic brand evolution and commitment to innovation have earned it recognition as a top-five global crypto derivatives platform in 2024. The ranking highlights BingX’s ability to anticipate market shifts and continuously enhance its product offerings to meet evolving trader needs.

According to CoinGecko, BingX’s futures trading platform reports an average daily trading volume of over $5 billion, with open interest reaching around $2 billion. The most actively traded pair, BTC/USDT, contributes nearly $1.5 billion to the daily volume, reflecting its dominant role in the platform’s liquidity.

Source: CoinGecko

Further reinforcing its industry standing, Coinglass ranks BingX among the top global crypto derivatives exchanges, acknowledging its sustained market impact.

The Future of Crypto Futures Trading

Chief Product Officer Vivien Lin emphasizes that BingX’s long-term success is built on more than just trading volume. The company prioritizes continuous product innovation, staying ahead of market trends, and evolving to meet the needs of modern traders.

According to Lin, BingX will expand these efforts even further in 2025, reinforcing its position as a leading platform in the derivatives space. By making complex financial tools more accessible, the company is advancing its vision of a more inclusive trading environment.

As the crypto industry matures, futures trading will become increasingly central to its evolution. However, for sustained growth, the market needs secure, transparent, and accessible trading solutions. BingX is not just competing in the futures market — it is actively shaping the future of the crypto derivatives industry.

If the iPhone revolutionized people’s interaction with technology, crypto futures might be the driving force propelling digital assets into mainstream financial markets. With its commitment to innovation and user-centric solutions, BingX is emerging as one of the most influential players in this transformation.

Image by Pete Linforth from Pixabay

Bitcoinist

Bitcoinist

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

Vitalik Tegaskan Ethereum Harus 'Mengesankan', Tapi Yayasan Bukanlah Pusatnya

Vitalik Buterin menanggapi kritik komunitas terhadap Yayasan Ethereum (EF) dengan menekankan bahwa Ethereum harus "menakjubkan" dan EF bukanlah pusat kendali, melainkan sebuah simpul dengan tujuan jelas dalam ekosistem yang terdesentralisasi. Dalam esainya, Vitalik mengakui kekhawatiran mengenai kinerja harga ETH dan peran EF. Dia menarik analogi dengan Google, menyatakan bahwa Ethereum harus menghindari jalur yang mengorbankan idealisme awal untuk keuntungan finansial semata. EF, yang hanya memegang sekitar 0.16% dari total pasokan ETH, akan beralih fokus pada tujuan jangka panjang yang krusial bagi keberhasilan Ethereum sebagai sistem yang terbuka, privat, aman, dan tahan sensor. Vitalik menegaskan bahwa "menakjubkan" bagi Ethereum bukan sekadar tentang kecepatan dan skalabilitas tinggi, melainkan keunggulan dalam dimensi CROPS: konsensus yang dapat dibuktikan bebas bug (didukung verifikasi formal berbasis AI), konsensus rantai dengan ketersediaan tinggi, dan minimalisasi perantara. Pendekatan teknis yang teguh ini dimaksudkan untuk membangun "kepastian" tertinggi yang pada akhirnya memberikan premium modal. Menanggapi kritik bahwa EF tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi pemegang ETH, Vitalik menyatakan EF akan berhenti menjual ETH dalam jumlah besar dan berkonsentrasi pada area yang tanpanya kemajuan penting tidak akan terjadi. Namun, pertanyaan tentang siapa atau organisasi mana yang akan mengisi kekosongan untuk mewakili dan menyelaraskan kepentingan ekonomi pemegang ETH di ekosistem yang matang ini tetap terbuka dan dianggap kunci bagi pemulihan Ethereum.

链捕手8j yang lalu

Vitalik Tegaskan Ethereum Harus 'Mengesankan', Tapi Yayasan Bukanlah Pusatnya

链捕手8j yang lalu

Galxe: Bagaimana Sebuah Platform Quest Berevolusi Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Web3

**Ringkasan: Galxe – Dari Platform Quest Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Web3** Awalnya dikenal sebagai Project Galaxy pada 2021, Galxe sering disalahpahami hanya sebagai platform *quest* Web3 biasa tempat pengguna menyelesaikan tugas untuk mendapatkan NFT atau imbalan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, platform ini telah berkembang menjadi infrastruktur pertumbuhan inti bagi banyak ekosistem besar seperti Optimism, Arbitrum, dan Linea. Inti nilai Galxe bukanlah pada mekanisme tugasnya, tetapi pada kemampuannya mengubah perilaku pengguna yang terfragmentasi dan sekali pakai menjadi data identitas jangka panjang yang dapat dicatat, diverifikasi, dan digunakan kembali. Melalui *credential*, OAT, Passport, dan sistem skor, setiap tindakan pengguna—dari interaksi media sosial hingga transaksi on-chain—menjadi aset yang terakumulasi dalam *wallet* mereka. Ini menciptakan perubahan psikologis: pengguna tidak hanya mencari imbalan instan, tetapi juga membangun riwayat partisipasi yang dapat meningkatkan peluang mereka mendapatkan akses atau manfaat di masa depan. Bagi proyek, Galxe menyediakan kumpulan pengguna yang dapat disaring berdasarkan riwayat perilaku mereka, memungkinkan kampanye pertumbuhan yang lebih tepat sasaran. Galxe menerapkan jalur pertumbuhan bergaya *gamifikasi*, memandu pengguna secara bertahap dari tugas sederhana (seperti *follow* Twitter) ke interaksi on-chain yang lebih kompleks (seperti *swap* atau *staking*). Pendekatan ini mendidik pengguna, menyaring kualitas mereka, dan pada akhirnya membangun hubungan jangka panjang antara proyek dan komunitas. Dengan meluncurkan produk seperti Passport (verifikasi identitas), Starboard (analitik komunitas), dan Earndrop (distribusi imbalan), Galxe bercita-cita menjadi sistem operasi pertumbuhan yang lengkap untuk Web3. Jaringannya menciptakan *flywheel effect*: semakin banyak proyek yang bergabung, semakin kaya data pengguna; data yang lebih kaya menghasilkan penyaringan yang lebih tepat, yang menarik lebih banyak proyek. Singkatnya, Galxe tidak sekadar menjual lalu lintas pengguna, tetapi membangun tatanan pertumbuhan baru berbasis identitas di Web3, di mana perilaku pengguna bernilai akumulatif dan pertumbuhan berkembang menjadi jaringan hubungan jangka panjang.

marsbit8j yang lalu

Galxe: Bagaimana Sebuah Platform Quest Berevolusi Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Web3

marsbit8j yang lalu

Pulsa Pasar BTC: Minggu ke-22

Pulsa Pasar BTC: Pekan 22 Harga Bitcoin turun selama seminggu terakhir, dari $79K ke rendah lokal dekat $74K sebelum pulih ke arah $77K. Momentum harga turun 21,7%, mencerminkan aksi harga yang lebih lembut dan tekanan jual yang meningkat. Namun, indikator Spot CVD dan Perpetual CVD naik tajam (masing-masing 77,2% dan 35,5%), menunjukkan tekanan jual mulai mereda dan sentimen pasar menjadi lebih seimbang. Aktivitas pasar mendingin dengan volume spot turun 10% dan minat terbuka futures turun 3,5%, mengindikasikan berkurangnya nafsu spekulatif. Di sisi lain, ada tanda-tanda nafsu risiko baru. Pembiayaan sisi long melonjak 135,4%, menyoroti permintaan kuat untuk eksposur long. Di pasar opsi, 25-Delta Skew naik sedikit, sinyal permintaan yang sedikit lebih besar untuk proteksi downside. Di pasar TradFi, arus bersih ETF AS membaik 28,9%, menunjukkan arus keluar modal mereda dan sentimen stabil, meski volume perdagangan ETF turun. Dari perspektif aktivitas jaringan, jumlah alamat aktif harian dan volume transfer yang disesuaikan entitas menurun sedikit, mengisyaratkan fase konsolidasi. Metrik likuiditas menunjukkan profil yang lebih stabil dengan aktivitas spekulatif lebih rendah. Namun, metrik profitabilitas menandakan potensi peningkatan tekanan pasar. Rasio laba belum terealisasi bersih turun signifikan, sementara rasio laba terealisasi menunjukkan peningkatan realisasi kerugian dibandingkan ambil untung, mengindikasikan sentimen hati-hati dan berpotensi bearish. Kesimpulannya, pasar menunjukkan tanda-tanda moderasi dan konsolidasi, dengan aktivitas berkurang, sentimen hati-hati, dan campuran nafsu risiko. Gambaran ini menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap dinamika pasar.

insights.glassnode8j yang lalu

Pulsa Pasar BTC: Minggu ke-22

insights.glassnode8j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片