Request Network 2024夏季黑客松回顾

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2025-01-26Terakhir diperbarui pada 2025-01-26

Abstrak

聚焦开发Web3金融应用,吸引144名开发者参与,推出32个项目,并通过工作坊、奖金池和资助计划促进创新和技术进步。

Hackathon 概要

Request Network - Summer Hackathon 在 2024 年夏季结束,吸引了 144 名开发者参与,并审核通过了 32 个项目。该活动由 Request Network 举办,着重于利用其兼容 EVM 的基础设施开发Web3金融应用。在 Hackathon 期间,参与者有机会参加针对初学者和高级用户量身定制的工作坊。这些工作坊旨在提高开发发票、支付、会计和借贷应用的技能。

激励措施包括总奖金池 15, 000 美元,分为发票、支付、会计和借贷应用等奖项类别。此外,Request Network 基金会为提交至其资助计划的项目提供额外 35, 000 美元。评审标准强调实用性、易用性、技术复杂性和创新性。

参与者可以访问丰富的资源,如视频教程、GitHub 代码库,还可以通过专用的 Discord 热线获得支持。Hackathon 强调了积极参与,促进了旨在提升区块链交易能力的应用程序的创建。2024 年 7 月 8 日,获奖项目公布,展示了参与者的创造力和技术专长。

Hackathon 获奖者

Invoicing Prize Winners

  • ChainPay - 该项目通过与 QuickBooks 集成,将 Request Network 的功能扩展至Web3支付组件。它解决了 Sepolia Testnet 上的智能合约调用问题,目标是提供全面的解决方案。

  • PiperPay - 一个支持多种货币和代币的发票和支付管理系统。它通过智能合约代理和代币交换遵循 Request Network 标准。

  • Wavein - 该项目通过 Request Network 和 Superfluid 为自由职业者提供实时支付,提供带转换功能的流线型支付流。

Accounting Prize Winner

  • request-accounting - 基于区块链的会计应用程序,确保安全交易,同时集成与行业标准一致的高效财务管理。

Lending Prize Winners

  • Invoice Lending (Factoring) - 该项目通过将发票铸造成 NFT 提供流动性,允许在 Request Network 上进行点对点发票融资。

  • Invisy Network - 一个去中心化发票平台,利用 NFT 提升效率和透明度,提供实时发票流动性的市场。

欲了解完整项目列表,请访问 DoraHacks Request Network Summer Hackathon

关于主办方

Request Network

Request Network 是一个兼容 EVM 的基础协议,致力于推动包括发票、支付和会计在内的Web3金融应用的发展。通过向区块链交易附加额外数据,网络确保合规、对账和可追溯性。这使用户能够维护其财务数据的所有权,促进灵活的转移和选择性共享。关键举措包括支持未抵押贷款和增强区块链交易流程。Request Network 致力于促进一个包容的金融未来,通过优化服务来实现数据所有权和金融操作的自动化。

Bacaan Terkait

Baru Saja, Model Dunia Pertama di Dunia dengan Frame Tinggi Super Lahir, Konten NVIDIA 0, Melaju 50 FPS

MoWorld, model dunia "Flash World Model" pertama di dunia yang dikembangkan oleh MoXin Tech bersama tim akademisi Pan Yunhao dari Universitas Zhejiang, telah mencapai terobosan signifikan dalam kecepatan dan efisiensi. Model ini mampu melakukan inferensi real-time dengan kecepatan >50 FPS, mengatasi tantangan utama model dunia sebelumnya yang sering terhambat pada 5-10 FPS. Yang membedakan, MoWorld dibangun sepenuhnya menggunakan platform NPU (Neural Processing Unit) dalam negeri Tiongkok (seperti Huawei Ascend), tanpa bergantung pada GPU Nvidia. Pendekatan "full-stack" ini—mulai dari pelatihan, distilasi, hingga penyebaran—telah menurunkan biaya inferensi hingga 70% dibandingkan solusi GPU skala sebanding. Model 14B parameter ini didukung oleh pipeline data yang dikumpulkan dan diberi anotasi 3D secara mandiri, serta optimasi sistem seperti perhatian paralel ultra-padat dan kuantisasi presisi campuran dinamis untuk NPU. Kemampuannya termasuk kontrol kamera 6-DoF, konsistensi geometri tinggi, dan pembangkit adegan hingga 2000 frame. Aplikasi potensialnya mencakup: * **Game & Hiburan Interaktif:** Eksplorasi imersif real-time. * **Kecerdasan Berwujud & Mobil Otonom:** Simulator dunia virtual untuk pelatihan. * **Pembuatan Film:** Pra-preview real-time dan pengeditan lensa. * **Kembaran Digital & Rekonstruksi 3D:** Solusi rekonstruksi spasial yang presisi dan hemat biaya. Pencapaian MoWorld membuktikan kelayakan platform komputasi domestik untuk model dunia canggih dan membuka peluang untuk standar teknologi kecerdasan spasial generasi berikutnya. Model ini menandai pergeseran industri dari sekadar "kemampuan" menuju "keterjangkauan dan penerapan praktis" dalam interaksi real-time dengan dunia.

marsbit1j yang lalu

Baru Saja, Model Dunia Pertama di Dunia dengan Frame Tinggi Super Lahir, Konten NVIDIA 0, Melaju 50 FPS

marsbit1j yang lalu

Samudera Pasifik 'Demam', Bagaimana Cuaca Ekstrem Menjadi Mesin Uang bagi Wall Street?

**Ringkasan:** Suhu pasifik yang menghangat akibat fenomena El Nino memicu cuaca ekstrem global pada tahun 2026, seperti banjir di China, kekeringan di Asia Tenggara, dan gangguan perikanan di Peru. Perubahan iklim ini tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari, tetapi juga menciptakan peluang finansial besar di Wall Street. Para investor dan hedge fund, seperti Moreton Capital Partners, mulai mengumpulkan dana miliaran dolar untuk bertaruh pada komoditas pertanian seperti minyak sawit Malaysia, gandum Australia, dan jagung Afrika Selatan yang diperkirakan akan terdampak. Strategi ini terbukti menguntungkan secara historis, seperti yang dilakukan oleh legenda trader Richard Dennis pada tahun 1970-an dan Anthony Ward ("Chocfinger") di pasar kakao. Meskipun data stok aktual untuk komoditas seperti minyak sawit dan gula masih tinggi, harga telah naik karena antisipasi dampak El Nino yang akan mengurangi produksi 6-12 bulan ke depan. Fenomena ini memiliki efek berbeda di berbagai wilayah: menyebabkan kekeringan dan mengurangi hasil panen di Asia, tetapi dapat meningkatkan curah hujan dan produksi di Amerika Selatan. Pasar memantau beberapa indikator kunci seperti indeks suhu laut Niño3.4, data musim hujan India, dan laporan stok minyak sawit Malaysia untuk mengonfirmasi tren. Sementara peluang trading berfokus pada 2026-2027, narasi yang lebih luas memperingatkan potensi risiko ketahanan pangan global akibat kombinasi El Nino, kelangkaan pupuk, dan gangguan rantai pasokan energi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi biaya hidup semua orang.

marsbit1j yang lalu

Samudera Pasifik 'Demam', Bagaimana Cuaca Ekstrem Menjadi Mesin Uang bagi Wall Street?

marsbit1j yang lalu

Samudra Pasifik "Demam", Bagaimana Cuaca Ekstrem Menjadi Mesin Pencetak Uang Wall Street?

**Laut Pasifik 'Demam', Cuaca Ekstrem Jadi Mesin Uang Wall Street** Musim panas 2026 diawali cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, dari banjir besar di Cina hingga kekeringan di Asia Tenggara. Pola cuaca tak biasa ini didorong oleh fenomena El Niño yang kuat, di mana suhu permukaan laut di Pasifik tengah-timur menghangat secara signifikan, mengganggu pola iklim global. El Niño kali ini diprediksi bisa menjadi salah satu yang terkuat sejak 1950. Dampaknya beragam: menyebabkan kekeringan yang mengurangi produksi kelapa sawit dan karet di Asia Tenggara, melemahkan muson di India (mengancam gula dan kapas), serta menghangatkan perairan Peru sehingga mengganggu tangkapan ikan anchovy. Namun, di Brasil dan Argentina, El Niño justru bisa mendatangkan hujan yang baik untuk tanaman. Perubahan cuaca ini telah menjadi peluang finansial besar. Dana lindung nilai seperti Moreton Capital Partners mengumpulkan miliaran dolar untuk bertaruh pada komoditas pertanian yang terdampak. Kisah sukses serupa telah terjadi sejak 1970-an, seperti trader legendaris Richard Dennis yang meraup keuntungan dari lonjakan harga kedelai akibat El Niño. Baru-baru ini pada 2024, cuaca kering di Afrika Barat mendorong harga kakao meroket, menghasilkan keuntungan besar bagi dana-dana tren. Meskipun pasar telah bereaksi lebih dulu dengan kenaikan harga beberapa komoditas seperti minyak sawit dan gula, data riil penurunan produksi biasanya baru terlihat setelah puncak El Niño. Para pelaku pasar kini memantau ketat indikator kunci seperti indeks Niño3.4, data hujan muson India, dan laporan stok minyak sawit Malaysia. Di balik peluang trading, narasi yang lebih besar muncul: kombinasi El Niño yang ekstrem, kelangkaan pupuk, dan ketegangan geopolitik di jalur suplai energi berpotensi memicu risiko kekurangan pangan global dalam beberapa bulan ke depan. Badai cuaca yang awalnya diabaikan ini pada akhirnya berdampak pada kehidupan banyak orang, dari harga pangan hingga biaya hidup sehari-hari.

链捕手1j yang lalu

Samudra Pasifik "Demam", Bagaimana Cuaca Ekstrem Menjadi Mesin Pencetak Uang Wall Street?

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片