SEC под руководством Генслера подала иск против компании-разработчика сети Helium

investing.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-20Terakhir diperbarui pada 2025-01-20

GetBlock Magazine - Что произошло? Комиссия США по ценным бумагам и биржам (SEC) обвинила компанию Nova Labs, стоящую за разработкой сети Helium, в незарегистрированном предложении ценных бумаг в виде криптоактивов и обмане инвесторов. Согласно иску от 17 января, с апреля 2019 года по настоящее время Nova Labs продавала электронные устройства Hotspots для майнинга криптовалют и предлагала программу Discovery Mapping, в рамках которой пользователи могут продавать свои личные данные за криптовалюту.

Пресс-релиз

Что еще известно? Для привлечения новых инвесторов Nova Labs также делала заведомо ложные заявления о том, что крупные компании, такие как Lime, Nestle и Salesforce (NYSE:CRM) использовали ее сеть Helium с открытым исходным кодом, заявили чиновники.

Регулятор в иске отнес к категории ценных бумаг три актива, выпускаемых компанией: Helium Network Token (HNT), Helium Mobile Token (MOBILE) и Helium IoT Network Token (IoT).

Основатель Helium Амир Халим в своем X-аккаунте назвал судебный процесс «последним вздохом неудавшегося крестового похода против криптокомпаний в США». Он подчеркнул, что Nova Labs сотрудничала с каждой упомянутой на сайте компанией и теперь она намерена защищаться в суде.

Источник: X.com

Халим отметил, что этот процесс имеет значение для всех проектов в сфере децентрализованной физической инфраструктуры (DePIN). Так, если Hotspots признают ценными бумагами, это подвергает регуляторным рискам все прочие DePIN проекты.

«Мы будем энергично защищаться и продолжим послужной список возглавляемой Генслером SEC, состоящий из потерь и откровенной лжи», — заключил предприниматель.
Иск направлен на наложение денежных штрафов и запрет на покупку, предложение или продажу любых криптоактивов-ценных бумаг для Nova Labs. Он является одним из последних действий, предпринятых SEC под руководством председателя Гэри Генслера, который уходит в отставку 20 января в связи с инаугурацией Дональда Трампа на второй президентский срок.

Ранее стало известно, что Трамп намерен издать указ о признании криптовалюты национальным приоритетом. Он также может обязать регуляторов прекратить судебные иски против криптофирм, не связанные с обвинениями в мошенничестве.

Читайте оригинальную статью на сайте GetBlock Magazine

Bacaan Terkait

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

**Ringkasan:** Kartu pembayaran kripto saat ini memiliki volume transaksi bulanan sekitar $1,5 miliar, tetapi perkembangannya masih setara dengan kartu debit pada awal 1990-an. Masalah utamanya adalah mereka belum menjadi "akun utama" bagi pengguna, karena tidak mendukung hubungan keuangan rutin seperti penerimaan gaji atau pembayaran otomatis. Pasar didominasi oleh pemain seperti RedotPay, dengan pengguna terkonsentrasi di negara-negara berkembang (seperti Bangladesh, India, Mesir) yang memiliki akses terbatas ke mata uang dolar atau layanan perbankan tradisional. Di pasar maju, kartu kripto masih sulit menemukan pijakan yang kuat. Ada empat model bisnis utama: 1. **Infrastruktur Penerbitan Kartu:** Lapisan yang menyediakan teknologi dasar (contoh: Rain). Persaingan ketat, dan hanya penyedia dengan fitur unik (seperti penyelesaian T+0) yang akan bertahan. 2. **Kartu Pendamping Pertukaran:** Digunakan oleh bursa (contoh: Binance) untuk mempertahankan pengguna, dengan pendapatan utama berasal dari biaya perdagangan, bukan transaksi kartu. 3. **Dompet & DeFi:** Kartu terhubung ke dompet terdesentralisasi (contoh: MetaMask Card), memungkinkan pembayaran langsung dari aset on-chain. Namun, biaya gas dan kompleksitas teknis membatasi daya tariknya bagi pengguna biasa. 4. **Bank Digital Stablecoin:** Model yang paling sukses secara volume (contoh: RedotPay). Fokusnya adalah akun serba bisa untuk stablecoin dengan fitur seperti transfer lintas batas, dengan kartu sebagai saluran pembayaran. Kekuatannya ada di pasar berkembang. Kesimpulannya, hanya fungsi pembayaran tidak cukup untuk pertumbuhan jangka panjang. Untuk menjadi infrastruktur keuangan yang matang, pemain industri harus: (1) mengontrol aliran dana di hulu, (2) mempertahankan keunggulan di ceruk pasar berkembang, dan (3) yang paling penting, membangun hubungan akun inti dengan pengguna—mirip dengan bagaimana rekening bank tradisional menjadi pusat kehidupan keuangan sehari-hari. Tanpa ini, kartu pembayaran kripto hanya akan tetap menjadi alat isi ulang untuk ceruk pasar tertentu.

Foresight News6m yang lalu

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

Foresight News6m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

**Ringkasan: Biaya Keamanan Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan di DeFi** Berdasarkan data DeFiLlama, kuartal kedua tahun ini mencatat 88 serangan peretasan dengan total kerugian mencapai $780,3 juta. Rangkaian peristiwa ini membuktikan bahwa **kerugian akibat masalah keamanan kini telah menjadi bagian dari biaya modal di ekosistem DeFi**. Biaya tersembunyi ini secara langsung memengaruhi pendapatan pengguna, pemilihan rute aset, dan keputusan dalam menyediakan likuiditas. Risiko utama berasal dari dua area: **kerentanan infrastruktur** (seperti jembatan lintas rantai/ *cross-chain bridge*) yang menyebabkan kerugian besar per insiden, dan **cacat logika kontrak** yang lebih sering terjadi. Serangan terhadap infrastruktur kritis—saluran perpindahan aset, sistem verifikasi, antarmuka—telah mengubah logika pasar. Partisipan kini mulai memasukkan **premi risiko** ke dalam perhitungan mereka, mengevaluasi kembali biaya sebenarnya untuk berpartisipasi di ekosistem *on-chain*. **Keandalan rute aset** kini menjadi bagian integral dari pertimbangan transaksi. Insiden pada jembatan lintas rantai seperti KelpDAO, LayerZero, dan THORChain membuat likuiditas cenderung berpindah ke platform dengan jalur yang lebih jelas dan risiko lebih rendah. Agar tetap kompetitif, platform harus menanggung **biaya distribusi** yang lebih tinggi untuk menarik likuiditas, yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan anggaran audit, program *bug bounty*, asuransi aset, dan mekanisme pemantauan. Singkatnya, masalah peretasan di DeFi telah berevolusi dari sekadar isu keamanan teknis menjadi **tekanan struktural** pada pasar. Ini berfungsi seperti **pajak likuiditas implisit** yang dikenakan pada seluruh aliran aset, perolehan hasil, dan sistem kepercayaan di ruang *on-chain*. Masa depan akan didominasi oleh protokol yang dapat secara transparan mengungkap risiko dan menerapkan solusi pengendalian yang komprehensif.

Foresight News35m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

Foresight News35m yang lalu

Trading

Spot
活动图片