Dogecoin Price Analysis: Why The Macro Golden Pocket At $0.49 Needs To Be Broken

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-01-04Terakhir diperbarui pada 2025-01-05

Abstrak

Dogecoin is starting to attack with upward momentum as the entire crypto market starts to receive notable inflows, especially in...

Dogecoin is starting to attack with upward momentum as the entire crypto market starts to receive notable inflows, especially in the last 24 hours. This notable increase in inflow has seen Dogecoin’s price particularly surging by about 16% in the past 24 hours and the $0.40 price level now seems within reach again.

According to a technical outlook by crypto analyst Kevin (@Kev_Capital_TA), Dogecoin needs to clear a macro golden pocket around $0.49 in order to validate a stronger upward move to new all-time highs.

The Macro Golden Pocket At $0.49: The First Barrier

Crypto analyst Kevin recently shared his insights on X, highlighting Dogecoin’s critical resistance levels that must be cleared before the cryptocurrency can embark on a journey toward new all-time highs. With the use of Fibonacci extension levels projected from Dogecoin’s previous bear market low in 2022/2023, Kevin mapped out key price points por bulls, starting with the macro golden pocket at $0.49.

Kevin identified $0.49 as the “macro golden pocket,” the first major resistance zone Dogecoin must conquer to initiate a bullish breakout. This level represents a significant extension point in the Fibonacci indicator and sits around the 0.65 Fib. Interestingly, the $0.49 macro golden pocket served as the peak of Dogecoin’s intriguing rally in late 2024. Dogecoin’s rejection at $0.49 kicked off a correction, which eventually rebounded at the 0.382 Fib extension level. 

DOGE is currently trading at $0.38. Chart: TradingView

Breaking through $0.49 would put Dogecoin at its highest price point in almost four years. This in turn would undoubtedly provide the strength for further upward momentum and give Dogecoin bulls the confidence to push the price higher.

Path To New All-Time Highs: Subsequent Resistance Levels At $0.53 And $0.59

Crypto analyst Kevin also highlighted key price points to keep an eye on when Dogecoin eventually breaks above the macro golden pocket at $0.49. Following a breakout at $0.49, the next critical resistance lies at $0.53, marked by another key Fibonacci retracement level at 0.703. 

Beyond $0.53, Dogecoin will face what Kevin described as the “final boss” at $0.59. Interestingly, this price point is also marked by another Fib extension level at 0.76. This level holds historical significance as a threshold before Dogecoin reached its current all-time high in 2021. The last time Dogecoin made a clean break above $0.59 at the 0.76 Fib extension, it took only a few days for it to reach its all-time high of $0.7316.

With this in mind, another clean break above $0.59 would pave the way for Dogecoin to challenge its previous all-time high and explore uncharted price territory.

At the time of writing, Dogecoin is trading at $0.389 and is up by 15.5% and 23.5% in the past 24 hours and seven days, respectively.

Featured image from Pixabay, chart from TradingView

Scott Matherson

Scott Matherson

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手2m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手2m yang lalu

Bitcoin Incar Lonjakan Makro ke $70K Setelah Jatuh di Bawah $60K – Apa yang Menunggu BTC Selanjutnya?

Harga Bitcoin (BTC) sempat turun di bawah $60.000 ke level $58.000, namun berhasil pulih ke $61.540 pada saat laporan. Meski menunjukkan kenaikan 2% dalam 24 jam, BTC masih mengalami penurunan 8% dalam sebulan, memicu kekhawatiran. Analisis teknis menunjukkan sinyal campuran. RSI di atas 55 dan MACD hijau mengisyaratkan kekuatan bull, namun tidak kuat karena garis sinyal dan MACD hampir menyatu. Bollinger Bands yang melebar menandakan volatilitas mendatang. Data on-chain dari CryptoQuant mengungkapkan reset pasar. Eksposur bersih panjang manajer aset di futures CME turun ke level terendah sejak peluncuran ETF spot AS, menunjukkan penurunan keyakinan, bukan pergeseran bearish. Minat terbuka turun drastis 63.5%, menandakan pengurangan leverage di pasar derivatif. Posisi hedging juga ringan, menciptakan "kekosongan posisi" yang bisa memicu pergerakan besar berikutnya jika institusi kembali. Penahan jangka panjang (LTH) diduga membeli di harga lebih rendah, membantu membentuk dasar harga dan meredakan tekanan jual. BTC kini berada di atas rata-rata bergerak 7-hari, tetapi masih di bawah rata-rata 30-hari, mengindikasikan momentum jangka pendek membaik meski tren belum sepenuhnya bullish. Di sisi lain, terjadi perpindahan aset besar-besaran, termasuk transfer 1.000 BTC ke Coinbase Prime yang dikaitkan dengan Tim Draper dan pergerakan serupa dari dompet terkait Clifton Collins. Meski berpotensi menambah pasokan, transfer ini tidak selalu berarti penjualan segera. Analis Axel Adler Jr. memperingatkan bahwa metrik on-chain menunjukkan risiko penurunan masih ada, karena BTC belum mencapai kondisi jenuh jual parah seperti di dasar siklus sebelumnya. **Kesimpulan Utama:** * Bitcoin berada di atas $61.500, tetapi masih di bawah rata-rata bergerak 30-hari. * Penarikan dan pelepasan aset dari ETF tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga BTC saat ini dan mendatang.

ambcrypto16m yang lalu

Bitcoin Incar Lonjakan Makro ke $70K Setelah Jatuh di Bawah $60K – Apa yang Menunggu BTC Selanjutnya?

ambcrypto16m yang lalu

Trading

Spot
活动图片