Ключевые криптособытия 2025 года: что ждать участникам рынка

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-01-29Terakhir diperbarui pada 2024-12-29

Новый год обещает быть насыщенным для мира криптовалют. Уже в январе FTX начнет процесс выплат кредиторам, что может стать важным этапом восстановления после краха биржи. В этом же месяце Комиссия по ценным бумагам и биржам США (SEC) останется без своего председателя Гэри Генслера, который заранее объявил об отставке.

В феврале состоится запуск основной сети проекта Nillion, представившего новую модель вычислений на основе своей технологии Blind Computer. Этот релиз обещает сделать платформу одной из самых инновационных на рынке. Кроме того разработчики Berachain обещали выпустить токен BERA.

Первый квартал станет временем обновлений Ethereum. В рамках проекта пройдет интеграция Pectra, что станет очередным шагом после Dencun. Одновременно Polkadot представит долгожданную версию 2.0, а Tether запустит собственную AI-платформу для автоматизации работы с блокчейном.

Интересный шаг предпримет Oriole Insights, который планирует запуск телеграм-бота для прогнозирования цен. Такой инструмент может привлечь внимание трейдеров, которые ищут новые способы анализа рынка.

Во 2-м квартале, 9 апреля, возможен запуск опционов на спотовый Ethereum ETF. Это событие способно значительно повлиять на развитие институциональных инвестиций в криптовалюты. Летом FIFA планирует релиз блокчейн-игры FIFA Rivals, которая может привлечь миллионы пользователей благодаря популярности бренда.

К 3-му кварталу ожидается запуск децентрализованной AI-сети Sahara AI. В это же время биржа Bithumb готовится к листингу на Nasdaq, что станет знаковым событием для криптокомпаний.

В завершение года SWIFT начнет тестирование токенизации активов, а Visa представит платформу Visa Tokenized Asset Platform для работы с банками. Также внимание привлекает проект Pudgy Penguins, чьи разработчики запланировали выпуск мобильной игры.

Bacaan Terkait

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

Eksodus talenta dari Google tampaknya berlanjut dengan hengkangnya Denny Zhou, yang dijuluki "Raja Penalaran" DeepMind, ke Meta. Ia telah bekerja diam-diam di MSL Meta selama empat bulan sebelum berita kepergian sejumlah ilmuwan top Google lainnya ramai diperbincangkan. Zhou, yang direkrut ke Google pada 2017 berkat program Google AI China yang diinisiasi Fei-Fei Li, adalah pionir tim penalaran dan berkontribusi besar pada karya dasar LLM seperti Chain-of-Thought. Kepergiannya disusul masuknya profesor UC Berkeley, Dawn Song ("Bunda Keamanan AI"), ke Meta beserta tim startup AI security-nya. Sementara itu, Google terus kehilangan banyak pemain kunci. Noam Shazeer (salah satu penulis Transformer) bergabung dengan OpenAI, sementara peraih Nobel John Jumper serta kontributor inti Gemini lainnya, Jonas Adler dan Alexander Pritzel, pindah ke Anthropic. Laporan dari The Information mengungkapkan kemungkinan penyebab di balik eksodus ini: Google dikabarkan mengutamakan "Tim Serang Pengkodean" (Coding Strike Team) yang baru dibentuk, bahkan didukung langsung oleh pendiri Sergey Brin. Tim ini berfokus mempercepat pengembangan kemampuan coding Gemini, menggeser prioritas dari jalur "model dunia" AGI yang lebih teoritis yang selama ini digagas DeepMind. Alokasi sumber daya komputasi yang diprioritaskan untuk tim pengkodean ini diduga menjadi salah satu alasan kepergian para peneliti, seperti yang disinggung Shazeer. Pergeseran fokus ke pengkodean, yang memiliki nilai komersial jelas, tampaknya mengorbankan jalur penelitian jangka panjang lainnya, menciptakan ketegangan internal dan mendorong talenta untuk mencari peluang di perusahaan pesaing seperti Meta, OpenAI, dan Anthropic.

marsbit1j yang lalu

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

marsbit1j yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

**Toss dan Poseidon Ajak 30 Juta Pengguna Masuk ke Ekonomi Data AI** Toss, platform keuangan seluler Korea, bermitra dengan Poseidon, infrastruktur data untuk AI, untuk memperkenalkan model pertama di dunia yang memungkinkan pengguna biasa berkontribusi data dunia nyata untuk pelatihan AI dan dibayar atas kontribusinya. Kolaborasi ini membuka pasar data AI kepada sekitar 30 juta pengguna Toss. Aplikasi kontributor Poseidon, Numo, akan diluncurkan di dalam aplikasi Toss. Pengguna dapat membantu membangun data pelatihan dalam bahasa Korea (suara, gambar, video) dan menerima pembayaran yang terikat langsung dengan kontribusi mereka. Poseidon menyediakan infrastruktur yang melacak nilai setiap kontribusi, sementara Toss menyediakan basis pengguna dan pengalaman finansial untuk mengubah partisipasi menjadi pembayaran. Data yang dikumpulkan Numo adalah data orang-pertama dari lingkungan nyata, kategori yang sangat berharga untuk mengembangkan kecerdasan fisik AI (seperti di robotika dan kendaraan otonom). Setiap kontribusi dicatat di jaringan DATA, dengan jejak audit publik yang dapat diverifikasi, memastikan transparansi bagi pembeli dan kontributor. Korea dipandang sebagai pasar ideal untuk membuktikan model ini karena kombinasi data kehidupan nyata yang padat, sistem keuangan matang, dan pengalaman seluler kelas dunia yang dimiliki Toss. Setelah terbukti di Korea, kemitraan ini berencana untuk berekspansi ke pasar global.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片