Южнокорейский кризис обрушил крипторынок

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-08-10Terakhir diperbarui pada 2024-12-10

Решение правительства Южной Кореи об изменении положения в стране привлекло внимание не только к политической ситуации в государстве, но и к криптовалютному рынку. Это событие спровоцировало резкое падение цен на ведущие криптовалюты, такие как Bitcoin (BTC) и XRP (XRP), на местных биржах.

На торговой платформе UpBit пара BTC-KRW зафиксировала обвал на 30%, опустившись до 89 млн корейских вон (около $63 000). На другой крупной площадке, Bithumb, произошло схожее снижение, но с меньшими объемами. Аналитики отметили, что максимальный удар приняла именно пара XRP-KRW: ее цена упала на 54% и не восстановилась к прежним уровням даже спустя сутки.

Влияние политического кризиса было локализовано в пределах Южной Кореи благодаря строгим регуляторным ограничениям. Местные законы запрещают трансграничные переводы криптовалют и ограничивают доступ к биржам для нерезидентов. Это создало уникальную ситуацию: хотя внутренний рынок испытал сильное давление, глобальные цены на криптовалюты остались относительно стабильными.

Регулирование также сыграло двойственную роль. С одной стороны, оно сдержало распространение паники на мировые рынки. С другой стороны, жесткие правила не позволили трейдерам использовать арбитраж для сглаживания ценовых диспропорций. Такой эффект давно известен как «премия кимчи» — ситуация, при которой цены на криптовалюты в Южной Корее часто выше или ниже мировых значений.

Доля Южной Кореи на глобальном рынке криптовалют составляет около 11% по таким активам, как BTC, ETH, XRP и DOGE. Однако этот случай показал, что локальные регуляторные рамки могут изолировать страну от мировой системы, как в хорошем, так и в плохом смысле. Аналитики предупреждают, что дальнейшее усиление контроля может привести к еще большим разрывам в ценах и ликвидности.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Blog Baru Wong Li Usulkan 'Evolusi Diri Mulai dari Harness', Cui Tianyi dari DeepSeek Setuju dan Membagikan

**Weng Li Usulkan: "Evolusi Diri AI Mungkin Dimulai dari Harness"** Dalam blog terbarunya, Weng Li, mantan Wakil Presiden Keamanan OpenAI, membahas konsep **RSI (Recursive Self-Improvement)** dengan pendekatan yang lebih teknis dan praktis. Ia berargumen bahwa evolusi diri AI dalam waktu dekat lebih mungkin terjadi pada lapisan **Harness**, sistem eksternal yang mengatur bagaimana model menggunakan alat, mengelola konteks, memecah tugas, dan memvalidasi hasil, daripada langsung memodifikasi bobot model itu sendiri. Ia menunjukkan tren yang berkembang dari **Context Engineering** (ACE, MCE) hingga **Workflow Design** (AI Scientist, ADAS, AFlow), di mana objek optimasi berkembang menjadi lebih abstrak. Puncaknya adalah konsep **Self-Improving Harness**, di mana model dapat menganalisis kegagalannya, mengusulkan modifikasi kecil dan terukur pada kode Harness, lalu memvalidasinya sebelum diterapkan. Contoh seperti **DGM (Darwin Gödel Machine)** menunjukkan kemajuan signifikan dalam benchmark seperti SWE-bench, hanya dengan mengoptimalkan Harness. Weng Li menekankan bahwa Harness dan model akan saling memperkuat, tetapi ada tantangan besar. **Sistem evaluasi** yang lemah, risiko **reward hacking**, **keruntuhan keragaman**, serta konflik antara **kesuksesan jangka pendek dan kesehatan jangka panjang** sistem menjadi hambatan utama. Peran manusia tetap krusial, bergeser ke posisi pengawasan pada level abstraksi yang tepat. DeepSeek Researcher **Cui Tianyi** juga merespons, menegaskan bahwa evolusi diri melalui **Harness** adalah arah yang sangat menjanjikan, setara dengan evolusi pada level model. Intinya, **Harness kini menjadi variabel kritis yang menentukan performa AI secara keseluruhan.**

marsbit12m yang lalu

Blog Baru Wong Li Usulkan 'Evolusi Diri Mulai dari Harness', Cui Tianyi dari DeepSeek Setuju dan Membagikan

marsbit12m yang lalu

Obrolan Santai Redaksi Odaily (8 Juli)

Diskusi Santai Redaksi Odaily (8 Juli) Bagian informal ini berisi berbagi pemikiran anggota redaksi Odaily mengenai berita, data, dan tren industri secara real-time. Konten didasarkan pada pengamatan dan pengalaman pribadi, bukan saran investasi, dan bertujuan untuk memperluas perspektif. **Wenser (@wenser2010):** * **Saham AS/Korea:** Percaya saham memori (DRAM) masih dalam fase koreksi mendalam (deep squat), didukung kolaborasi ChangXin-Apple yang mengindikasikan permintaan masih tinggi. * **Pasar Prediksi (Piala Dunia):** Menyadari sulitnya bertaruh buta karena faktor komersial. Lebih memilih Prancis sebagai juara. * **Saham Kripto:** Cenderung bearish pada saham terkait kripto (kecuali Circle, Coinbase untuk trading rebound). * **Saham Perangkat Lunak:** Mempertanyakan apakah kinerja baik Microsoft, Salesforce, dll adalah rebound sesaat atau pemulihan fundamental. **Bcxiongdi (@bcxiongdi):** * **Meme Coin:** Melihat peluang trading volume kecil di ekosistem SOL dan BSC, juga di chain baru seperti Robinhood. * **Pasar Prediksi (Piala Dunia):** Menemukan pasar prediksi lebih sulit daripada trading meme coin. Saran: beli selama pertandingan jika ada peluang, bukan sebelum mulai. **Azuma (@azuma_eth):** * **Saham AS/Semikonduktor:** Yakin permintaan memori (DRAM) tetap kuat meski terjadi koreksi. Berencana average down, menunggu konfirmasi rencana belanja modal (capex) dari perusahaan besar. * **Sinyal Rotasi Sektor:** Hedge fund mulai membeli saham teknologi lagi, bisa dipertimbangkan untuk diikuti. * **Saham RKLB:** Melanjutkan akumulasi saham Rocket Lab setelah periode jendela penjualan pendiri berakhir, melihat potensi naik dengan risiko turun terbatas pada level harga saat ini.

Odaily星球日报30m yang lalu

Obrolan Santai Redaksi Odaily (8 Juli)

Odaily星球日报30m yang lalu

Menyoal Wawancara DeepSeek, "Jenius Muda" Huawei Terseret dalam "Serangan" Investor Web3

Mantan "Bakat Jenius" Huawei, Li Bojie, menjadi sorotan setelah mengkritik pengalaman wawancaranya dengan DeepSeek pada 6 Juli. Ia mengeluhkan penjadwalan yang tertunda dan merasa dihina karena dituding menyontek selama tes coding, yang membuatnya menghentikan wawancara. Kontroversi membesar ketika Du Jun, pendiri ABCDE Capital, menuduh Li sebagai "pendiri paling tidak memiliki semangat kontrak" pada 7 Juli. Mereka berseteru mengenai proyek Web3+AI Li, Metagent. ABCDE berinvestasi US$1,5 juta, tetapi hanya US$500.000 yang dicairkan. Du Jun menyebut demo Juni 2024 berkualitas buruk, perkembangan lambat, dan Li kemudian menghilang dari komunikasi. Li Bojie membela diri dengan menyatakan dana yang tidak lancar menghambat operasi, dan ia mengundurkan diri dari Metagent pada Oktober 2024 karena alasan keluarga dan risiko kepatuhan. Mantan peneliti ABCDE, HarryM, mengungkapkan tim lebih fokus pada pencairan dana sisa daripada pengembangan produk. ArkStream Capital juga mengungkapkan ketidakprofesionalan Li selama proses due diligence untuk Metagent. Proyek tersebut kini mandek. Li kemudian beralih ke proyek baru, Pine AI (sebelumnya Logenic AI), platform agen AI untuk konsumen. Meski disebutkan mencapai 150.000 pengguna dan mengamankan pendanaan, Li menyatakan ia hanya bergabung sebagai penasihat dan ilmuwan utama, bukan pendiri, dan telah mengundurkan diri karena minat penelitiannya beralih ke model dasar.

Foresight News59m yang lalu

Menyoal Wawancara DeepSeek, "Jenius Muda" Huawei Terseret dalam "Serangan" Investor Web3

Foresight News59m yang lalu

Trading

Spot
活动图片