Дэвид Маркус рассказал о причине закрытия платежного проекта Diem

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-01-02Terakhir diperbarui pada 2024-12-02

Бывший руководитель блокчейн-подразделения Meta (ранее Facebook) Дэвид Маркус рассказал, почему пришлось закрыть проект по запуску стейблкоина Diem, ранее известный как Libra.

По словам Дэвида Маркуса (David Marcus), стейблкоин Diem, призванный облегчить проведение международных платежей, был закрыт в связи с сильным политическим давлением со стороны регулирующих органов США. Причем у правительства и регуляторов не было никаких юридических оснований, чтобы свернуть проект, однако они начали угрожать финансовым учреждениям. Ранее Diem заручился поддержкой платежных гигантов Visa и PayPal, где Маркус занимал пост президента. Однако Visa, наряду с другими компаниями, покинула проект из-за нормативных сложностей.

Маркус рассказал, что через две недели после запуска проекта, Маркус был вызван для дачи показаний перед Банковским комитетом Сената США и Комитетом по финансовым услугам Палаты представителей Конгресса США. По словам Маркуса, развитие проекта тормозилось на каждом шагу. Лишь к весне 2021 года руководство Diem обсудило с регуляторами все возможные проблемы, связанные с финансовыми преступлениями, отмыванием денег, защитой прав потребителей и управлением резервами.

Председатель Совета управляющих Федеральной резервной системы США (ФРС) Джером Пауэлл (Jerome Powell) уже был готов дать разрешение на работу проекта в «ограниченном объеме». Но министр финансов Джанет Йеллен (Janet Yellen) выступила против развертывания Diem, назвав его «политическим самоубийством». Это стало «гвоздем в крышку гроба» Diem. ФРС провела телефонные разговоры со всеми банками-участниками, предупредив, что не может запретить им участвовать в проекте, но и не одобряет их действий.

«Это было на 100% политическое убийство проекта путем запугивания банков и платежных компаний, потому что Diem мог бы улучшить проведение международных платежей. Обидно, что США, куда я иммигрировал из-за их верховенства закона и системы ценностей, вели себя таким образом. Это была очень горькая пилюля. Зато мы усвоили главный урок: если вы пытаетесь построить открытую денежную сеть для всего мира, перемещающую триллионы долларов в день, и которая сможет просуществовать 100 лет — вы должны построить ее на самой нейтральной и децентрализованной сети, которой, без сомнения, является Биткоин», — написал Маркус в соцсети Х.

Компания Meta отказалась от проекта Diem в начале 2022 года, после продажи своей интеллектуальной собственности и активов компании Silvergate Capital. В марте 2023 года Silvergate уведомил Комиссию по ценным бумагам и биржам США (SEC) о банкротстве из-за массовой распродажи активов и неспособности погасить долги.

Bacaan Terkait

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

**Ringkasan:** Kartu pembayaran kripto saat ini memiliki volume transaksi bulanan sekitar $1,5 miliar, tetapi perkembangannya masih setara dengan kartu debit pada awal 1990-an. Masalah utamanya adalah mereka belum menjadi "akun utama" bagi pengguna, karena tidak mendukung hubungan keuangan rutin seperti penerimaan gaji atau pembayaran otomatis. Pasar didominasi oleh pemain seperti RedotPay, dengan pengguna terkonsentrasi di negara-negara berkembang (seperti Bangladesh, India, Mesir) yang memiliki akses terbatas ke mata uang dolar atau layanan perbankan tradisional. Di pasar maju, kartu kripto masih sulit menemukan pijakan yang kuat. Ada empat model bisnis utama: 1. **Infrastruktur Penerbitan Kartu:** Lapisan yang menyediakan teknologi dasar (contoh: Rain). Persaingan ketat, dan hanya penyedia dengan fitur unik (seperti penyelesaian T+0) yang akan bertahan. 2. **Kartu Pendamping Pertukaran:** Digunakan oleh bursa (contoh: Binance) untuk mempertahankan pengguna, dengan pendapatan utama berasal dari biaya perdagangan, bukan transaksi kartu. 3. **Dompet & DeFi:** Kartu terhubung ke dompet terdesentralisasi (contoh: MetaMask Card), memungkinkan pembayaran langsung dari aset on-chain. Namun, biaya gas dan kompleksitas teknis membatasi daya tariknya bagi pengguna biasa. 4. **Bank Digital Stablecoin:** Model yang paling sukses secara volume (contoh: RedotPay). Fokusnya adalah akun serba bisa untuk stablecoin dengan fitur seperti transfer lintas batas, dengan kartu sebagai saluran pembayaran. Kekuatannya ada di pasar berkembang. Kesimpulannya, hanya fungsi pembayaran tidak cukup untuk pertumbuhan jangka panjang. Untuk menjadi infrastruktur keuangan yang matang, pemain industri harus: (1) mengontrol aliran dana di hulu, (2) mempertahankan keunggulan di ceruk pasar berkembang, dan (3) yang paling penting, membangun hubungan akun inti dengan pengguna—mirip dengan bagaimana rekening bank tradisional menjadi pusat kehidupan keuangan sehari-hari. Tanpa ini, kartu pembayaran kripto hanya akan tetap menjadi alat isi ulang untuk ceruk pasar tertentu.

Foresight News5m yang lalu

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

Foresight News5m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

**Ringkasan: Biaya Keamanan Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan di DeFi** Berdasarkan data DeFiLlama, kuartal kedua tahun ini mencatat 88 serangan peretasan dengan total kerugian mencapai $780,3 juta. Rangkaian peristiwa ini membuktikan bahwa **kerugian akibat masalah keamanan kini telah menjadi bagian dari biaya modal di ekosistem DeFi**. Biaya tersembunyi ini secara langsung memengaruhi pendapatan pengguna, pemilihan rute aset, dan keputusan dalam menyediakan likuiditas. Risiko utama berasal dari dua area: **kerentanan infrastruktur** (seperti jembatan lintas rantai/ *cross-chain bridge*) yang menyebabkan kerugian besar per insiden, dan **cacat logika kontrak** yang lebih sering terjadi. Serangan terhadap infrastruktur kritis—saluran perpindahan aset, sistem verifikasi, antarmuka—telah mengubah logika pasar. Partisipan kini mulai memasukkan **premi risiko** ke dalam perhitungan mereka, mengevaluasi kembali biaya sebenarnya untuk berpartisipasi di ekosistem *on-chain*. **Keandalan rute aset** kini menjadi bagian integral dari pertimbangan transaksi. Insiden pada jembatan lintas rantai seperti KelpDAO, LayerZero, dan THORChain membuat likuiditas cenderung berpindah ke platform dengan jalur yang lebih jelas dan risiko lebih rendah. Agar tetap kompetitif, platform harus menanggung **biaya distribusi** yang lebih tinggi untuk menarik likuiditas, yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan anggaran audit, program *bug bounty*, asuransi aset, dan mekanisme pemantauan. Singkatnya, masalah peretasan di DeFi telah berevolusi dari sekadar isu keamanan teknis menjadi **tekanan struktural** pada pasar. Ini berfungsi seperti **pajak likuiditas implisit** yang dikenakan pada seluruh aliran aset, perolehan hasil, dan sistem kepercayaan di ruang *on-chain*. Masa depan akan didominasi oleh protokol yang dapat secara transparan mengungkap risiko dan menerapkan solusi pengendalian yang komprehensif.

Foresight News35m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

Foresight News35m yang lalu

Trading

Spot
活动图片