В Cointelegraph назвали причины вероятного роста биткоина до $100 тыс

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2022-08-28Terakhir diperbarui pada 2024-11-28

Недавно биткоин вплотную приблизился к значимой отметке $100 тыс, но вскоре началась довольно ощутимая коррекция. По данному поводу высказались специалисты Cointelegraph и рассказали о том, почему рост главной цифровой монеты до $100 тыс. — это вполне логичный шаг.

Изначально аналитики рассказали о том, что инвесторы планомерно отходят от восприятия главной цифровой монеты в качестве высокорискового актива. Это обусловлено его устойчивостью к цензуре и дефицитной природе. Параллельно немало крупных мировых экономик сталкиваются с определенными проблемами. И здесь вполне логично предположить, что инвесторы будут искать эффективные инструменты для диверсификации. Биткоин подходит на эту роль как нельзя кстати.

Настроения на рынке улучшает и стабильный приток инвестиционных средств в спотовые биткоин-ETF. На текущий момент все отраслевые фонды удерживают под контролем активы на общую сумму более $30 млрд. Также позитивная динамика ETF указывает на стабильно высокую заинтересованность институционального капитала в главной цифровой монете.

Многие специалисты также отмечают, что майнеры начали стабильно накапливать активы. Обычно подобная ситуация сигнализирует о том, что криптодобытчики уверены в дальнейшем развитии восходящей тенденции. Совокупность факторов указывает на то, что высокий спрос на главную цифровую монету остается стабильным.

Стоит также отметить, что 28 ноября ровно 12 лет назад состоялся первый халвинг флагманского криптоактива. Тогда награда криптодобытчиков за разгаданный блок в сети снизилась сразу с 50 до 25 монет. На текущий же момент они получают 3,125 биткоинов, при это сложность процесса майнинга существенно возросла. Халвинг остается ключевым инструментом, обеспечивающим дефицитность главной цифровой монеты.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Meta Masuki Pasar Prediksi, Kode "Arena": Tidak Pakai Uang Sungguhan, 3,56 Miliar Pengguna Aktif Harian adalah Taruhan Terbesarnya

Menurut laporan The New York Times (23/6), CEO Meta Mark Zuckerberg telah memerintahkan pengembangan aplikasi pasar prediksi independen bernama kode "Arena". Aplikasi ini awalnya akan menggunakan sistem poin, bukan taruhan uang sungguhan, untuk memprediksi hasil berbagai peristiwa, meskipun kemungkinan transaksi mata uang nyata di masa depan tidak dikesampingkan. Keunggulan utama Meta adalah daya distribusi yang masif, dengan 3,56 miliar pengguna aktif harian di seluruh aplikasinya. Hal ini dianggap sebagai ancaman signifikan bagi platform pasar prediksi mapan seperti Polymarket dan Kalshi. Berita ini langsung berdampak pada penurunan harga saham perusahaan seperti DraftKings dan Robinhood. Pasar prediksi sendiri sedang mengalami ledakan, dengan volume perdagangan bulanan di Kalshi dan Polymarket melonjak dari di bawah $5 miliar (Sept 2025) menjadi sekitar $24 miliar (Apr 2026). Arena dilihat sebagai pola khas Meta: mereplikasi model bisnis yang sudah terbukti dan memanfaatkan keunggulan skala penggunanya, seperti yang dilakukan dengan Stories (Snapchat), Reels (TikTok), dan Threads (X). Bagi pasar prediksi berbasis crypto seperti Polymarket, kehadiran Arena bisa menjadi ancaman sekaligus peluang. Di satu sisi, dapat mengalihkan perhatian dan volume perdagangan. Di sisi lain, dapat memperluas pasar secara keseluruhan dengan memperkenalkan konsep taruhan peristiwa kepada miliaran pengguna non-crypto. Dengan memulai sistem poin, Meta juga berusaha menghindari tantangan regulasi kompleks yang saat ini dihadapi oleh platform taruhan uang sungguhan. Arena masih dalam pengembangan tanpa jadwal peluncuran yang jelas.

marsbit7m yang lalu

Meta Masuki Pasar Prediksi, Kode "Arena": Tidak Pakai Uang Sungguhan, 3,56 Miliar Pengguna Aktif Harian adalah Taruhan Terbesarnya

marsbit7m yang lalu

"Enam Kacang Kenari" Melangkah ke AI, Harga Saham Melonjak Tiga Kali Lipat dalam Setahun

“Enam Kenari” (Six Walnuts), merek minuman terkenal dari perusahaan Yangyuan Beverage, kini mulai berinvestasi besar-besaran di industri kecerdasan buatan (AI). Terlepas dari fakta bahwa investasi ini belum menghasilkan keuntungan tunai, saham perusahaan telah melonjak hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir, menjadikannya saham konsep AI di mata pasar. Di balik lonjakan saham ini, bisnis utama perusahaan—minuman berbahan dasar kenari—justru mengalami kontraksi yang signifikan. Pendapatan dan laba telah menurun drastis dibandingkan puncaknya pada 2018, dengan produk-produk baru yang kurang sukses. Alih-alih berinovasi dalam produk, perusahaan memilih untuk mengalokasikan hampir seluruh laba tahunannya selama tiga tahun terakhir ke investasi teknologi keras. Melalui dana investasi industri sebesar 40 miliar yuan, Yangyuan telah menanamkan modal di berbagai sektor, seperti semikonduktor, AI, dan energi baru. Investasi terbesar adalah 1,6 miliar yuan di Yangtze Memory Technologies. Jika perusahaan memori ini berhasil melantai di bursa, investasi tersebut bisa menjadi kesuksesan besar. Sebaliknya, beberapa investasi lain seperti di perusahaan media masih merugi. Masa depan Yangyuan kemungkinan akan mengikuti model ganda: mempertahankan bisnis minuman sebagai dasar, sambil mencari pertumbuhan melalui investasi di teknologi keras seperti chip AI dan penyimpanan data.

marsbit21m yang lalu

"Enam Kacang Kenari" Melangkah ke AI, Harga Saham Melonjak Tiga Kali Lipat dalam Setahun

marsbit21m yang lalu

Analisis Laporan: AI Picu Siklus Super MLCC, Berapa Lama Sumbangan untuk Samsung Electro-Mechanics?

**Ringkasan: Laporan Morgan Stanley tentang Siklus Super MLCC yang Dipicu AI dan Manfaat bagi Samsung Electro-Mechanics** Laporan Morgan Stanley menyoroti bagaimana AI mengubah dinamika industri MLCC (Multi-Layer Ceramic Capacitor) dari siklus menjadi cerita pertumbuhan struktural. Inti logikanya: server AI membutuhkan 10-15 kali lebih banyak MLCC (440.000 unit) dibanding server tradisional (30.000 unit), dengan spesifikasi yang lebih tinggi, mendorong kenaikan volume dan harga. Kekurangan pasokan dipandang sebagai masalah struktural, bukan siklus, karena permintaan baru yang berkelanjutan berbenturan dengan kapasitas produksi terbatas. Harga diperkirakan naik 30% pada paruh kedua 2026, dan 30-50% lagi pada 2027. Samsung Electro-Mechanics diproyeksikan sebagai penerima manfaat utama melalui tiga jalur: 1) Kenaikan harga dan margin MLCC, terutama untuk aplikasi AI; 2) Pertumbuhan pesat pada bisnis substrat ABF untuk chip ASIC AI; 3) Lini produk baru seperti kapasitor silikon dan panel kaca. Laba operasional diproyeksikan melonjak dari 15.7% (saat ini) menjadi 24.5% pada 2027, dengan ROE naik dari 7.5% (FY25) menjadi 32.2% (FY28). Target harga saham dinaikkan dari 920.000 menjadi 2.560.000 won. Risiko mencakup penurunan siklus smartphone flagship Samsung dan permintaan konsumen global yang lemah. Katalis potensial termasuk kenaikan harga kontrak lebih lanjut dan konfirmasi kebutuhan MLCC pada platform AI generasi berikutnya.

marsbit38m yang lalu

Analisis Laporan: AI Picu Siklus Super MLCC, Berapa Lama Sumbangan untuk Samsung Electro-Mechanics?

marsbit38m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片