Артур Хейс: «Жители Китая не позволят биткоину лежать без дела»

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-10-29Terakhir diperbarui pada 2024-10-29

Артур Хэйс (Arthur Hayes) отметил, что мировые кризисы и денежные стимулы способствуют росту первой криптовалюты на фоне усиливающегося ослабления фиатных валют, и прежде всего доллара США.

По мнению бизнесмена, правительство Китая в попытках спасти стагнирующий сектор недвижимости, вынуждено вливать сотни миллиардов долларов в экономику, что косвенным образом влияет и на первую криптовалюту.

«Биткоин — не чуждая концепция для жителей Китая, и они не позволят ему лежать без дела. В Китай вновь возвращается активная P2P-торговля, юань слабеет, подпольная крипта процветает, несмотря на запрет властей, пытающихся скрыть свою провальную денежную политику прошлых лет», — пишет Хейс.

Растущие инфляционные риски в китайской экономике, пострадавшей от лопнувшего пузыря недвижимости, неверие молодого поколения в быстрое процветание за счет государственных программ стимулирования в Китае, Японии и США еще больше усиливают популярность криптовалют, считает криптоэнтузиаст.

Ранее Артур Хейс заявил, что ситуация на Ближнем Востоке определит направление цены биткоина — если конфликт между Израилем и Ираном перейдет в горячую фазу, то стоимость первой криптовалюты резко повысится.

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit1j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片