Стейблкоин USDT запустили на блокчейне Aptos

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-10-28Terakhir diperbarui pada 2024-10-28

Happycoin.club - Компания Tether, эмитент стейблкоина USDT, сообщила о том, что её актив запущен на блокчейне Aptos. Ранее представители компании указывали на то, что благодаря поддержке сети Aptos станет возможным проводить транзакции с USDT с очень низкими комиссиями (менее 1 цента).

Реализация инициативы позволит увеличить список сценариев использования стейблкоина USDT от микропереводов до операций в крупных компаниях, отметили в Tether.

Как известно, сейчас USDT функционирует сразу в нескольких блокчейн-сетях, и самыми известными из них являются Tron, Ethereum, Avalanche, Solana и TON.

Блокчейн Aptos был выбран Tether за превосходную скорость и масштабируемость. В частности, весной этого года в сети было отмечено 157 млн транзакций за сутки.

Токен блокчейна Aptos (APT) входит в топ-30 крупнейших криптовалют при капитализации более $4,6 млрд. На фоне негативного новостного фона из-за публикации издания WSJ о том, что против Tether ведётся федеральное расследование, это решение выглядит логичным.

К тому же, сегодня один из банков Боливии Bisa Bank предоставил своим клиентам возможность совершать платежи и переводы в USDT. Может быть, такие новости успокоят рынок, который начал сомневаться в устойчивости стейблкоина.

Читайте оригинальную статью на сайте Happycoin.club

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit2j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片