Robinhood запустил десктопную версию приложения

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-17Terakhir diperbarui pada 2024-10-17

Онлайн-брокер Robinhood запустил десктопную версию под названием Robinhood Legend с фокусом на активных трейдеров, пишет Reuters.

Платформа обладает расширенными торговыми инструментами, данными в реальном времени, а также пользовательскими и предустановленными шаблонами.

Также разработчики добавили в список доступных продуктов в мобильном приложении фьючерсы и опционы на индексы.

С подобными инструментами как правило работают банки, хедж-фонды и управляющие активами ввиду более высоких маржинальных требований и повышенной волатильности.

По этим продуктам в Robinhood предусмотрены торговые сборы, что является отходом от «безкомиссионной» модели, но они ниже отраслевых аналогов.

Напомним, по итогам апреля-июня компания зафиксировала доход от клиентских операций с криптовалютами в размере $81 млн, вдвое превысив связанный с акциями показатель ($40 млн).

В июле онлайн-брокер объявил о покупке инвестиционной и исследовательской ИИ-платформы Pluto Capital для расширения функций с применением искусственного интеллекта.

Месяцем ранее компания договорилась о приобретении старейшей европейской биткоин-биржи Bitstamp за $200 млн.

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit3j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片