Aspen Digital: 74% семейных офисов в Азии инвестируют в криптовалюты

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-17Terakhir diperbarui pada 2024-10-17

Согласно отчету гонконгской компании по управлению активами Aspen Digital, 74% семейных офисов в Азии уже инвестировали в цифровые активы, а еще 18% собираются сделать это в будущем.

В предыдущий раз Aspen Digital проводила опрос в 2022 году. Тогда положительно на вопрос о вложениях в криптовалюты ответило 58% респондентов. Это говорит о том, что интерес к цифровым активам в Азии продолжает расти.

В новом исследовании приняли участие 80 семейных инвестиционных фирм и богатых жителей по всей Азии. Большая часть из них обладает активами в пределах от $10 млн до $500 млн.

171024_asian_private_wealth.jpg

На текущий момент объем вложений в цифровые активы среди частного капитала не слишком велик ― 70% опрошенных инвестировали менее 5% от своего портфеля. Впрочем, некоторые сообщили об увеличении доли криптовалют свыше 10% в своих активах.

Около 53% опрошенных используют для вложений криптовалютные ETF и частные фонды. Наиболее интересной сферой в криптовалютной отрасли для семейных офисов стали децентрализованные финансы (DeFi). Также значительно вырос интерес к ИИ и инфраструктурным блокчейн-проектам.

Ранее сообщалось, что почти половина традиционных хедж-фондов вкладывают в криптовалюты.

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit3j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片