«Яндекс» назвал самые популярные связанные с Hamster Kombat поисковые запросы

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-01-29Terakhir diperbarui pada 2024-09-29

Аналитики российской компании «Яндекс» провели исследование поисковых запросов, связанных с игрой-кликером Hamster Kombat. Интерес к этому телеграм-приложению резко вырос в конце мая, а пика достиг в июне, когда каждый пятисотый поисковый запрос касался этой игры.

В «Яндексе» рассказали, что подавляющее большинство поисковых запросов было посвящено игровым механикам тапалки — 90%. 50% запросов касались комбинаций игровых карточек — например, «какие карточки сегодня в хомяке». 30% запросов связаны с ежедневным шифром Hamster Kombat — последовательностью символов азбуки Морзе, которые давали выигрыш в миллион внутриигровых монет.

4% запросов имели отношение к листингу токена HMSTR на криптовалютных площадках и выводу средств:

  • «Листинг хомяка когда будет».

  • «А можно ли оплачивать через хомяка в магазине».
  • «Hamster kombat как обналичить деньги».

Аналитики «Яндекса» назвали топ-5 глаголов, которыми пользователи описывают процесс игры:

  1. Тапать: «тапать хомяка зачем», «приспособление чтобы тапать хомяка».

  2. Тыкать: «хомяк деньги тыкать», «кто сколько натыкал монет в хомяке».

  3. Кликать: «когда кликаешь на хомяка доход не идет», «смертельные случаи кликания хомяка».

  4. Нажимать: «нажимаешь на хомяка. и он там деньги дает».

  5. Набивать: «как набивать хомяка тремя пальцами».

Встречались в «Яндексе» и весьма необычные поисковые запросы о Hamster Kombat:

  • «Как связан Дуров и хомяк».

  • «Что делать если мама не хочет тапать хомяка».
  • «Продолжи пословицу кто хомяка кликает тот».

  • «Что известно о хомяке и почему мы не знаем кто за ним стоит».

  • «Скачать взломанную версию кликанья хомяка».

  • «Как получить 1 млн в хомяке чит видео».

Ранее команда игры-кликера Hamster Kombat опубликовала дорожную карту, согласно которой в следующем году обещан запуск отдельного приложения и интеграция в инфраструктуру проекта платежных систем.

Bacaan Terkait

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

Eksodus talenta dari Google tampaknya berlanjut dengan hengkangnya Denny Zhou, yang dijuluki "Raja Penalaran" DeepMind, ke Meta. Ia telah bekerja diam-diam di MSL Meta selama empat bulan sebelum berita kepergian sejumlah ilmuwan top Google lainnya ramai diperbincangkan. Zhou, yang direkrut ke Google pada 2017 berkat program Google AI China yang diinisiasi Fei-Fei Li, adalah pionir tim penalaran dan berkontribusi besar pada karya dasar LLM seperti Chain-of-Thought. Kepergiannya disusul masuknya profesor UC Berkeley, Dawn Song ("Bunda Keamanan AI"), ke Meta beserta tim startup AI security-nya. Sementara itu, Google terus kehilangan banyak pemain kunci. Noam Shazeer (salah satu penulis Transformer) bergabung dengan OpenAI, sementara peraih Nobel John Jumper serta kontributor inti Gemini lainnya, Jonas Adler dan Alexander Pritzel, pindah ke Anthropic. Laporan dari The Information mengungkapkan kemungkinan penyebab di balik eksodus ini: Google dikabarkan mengutamakan "Tim Serang Pengkodean" (Coding Strike Team) yang baru dibentuk, bahkan didukung langsung oleh pendiri Sergey Brin. Tim ini berfokus mempercepat pengembangan kemampuan coding Gemini, menggeser prioritas dari jalur "model dunia" AGI yang lebih teoritis yang selama ini digagas DeepMind. Alokasi sumber daya komputasi yang diprioritaskan untuk tim pengkodean ini diduga menjadi salah satu alasan kepergian para peneliti, seperti yang disinggung Shazeer. Pergeseran fokus ke pengkodean, yang memiliki nilai komersial jelas, tampaknya mengorbankan jalur penelitian jangka panjang lainnya, menciptakan ketegangan internal dan mendorong talenta untuk mencari peluang di perusahaan pesaing seperti Meta, OpenAI, dan Anthropic.

marsbit1j yang lalu

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

marsbit1j yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

**Toss dan Poseidon Ajak 30 Juta Pengguna Masuk ke Ekonomi Data AI** Toss, platform keuangan seluler Korea, bermitra dengan Poseidon, infrastruktur data untuk AI, untuk memperkenalkan model pertama di dunia yang memungkinkan pengguna biasa berkontribusi data dunia nyata untuk pelatihan AI dan dibayar atas kontribusinya. Kolaborasi ini membuka pasar data AI kepada sekitar 30 juta pengguna Toss. Aplikasi kontributor Poseidon, Numo, akan diluncurkan di dalam aplikasi Toss. Pengguna dapat membantu membangun data pelatihan dalam bahasa Korea (suara, gambar, video) dan menerima pembayaran yang terikat langsung dengan kontribusi mereka. Poseidon menyediakan infrastruktur yang melacak nilai setiap kontribusi, sementara Toss menyediakan basis pengguna dan pengalaman finansial untuk mengubah partisipasi menjadi pembayaran. Data yang dikumpulkan Numo adalah data orang-pertama dari lingkungan nyata, kategori yang sangat berharga untuk mengembangkan kecerdasan fisik AI (seperti di robotika dan kendaraan otonom). Setiap kontribusi dicatat di jaringan DATA, dengan jejak audit publik yang dapat diverifikasi, memastikan transparansi bagi pembeli dan kontributor. Korea dipandang sebagai pasar ideal untuk membuktikan model ini karena kombinasi data kehidupan nyata yang padat, sistem keuangan matang, dan pengalaman seluler kelas dunia yang dimiliki Toss. Setelah terbukti di Korea, kemitraan ini berencana untuk berekspansi ke pasar global.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片