Аналитик Titan of Crypto спрогнозировал рост биткоина до $90 000

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2020-12-15Terakhir diperbarui pada 2024-09-15

После довольно длительной просадки флагман крипторынка вновь демонстрирует признаки силы, продолжая укреплять позиции. Ряд экспертов предполагают, что в среднесрочной перспективе данная динамика продолжится. Подобную точку зрения разделяет популярный эксперт под ником Titan of Crypto. По его словам, в ближайшие месяцы биткоин наверняка достигнет отметки в $92 000.

Специалист заметил, что в предшествующих циклах цена тестировала 50-недельную скользящую среднюю, а далее следовал откат минимум на 40%. Исходя из этой исторической статистики эксперт предполагает, что цена уйдет на ретест области $90 000 и выше.

В ходе вчерашних торгов флагман крипторынка впервые с конца августа достиг психологически важной отметки $60 000. Стоит также отметить, что традиционно сентябрь считается неблагоприятным периодом для сегмента цифровых активов. Однако затем биткоин часто активно рост в течение 3 месяцев подряд, вплоть до конца года.

Если брать средние значения, то в октябре биткоин укреплял позиции более чем на 20%. В данном аспекте ноябрь считается еще более удачным, поскольку биткоин в среднем дорожал примерно на 45%.

Однако стоит учитывать, что большое влияние окажут результаты грядущего заседания ФРС, которое состоится на следующей неделе.

Большинство экспертов сходятся во мнении, что американский регулятор все же снизит ключевую ставку. Конечно, в долгосрочной перспективе это позитивный фактор для сегмента цифровых активов. Однако сложно предсказать, как криптовалютный рынок отреагирует в краткосрочной динамике. Не исключено, что многие монеты отреагируют пассивно, поскольку данный сценарий уже давно учтен ценой. С другой стороны, если ФРС все же решит снизить ставку на 50 базисных пунктов, то тогда возможен резкий рост.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

「Saham Konsep Nvidia」Wawancara dengan Co-Founder CoreWeave: Permintaan AI Terus Meningkat Setiap Hari

Wawancara dengan para eksekutif CoreWeave, penyedia cloud khusus AI, menggarisbawahi bahwa permintaan akan komputasi AI terus meningkat dan berkembang setiap hari, mendorong perubahan besar dalam infrastruktur. Fokus tidak lagi hanya pada ketersediaan GPU, tetapi meluas ke tantangan kompleks seperti daya untuk pusat data, CPU, penyimpanan, dan pasokan komponen. CoreWeave, yang melayani klien utama seperti OpenAI dan Microsoft, melihat pergeseran struktural dalam beban kerja AI. Dengan munculnya AI agen dan model penalaran, pentingnya CPU dan penyimpanan semakin meningkat. Perusahaan merancang ulang pusat datanya untuk mengakomodasi lebih banyak CPU (seperti Vera CPU dari Nvidia) dan penyimpanan di samping server GPU generasi mendatang (seperti Vera Rubin). Para eksekutif menekankan bahwa model bisnis mereka sepenuhnya didorong oleh kontrak dan permintaan pelanggan. Mereka bersaing berdasarkan rekam jejak eksekusi yang terbukti, kemampuan teknikal, dan kemampuan menyediakan kinerja serta efisiensi biaya per token terbaik. Saat ini, hambatan utama bukanlah GPU, melainkan ketersediaan "powered shells" (bangunan pusat data yang siap daya) dan komponen di dalamnya. Mereka juga menjelaskan bahwa biaya komponen seperti HBM (memori bandwidth tinggi) diteruskan kepada pelanggan melalui kontrak yang sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga melindungi margin CoreWeave. Untuk generasi hardware baru seperti server Vera Rubin, pola deployment diperkirakan akan meningkat signifikan sekitar tahun 2027, mengikuti pola pendahulunya, platform Blackwell.

marsbit1j yang lalu

「Saham Konsep Nvidia」Wawancara dengan Co-Founder CoreWeave: Permintaan AI Terus Meningkat Setiap Hari

marsbit1j yang lalu

STRC Lepas Anker 11%, Mesin Uang Abadi Strategy Masih Berputar?

Prioritas saham STRC Strategy, yang dirancang untuk diperdagangkan di sekitar nilai nominal $100, terus mengalami disosiasi ("de-pegging"). Harga sempat turun hingga $83.26, jauh di bawah nilai target. STRC adalah mesin utama dalam "roda modal" Strategy, memungkinkan perusahaan mengumpulkan uang tanpa mengencerkan ekuitas pemegang saham biasa (MSTR). Model ini bergantung pada harga STRC yang stabil di $100 agar mekanisme penerbitan saham terus berjalan. Meskipun Strategy telah meningkatkan dividen menjadi 11.5% dan mempercepat pembayarannya untuk menarik investor, harga tetap turun. Penyebabnya diduga karena tekanan jual dari dana arbitrase yang menggunakan leverage dan, yang lebih penting, kekhawatiran pasar terhadap likuiditas Strategy. Laporan Morgan Stanley menyoroti cadangan kas Strategy yang terbatas untuk membayar dividen, sementara Strategy berargumen bahwa cadangan Bitcoin-nya cukup untuk jangka panjang. Namun, keputusan Strategy baru-baru ini untuk menjual sejumlah kecil Bitcoin (meski disebut sebagai "uji coba") telah mengguncang kepercayaan pasar pada narasi "HODL" mereka yang lama. Jika STRC tetap diskon dan kemampuan pendanaan Strategy melemah, kekhawatiran bahwa perusahaan mungkin perlu menjual lebih banyak Bitcoin untuk memenuhi kewajibannya bisa meningkat. Ini berpotensi mengubah Strategy dari pembeli besar Bitcoin menjadi penjual, memberikan tekanan signifikan pada harga pasar.

链捕手1j yang lalu

STRC Lepas Anker 11%, Mesin Uang Abadi Strategy Masih Berputar?

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片