Trump Drops Major Clue On Crypto Project Launch Date

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-14Terakhir diperbarui pada 2024-09-14

Abstrak

Donald Trump has officially revealed the date of launch for his World Liberty Financial cryptocurrency project—September 16, 2024. Related Reading:...

Donald Trump has officially revealed the date of launch for his World Liberty Financial cryptocurrency project—September 16, 2024.

Made via a video on his X account, he asked fans to accompany him for a live event on Twitter Spaces that evening. Emphasizing a change away from conventional banking, Trump said in his address:

“We’re embracing the future with crypto and leaving the slow and outmoded large banks behind.”

Trump And The New Age For DeFi

World Liberty Financial is being positioned as a decentralized finance (DeFi) platform that aims to disrupt conventional financial systems. The project has been in development for several months, led by Trump’s sons, Donald Jr. and Eric Trump.

According to reports, the platform would run on the Aave protocol inside the Ethereum blockchain and have a credit account structure so users may more effectively borrow and lend money.

The project is also expected to promote the use of US dollar-pegged stablecoins, reinforcing America’s financial influence globally.

For some time now, the Trump family has been hinting about their engagement in the crypto scene. Donald Jr. and Eric hinted forthcoming projects involving digital currencies earlier in this summer.

In political as well as bitcoin spheres, this has spurred interest and conjecture. With an eye towards giving consumers alternatives to conventional banking services, the whitepaper of the project describes its purpose to push mainstream adoption of DeFi.

As of today, the market cap of cryptocurrencies stood at $1.9 trillion. Chart: TradingView.com

Security Concerns And Criticisms

Concerns regarding the security and openness of the project have emerged as the launch date gets near. Critics, including Rep. Maxine Waters, have called attention to the hazards connected to DeFi including vulnerabilities to hacking and scams.

Waters especially cited World Liberty Financial, stressing consumer and investor caution. Furthermore casting doubt on the project’s legitimacy is its website’s use of privacy services connected to past cybercrime activity.

Despite the criticism, other parts of the crypto community have embraced the initiative. Some view it as a bold action that will help the US to match the direction of finance. Others, notably Trump supporter and Castle Island Ventures partner Nic Carter, have voiced worries that this endeavor could be a naive cash grab, therefore compromising the goodwill the crypto sector has garnered over years.

The Political Landscape

Given that the debut falls just a few weeks before the US presidential election, timing of it is very fascinating. Trump has changed his position on cryptocurrencies; he had previously called Bitcoin a “scam.”

His sudden acceptance of digital assets seems to be a calculated action meant to win over the rising crypto community. During his campaign, he has promised to remove Gary Gensler, the current SEC Chair, if reelected, signaling a desire for a more favorable regulatory environment for cryptocurrencies.

Featured image from www.history.com, chart from TradingView

Christian Encila

Christian Encila

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Tom Lee 2026 Logika Investasi Inti: Perusahaan yang Menjual Aset Langka Sedang Menghancurkan Pasar

Tom Lee, salah satu analis bullish terakurat di Wall Street dan pendiri Fundstrat, menyatakan bahwa kata kunci investasi inti untuk pasar 2026 adalah "kelangkaan". Ia menekankan bahwa perusahaan yang menjual aset langka sedang mengungguli pasar. Aset langka didefinisikan sebagai produk atau layanan dengan pasokan yang sangat terbatas dan permintaan yang meledak, menciptakan ketidakseimbangan struktural dan kekuatan penetapan harga yang kuat. Lee menyoroti tiga area utama: 1. **Daya Komputasi AI**: Chip dari perusahaan seperti NVIDIA, AMD, dan Intel, yang dibatasi oleh kapasitas produksi canggih. 2. **Memori AI (HBM)**: Diproduksi oleh perusahaan seperti Micron, dengan proses manufaktur yang kompleks dan permintaan tinggi. 3. **Infrastruktur Energi**: Perusahaan seperti GE Vernova, yang penting untuk pusat data, dengan siklus pengiriman peralatan yang panjang. Logikanya: Revolusi AI mendorong permintaan eksplosif, sementara pasokan terkendala oleh batasan fisik dan waktu, menciptakan peluang keuntungan berlebih yang berkelanjutan. Secara makro, Lee melihat puncak harga minyak sebagai sinyal untuk membeli aset pertumbuhan seperti S&P 500, karena mengurangi tekanan inflasi dan meningkatkan harapan suku bunga yang lebih rendah dari Fed. Meskipun memperkirakan koreksi "seperti pasar bear" di pertengahan tahun, pandangannya untuk 2026 tetap bullish, dengan target S&P 500 dinaikkan menjadi setidaknya 7.700 poin. Koreksi tersebut justru dilihat sebagai peluang untuk menambah aset langka. Kesimpulannya, kerangka investasi Tom Lee berpusat pada identifikasi perusahaan dengan aset langka – yang memiliki permintaan kuat dan pasokan terbatas – sebagai kunci untuk mendapatkan keuntungan di atas rata-rata di tahun 2026.

链捕手5m yang lalu

Tom Lee 2026 Logika Investasi Inti: Perusahaan yang Menjual Aset Langka Sedang Menghancurkan Pasar

链捕手5m yang lalu

Malam Sebelum Pemusnahan Model Besar

Dalam seminggu terakhir, industri model besar (large model) Tiongkok mengalami lonjakan investasi yang luar biasa. Kimi, StepFun, dan DeepSeek secara kolektif mengumpulkan lebih dari $70 miliar dalam tiga hari. Meskipun tampaknya industri sedang memuncak, ini justru menandakan dimulainya fase "pembersihan". Model AI semakin terkomoditisasi. Kesenjangan kemampuan antara model seperti GPT-4, Claude, dan DeepSeek semakin menipis. Kapital beralih dari kompetisi teknologi ke perebutan posisi strategis. Pada 2025, pendanaan untuk perusahaan model besar turun 52,9%, dengan dana terkonsentrasi hanya pada segelintir pemain teratas. Perusahaan independen menghadapi tekanan biaya inferensi yang tinggi dan perang harga, sementara raksasa teknologi seperti ByteDance dan Tencent memiliki kemampuan subsidi silang yang tidak dimiliki startup. Logika pendanaan telah bergeser dari investasi risiko ke investasi infrastruktur, di mana kelangsungan hidup menjadi kunci. Perusahaan mengambil jalan berbeda: DeepSeek mengejar nilai strategis nasional, StepFun berintegrasi dengan rantai pasokan hardware, dan Kimi fokus pada kecepatan dan basis pengguna. Namun, tujuan mereka sama: mengamankan identitas, valuasi, dan jalur keluar sebelum jendela peluang tertutup. Industri ini bergerak sangat cepat. Pertanyaan telah berubah dari "Siapa yang bisa membangun model terbaik?" menjadi "Siapa yang bisa bertahan?" Hanya dalam tiga tahun, fase ekspansi liar mungkin akan segera berakhir, menyisakan beberapa pemain dominan yang akan membentuk masa depan infrastruktur AI.

marsbit1j yang lalu

Malam Sebelum Pemusnahan Model Besar

marsbit1j yang lalu

TACO Sudah Usang, Wall Street Sedang Gila-gilaan Bertaruh pada NACHO

Penulis: Rhythm Di Wall Street, "transaksi TACO" (Trump Always Chickens Out) sudah ketinggalan zaman. Kini, semua orang membicarakan model perdagangan baru bernama "NACHO" (Not A Chance Hormuz Opens). NACHO adalah kebalikan dari TACO. Jika TACO bertaruh pada Trump yang akan mundur, NACHO bertaruh bahwa Selat Hormuz kali ini tidak akan bisa dibuka kembali. Sejak serangan udara AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Selat Hormuz belum dibuka kembali. Harga minyak telah naik lebih dari 50% dibanding sebelum perang, dan ekspektasi suku bunga Fed untuk 2026 turun dari 2 kali menjadi 0 kali. Namun, S&P 500 justru mencapai rekor tertinggi baru, terkait selama 6 minggu. Tanggal 23 Maret menjadi titik kritis kegagalan mode TACO. Ketika Trump mengklaim ada dialog dengan Iran, pasar bereaksi kuat, tetapi kemudian dibantah oleh Iran. Sejak saat itu, perilaku pasar berubah fundamental. Harga minyak mentah Brent tidak pernah kembali ke level sebelum perang, sementara S&P 500 terus naik. Kedua garis ini telah terputus. NACHO bukan sekadar omongan, melainkan taruhan nyata di tiga pasar derivatif: 1. **Asuransi:** Premi asuransi perang untuk melintasi Selat Hormuz melonjak drastis, dari 0.125%-0.25% menjadi 1%-8%, meningkatkan biaya transit secara signifikan. 2. **Harga Minyak:** Struktur kurva harga minyak menunjukkan pasar percaya harga tinggi saat ini bersifat sementara tetapi akan berlangsung cukup lama (struktur backwardation curam). 3. **Suku Bunga:** Pasar telah memprediksi tidak akan ada penurunan suku bunga Fed pada tahun 2026. NACHO juga menciptakan perpecahan di dalam pasar saham. Sektor energi (ETF XLE) meroket 31.63% sepanjang tahun, jauh mengungguli S&P 500 (+24%). Sebaliknya, sektor transportasi (ETF IYT) hanya naik 8.79%, tertekan oleh biaya bahan bakar tinggi. Namun, taruhan NACHO memiliki tenggat waktu konkret: awal Juni. Perkiraan menunjukkan persediaan minyak komersial global yang dapat digunakan akan mendekati level "tekanan operasional" sekitar waktu itu. Jika Selat Hormuz masih tertutup, sistem persediaan bisa menghadapi kesulitan. Platform prediksi Polymarket menunjukkan probabilitas pelayaran normal di Selat Hormuz sebelum 31 Mei hanya 28%. Intinya, pasar telah beralih: dari memperdagangkan postingan Trump berikutnya di Truth Social, menjadi memperdagangkan data persediaan minyak awal Juni di Selat Hormuz.

marsbit1j yang lalu

TACO Sudah Usang, Wall Street Sedang Gila-gilaan Bertaruh pada NACHO

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片