3 Reasons Dogecoin Whales Love This A.I Dating Cryptocurrency Positioned To Overtake Dogecoin and Shiba Inu

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-13Terakhir diperbarui pada 2024-09-13

Abstrak

Dogecoin (DOGE) has long been a favorite among meme coin enthusiasts and crypto whales, thanks to its massive community and...

Dogecoin (DOGE) has long been a favorite among meme coin enthusiasts and crypto whales, thanks to its massive community and frequent endorsements from figures like Elon Musk. However, as the market evolves, new contenders like GoodEgg (GEGG) are emerging, offering unique features that could soon challenge even the giants like Dogecoin (DOGE) and Shiba Inu (SHIB). Here are three reasons why Dogecoin whales are increasingly flocking to this new A.I.-powered dating cryptocurrency.

  1. Elon Musk’s Continued Influence on Dogecoin (DOGE)

In the last week, Dogecoin (DOGE) saw a 4.7% rise, largely attributed to another tweet from Elon Musk. On September 12, 2024, Musk once again teased the DOGE community by posting on X (formerly Twitter) using the acronym for Dogecoin—DOGE—within a playful message about a fictitious government department. Musk’s tweet sparked excitement within the Dogecoin community, and transactions above $100,000 surged within a single day. Despite this, technical analysis suggests Dogecoin (DOGE) may face some weakness in the near term, with the Simple Moving Average (SMA) indicating the potential end of a recent uptrend.

While Dogecoin (DOGE) continues to benefit from Musk’s influence, many whales are diversifying their portfolios, eyeing newer projects like GoodEgg (GEGG) that offer both high upside potential and unique real-world applications.

  1. GoodEgg (GEGG)’s Innovative Approach to Cryptocurrency

One key reason GoodEgg (GEGG) is attracting Dogecoin (DOGE) whales is its unique combination of A.I. technology and social impact. Unlike most meme coins that rely solely on community hype, GEGG aims to build a broader utility through its Play-2-Date platform, which blends A.I. matchmaking with a cryptocurrency rewards system. Users can earn GEGG tokens while interacting in a virtual dating ecosystem, making the coin more than just another speculative investment.

Whales understand the importance of utility in the long-term success of a cryptocurrency, and GoodEgg (GEGG) provides that in spades. Its presale is gaining massive attention, and with analysts predicting a potential 100x return, the coin is shaping up to be a strong competitor to Dogecoin (DOGE) and Shiba Inu (SHIB) in the meme coin space.

  1. A Growing Community and Whale Participation

Data shows that 70% of Dogecoin (DOGE) holders are currently in profit, with large holders (whales) controlling 62% of the coin’s supply. These whales are now starting to look at other projects to diversify their holdings, and GoodEgg (GEGG) is increasingly becoming a go-to option. With its community-driven approach and an innovative platform that appeals to both crypto enthusiasts and casual users, GoodEgg is capturing the attention of large investors.

The shift from Dogecoin (DOGE) to GoodEgg (GEGG) represents a strategic move by whales looking to capitalize on the next big thing in the meme coin space. As more whales begin to accumulate GEGG, it strengthens the project’s market position, making it a formidable competitor against established players like Dogecoin (DOGE) and Shiba Inu.

Final Thoughts

While Dogecoin (DOGE) continues to ride the wave of Elon Musk’s endorsements and community hype, newer projects like GoodEgg (GEGG) are proving to be strong contenders in the meme coin arena. Offering a unique combination of A.I. technology, social impact, and cryptocurrency rewards, GoodEgg is positioned to attract not only small investors but also large whales looking for the next big opportunity. As the presale gains momentum, it’s clear that GoodEgg (GEGG) could soon outshine Dogecoin (DOGE) and Shiba Inu (SHIB) in terms of both innovation and long-term growth potential.

Join GoodEgg (GEGG) For More Information On Presale, Use links below to join our community: 

Visit GoodEgg (GEGG)

Telegram: https://t.me/GEGG_OFFICIAL

X/Twitter: https://x.com/goodeggofficial

 

Bitcoinist

Bitcoinist

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

ETF Alami Keluar Bersih Berkelanjutan, Apakah Institusi Sedang Keluar?

Selama enam minggu terakhir, dana ETF Bitcoin spot ASR mengalami arus keluar bersih sekitar $6 miliar, mencatat periode mingguan terpanjang dengan penurunan sejak diluncurkan pada tahun 2024. IBIT milik BlackRock, dana terbesar, menjadi penyumbang utama, dengan $1,3 miliar mengalir keluar dalam satu minggu terakhir saja. Data on-chain menunjukkan penjualan terutama berasal dari dana konfigurasi yang membeli ETF melalui akun broker, bukan dari pemegang jangka panjang (>155 hari) yang masih menguasai ~83% pasokan yang beredar. Perilaku ini menyerupai penyesuaian portofolio untuk mengurangi risiko (*de-risking*) karena meningkatnya inflasi, suku bunga, dan aliran modal ke sektor lain seperti infrastruktur AI dan IPO. Kerugian yang direalisasi melonjak 78%, dengan banyak penjual menjual pada kisaran biaya $55.000-$68.000. Meski kecepatan arus keluar melambat signifikan (dari $1,72 miliar menjadi $226,8 juta), tekanan struktural tetap ada karena skala besar IBIT menciptakan tekanan jualnya sendiri. Tanpa pembeli baru yang masuk dari sisi ETF atau pasar spot, harga sulit bertahan. Arah pasar selanjutnya bergantung pada apakah arus keluar IBIT melambat dan Bitcoin dapat bertahan di atas $60.000, atau jika penjualan besar berlanjut dan harga jatuh di bawah $58.000, yang akan menguji kemampuan pembeli non-ETF dalam menyerap tekanan jual. ETF, meski mempermudah akses, tidak menghilangkan volatilitas aset.

marsbit5m yang lalu

ETF Alami Keluar Bersih Berkelanjutan, Apakah Institusi Sedang Keluar?

marsbit5m yang lalu

Konsep Model Dunia untuk Pemula: Sebuah Kisah dari Psikologi hingga Medan Utama AI

**Ringkasan Konsep Model Dunia: Dari Psikologi ke Medan Utama AI** Model Dunia adalah konsep yang sangat hangat di dunia AI namun sering membingungkan banyak orang. Pada dasarnya, model dunia bertujuan memberi mesin "papan pasir mental" untuk mensimulasikan dan memprediksi kejadian di dunia nyata sebelum bertindak. Kemampuan ini, yang dalam psikologi disebut "model mental", memungkinkan AI berlatih dan bereksperimen secara virtual, mengurangi ketergantungan pada data dunia nyata yang mahal dan terbatas. Konsep ini berakar dari ide psikolog Kenneth Craik (1943) tentang bagaimana otak membangun model internal untuk memprediksi peristiwa. Di AI, pionir seperti Marvin Minsky dengan "Teori Kerangka" dan peneliti seperti David Ha serta Jürgen Schmidhuber (2018) menghidupkan kembali konsep ini dalam pembelajaran mendalam. Para ahli memiliki pandangan berbeda: * **Yann LeCun** (Meta) mengkritik LLM dan mengadvokasi model prediktif seperti JEPA yang memahami struktur fisika dunia, bukan hanya menghasilkan konten. * **Fei-Fei Li** (Stanford/World Labs) mengklasifikasikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan siklus "aksi-observasi": **Perender** (menghasilkan piksel/visual), **Simulator** (menghasilkan status dunia dengan akurasi struktural/fisik), dan **Perencana** (menghasilkan aksi). * **Tim FIB-Lab Tsinghua** membaginya menjadi dua fungsi inti: **Memahami Dunia** (mendukung pengambilan keputusan) dan **Memprediksi Masa Depan** (menghasilkan status/video masa depan). Perusahaan teknologi besar juga mendefinisikannya sesuai kebutuhan: * **OpenAI** menyebut **Sora** sebagai "simulator dunia" berbasis video. * **Google DeepMind** membangun **Genie 3** sebagai model dunia 3D interaktif waktu-nyata. * **NVIDIA** mengembangkan **Cosmos** sebagai platform "model fondasi dunia" untuk AI fisik. * **Perusahaan China** seperti Alibaba, Tencent, Huawei, dan pembuat mobil (NIO, XPeng, Li Auto) mengembangkan solusi serupa untuk simulasi mengemudi, robotika, dan dunia virtual, meski sering menggunakan nama berbeda. Secara teknis, ada tiga jalur pendekatan utama: 1. **"Melukis" (Generatif)**: Model pembuat video seperti Sora. Keunggulan visual, tetapi konsistensi fisika lemah. 2. **"Kalkulasi Mental" (Prediktif Abstrak)**: Seperti JEPA LeCun. Memprediksi representasi abstrak, efisien dan lebih stabil mempelajari fisika, tetapi kurang terinterpretasi. 3. **"Menyusun Balok" (Simulasi 3D Eksplisit)**: Seperti NVIDIA Omniverse. Menghasilkan lingkungan 3D dengan properti geometri dan fisika. Tepat dan dapat dikontrol, tetapi memerlukan data khusus dan mahal. Perkembangan terkini bergerak menuju **Model Aksi Dunia (WAM)** yang menggabungkan prediksi keadaan masa depan dan pembuatan aksi dalam satu model, mencapai "pengetahuan dan tindakan yang selaras" untuk robotika. Industri model dunia mulai terbentuk dalam tiga lapisan: * **Lapisan Dasar**: Data, daya komputasi (didominasi GPU NVIDIA), dan sensor. * **Lapisan Platform Teknis**: Platform serbaguna (Omniverse, Pangu) dan platform vertikal (untuk mobil otonom, konstruksi). * **Lapisan Aplikasi**: Mobil otonom (paling matang), robotika, game, konstruksi cerdas, layanan spasial, simulasi medis. Kekacauan dalam penamaan dan definisi sebenarnya adalah tanda awal revolusi teknologi, mirip dengan fase awal komputasi awan atau AI. Semua pendekatan, meski berbeda, mengarah pada tujuan yang sama: memberdayakan mesin dengan model internal dunia yang dapat disimulasikan untuk bertindak lebih aman, efisien, dan cerdas di dunia nyata. Konsep akan menyatu ketika teknologinya matang. Saat ini, ketidakseragaman justru menandakan bahwa model dunia telah memasuki medan pertempuran utama pengembangan AI.

marsbit27m yang lalu

Konsep Model Dunia untuk Pemula: Sebuah Kisah dari Psikologi hingga Medan Utama AI

marsbit27m yang lalu

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

IBIT, ETF Bitcoin terbesar dari BlackRock, menyumbang 73% dari total aliran keluar bersih ETF Bitcoin spot AS pekan lalu, dengan penarikan dana sebesar $1,3 miliar dalam satu minggu. Hal ini mengubah narasi ETF yang sebelumnya menjadi saluran masuk utama modal institusional menjadi sumber tekanan jual potensial. Aliran keluar yang terkonsentrasi di produk terbesar dan paling likuid ini menguji ketahanan Bitcoin di level kritis sekitar $60.000. Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada sesi perdagangan 26 Juni, seluruh aliran keluar bersih harian sebesar $444,5 juta berasal dari IBIT. Tekanan ini muncul saat harga Bitcoin sudah tertekan, memperumit upaya pemulihan. Mekanisme ETF memungkinkan penebusan dilakukan baik secara tunai maupun dalam bentuk Bitcoin fisik, sehingga aliran keluar tidak selalu sama dengan penjualan spot langsung. Namun, ini menciptakan risiko transmisi dan pertanyaan tentang siapa yang akan menyerap likuiditas jika pemegang ETF terus keluar. Skenario ke depan terbagi dua: Jika aliran keluar IBIT melambat dan Bitcoin berhasil bertahan di atas $59.000-$62.000, tekanan pekan ini dapat dilihat sebagai proses pembersihan. Namun, jika IBit terus mendominasi aliran keluar dan Bitcoin gagal reclaim level $60.000, narasi "dinding tekanan jual" akan menguat, mengharuskan pembeli di luar ekosistem ETF untuk menopang pasar tanpa bantuan narasi permintaan institusional yang sebelumnya didorong oleh ETF. Hari-hari perdagangan mendatang akan menentukan jalurnya.

marsbit1j yang lalu

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片