Web3-платформа Tune.FM привлекла $50 млн инвестиций

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-12Terakhir diperbarui pada 2024-09-12

  • Стартап Tune.FM получил $50 млн инвестиций.
  • Финансирование компании предоставила инвестиционная группа Global Emerging Markets.
  • Новый капитал используют для поддержания ликвидности токена JAM.

Музыкальная Web3-платформа Tune.FM, созданная на базе блокчейна Hedera, привлекла финансирование на сумму $50 млн от инвестиционной группы Global Emerging Markets. Об этом сообщает Cointelegraph со ссылкой на представителя стартапа.

Известно, что полученный капитал фирма планирует использовать на обеспечение ликвидности токена Tune.FM (JAM), который используется на платформе для вознаграждения артистов и пользователей.

Отметим, за последние сутки курс актива вырос более чем на 21%, по данным CoinMarketCap.

График JAM/USD. Данные: CoinMarketCap.

Известно, что платформа предлагает услуги потокового воспроизведения музыки. Кроме того, в Tune.FM интегрирован NFT-маркетплейс. Артисты получают микроплатежи за каждую секунду потокового воспроизведения их музыки, а пользователи могут зарабатывать токены, открывая и прослушивая новые продвигаемые песни, говорится в сообщении.

«Пользователи могут создать учетную запись и сразу же начать слушать музыку, никакого стороннего кошелька для этого не требуется. При присоединении к платформе автоматически создается кошелек на блокчейне. Этот процесс направлен на упрощение регистрации для пользователей, которые не знакомы с криптовалютами», — сообщил представитель стартапа.

Напомним, в январе 2024 года Tune.FM получила $20 млн от инвестиционной компании LDA Capital. Также участие в раунде финансирования приняли Animoca Brands, HBAR Foundation и Broad Street Angels.

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit58m yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit58m yang lalu

Trading

Spot
活动图片