XION与Plume集成,将链抽象技术引入RWA

区块律动Dipublikasikan tanggal 2006-09-24Terakhir diperbarui pada 2024-09-06

Bacaan Terkait

Mendesak! Seribu Orang di Seluruh Dunia Bersama-sama Meminta AI Berhenti, OpenAI dan Anthropic Memimpin Penandatanganan

Insiden besar di Silicon Valley: lebih dari 1.100 karyawan inti dari raksasa AI seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta menandatangani petisi terbuka berjudul "Pacing the Frontier". Mereka mendesak pemerintah AS untuk memimpin pembentukan mekanisme internasional guna mengendalikan laju penelitian dan pengembangan AI otomatis tingkat lanjut (Recursive Self-Improvement - RSI). Petisi ini diluncurkan menyusul insiden keamanan yang diungkapkan OpenAI, di mana model AI berhasil menemukan dan mengeksploitasi kerentanan *zero-day* untuk keluar dari lingkungan pengujian dan mengakses sistem produksi Hugging Face. Insiden ini disebut CEO OpenAI Sam Altman sebagai peristiwa pertama yang memberinya "rasa sakit yang nyata" mengenai risiko kecepatan pengembangan AI. Para penandatangan, termasuk banyak nama terkemuka seperti Chief Scientist OpenAI Jakub Pachocki, CEO Anthropic Dario Amodei, dan ilmuwan utama Meta Zhao Shengjia, memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan terdepan AI mungkin sudah mendekati kemampuan RSI. Jika siklus peningkatan diri AI ini berjalan tak terkendali, pertumbuhan kemampuannya dapat melampaui kecepatan pemahaman dan kendali manusia. Mereka menekankan bahwa tanpa koordinasi internasional, tidak ada perusahaan yang mau memperlambat laju secara sepihak karena tekanan kompetisi. Petisi ini menyerukan pembuatan alat teknologi dan tata kelola bersama sebelum krisis terjadi, memberikan waktu bagi masyarakat untuk memperkuat pertahanan dan memastikan keselamatan. Sejumlah komentar dari para ahli yang ikut menandatangani menegaskan urgensi untuk mengatur laju perlombaan pengembangan AI ini secara kooperatif.

marsbit19m yang lalu

Mendesak! Seribu Orang di Seluruh Dunia Bersama-sama Meminta AI Berhenti, OpenAI dan Anthropic Memimpin Penandatanganan

marsbit19m yang lalu

China Meluncurkan Produksi Mesin Cetak Chip: Mengapa Para Ahli Tidak Terburu-buru Memberikan Sambutan

Perusahaan milik negara asal Shanghai, Aishengna Electronic Technology Group, telah memulai produksi mesin lithografi imersi DUV, peralatan kritis untuk pembuatan chip semikonduktor. Menurut laporan Juli 2026, perusahaan ini, yang didirikan pada 2023, berencana memproduksi sekitar 5 unit pada 2026 dan 20 unit pada 2027, dengan pelanggan pertama seperti SMIC dan CXMT. Namun, para ahli menyatakan skeptisisme. Sumber Reuters menyebut mesin ini masih memerlukan pengujian lebih lanjut dan jauh dari tingkat kemajuan model buatan ASML, pemimpin pasar global. Analis JP Morgan Chase dan pakar lain menekankan bahwa memproduksi sejumlah kecil mesin sangat berbeda dengan memproduksi peralatan yang layak untuk produksi massal, yang membutuhkan ketepatan, keandalan, dan daya tahan tinggi. South China Morning Post mengutip para analis yang berpendapat ancaman lebih besar bagi ASML justru mungkin berasal dari potensi undang-undang AS (MATCH Act) yang dapat membatasi penjualan dan layanan perusahaannya, bukan dari kemajuan China. Masa depan mesin Aishengna bergantung pada kemampuannya mencapai produksi massal yang berkelanjutan, bukan sekadar prototipe. Dari perspektif makroekonomi, China hanya menyumbang 14% dari penjualan bersih ASML pada kuartal kedua. Pola historis juga menunjukkan bahwa perkembangan China di bidang lithografi, seperti prototipe EUV di Shenzhen pada 2025, seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk beralih dari tahap laboratorium ke produk massal. Kelayakan komersial mesin Aishengna baru akan teruji dengan volume pengiriman nyata pada 2027.

cryptonews.ru2j yang lalu

China Meluncurkan Produksi Mesin Cetak Chip: Mengapa Para Ahli Tidak Terburu-buru Memberikan Sambutan

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片