SEC предостерегла FTX от выплат средств кредиторам в криптовалюте

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-01-02Terakhir diperbarui pada 2024-09-02

  • SEC выступила против плана FTX погасить долги кредиторам в стейблкоинах и других криптовалютах.
  • Регулятор заявил, что оставляет за собой право оспорить законность таких транзакций.
  • Юрист Coinbase Пол Грюал подверг критике позицию агентства.

Комиссия по ценным бумагам и биржам США (SEC) предупредила обанкротившуюся биржу FTX о возможных последствиях выплат задолженности кредиторам в стейблкоинах или других цифровых активах. Регулятор заявил, что оставляет за собой право ставить под сомнение законность этих транзакций.

Напомним, в ходе процедуры банкротства FTX было предложено несколько вариантов возврата средств кредиторам — от перезапуска биржи до выплат средств наличными. Некоторые кредиторы заявили о намерении получить свои активы в криптовалюте.

Между тем, FTX во главе с ее генеральным директором Джоном Рэем III и юридическим консультантом Sullivan & Cromwell отвергла идею перезапуска платформы. Руководство пришло к выводу, что ни один инвестор не согласится вложить капитал, необходимый для возобновления работы офшорной биржи.

Возражения Комиссии включали в себя недостаточную детализацию плана и неопределенность относительно того, кто будет отвечать за распределение средств в стейблкоинах. И хотя в заявлении SEC не содержится прямого запрета на такие транзакции, агентство может оспорить их законность, говорится в документе.

«SEC не высказывает мнения относительно законности переводов в соответствии с федеральными законами о ценных бумагах, но оставляет за собой право оспаривать транзакции, связанные с криптоактивами», — сообщил регулятор.

Кроме того, SEC выступила против положения, которое могло бы защитить FTX от судебных исков со стороны кредиторов.

Главный юридический директор криптобиржи Coinbase Пол Грюал подверг критике позицию SEC:

The SEC didn't outright state that such an action would be illegal, writing, "The SEC is not opining as to the legality, under the
federal securities laws, of the transactions outlined in the Plan," but notes that the agency, "…reserves its rights to challenge transactions… https://t.co/zAMqY7mTcd

— paulgrewal.eth (@iampaulgrewal) September 1, 2024

Грюал заявил, что регулятор должен предоставить четкие указания вместо того, чтобы публиковать предупреждения о возможной незаконности транзакций. Отсутствие четкой позиции SEC в отношении цифровых активов вызывает неопределенность среди инвесторов и других участников рынка, считает юрист.

«Инвесторы, потребители и рынки заслуживают лучшего. Гораздо лучшего», — написал Грюал.

По имеющимся данным, FTX планирует распределить между кредиторами от $14 млрд до $16 млрд. Как считает ончейн-аналитик Chain Mind, возврат такой значительной суммы, вероятнее всего, приведет к росту крипторынка.

Напомним, в июле 2024 года FTX достигла мирового соглашения с Комиссией по торговле товарными фьючерсами (CFTC), по условиям которого биржа выплатит штраф в $12,7 млрд.

Bacaan Terkait

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

**Ringkasan:** Kartu pembayaran kripto saat ini memiliki volume transaksi bulanan sekitar $1,5 miliar, tetapi perkembangannya masih setara dengan kartu debit pada awal 1990-an. Masalah utamanya adalah mereka belum menjadi "akun utama" bagi pengguna, karena tidak mendukung hubungan keuangan rutin seperti penerimaan gaji atau pembayaran otomatis. Pasar didominasi oleh pemain seperti RedotPay, dengan pengguna terkonsentrasi di negara-negara berkembang (seperti Bangladesh, India, Mesir) yang memiliki akses terbatas ke mata uang dolar atau layanan perbankan tradisional. Di pasar maju, kartu kripto masih sulit menemukan pijakan yang kuat. Ada empat model bisnis utama: 1. **Infrastruktur Penerbitan Kartu:** Lapisan yang menyediakan teknologi dasar (contoh: Rain). Persaingan ketat, dan hanya penyedia dengan fitur unik (seperti penyelesaian T+0) yang akan bertahan. 2. **Kartu Pendamping Pertukaran:** Digunakan oleh bursa (contoh: Binance) untuk mempertahankan pengguna, dengan pendapatan utama berasal dari biaya perdagangan, bukan transaksi kartu. 3. **Dompet & DeFi:** Kartu terhubung ke dompet terdesentralisasi (contoh: MetaMask Card), memungkinkan pembayaran langsung dari aset on-chain. Namun, biaya gas dan kompleksitas teknis membatasi daya tariknya bagi pengguna biasa. 4. **Bank Digital Stablecoin:** Model yang paling sukses secara volume (contoh: RedotPay). Fokusnya adalah akun serba bisa untuk stablecoin dengan fitur seperti transfer lintas batas, dengan kartu sebagai saluran pembayaran. Kekuatannya ada di pasar berkembang. Kesimpulannya, hanya fungsi pembayaran tidak cukup untuk pertumbuhan jangka panjang. Untuk menjadi infrastruktur keuangan yang matang, pemain industri harus: (1) mengontrol aliran dana di hulu, (2) mempertahankan keunggulan di ceruk pasar berkembang, dan (3) yang paling penting, membangun hubungan akun inti dengan pengguna—mirip dengan bagaimana rekening bank tradisional menjadi pusat kehidupan keuangan sehari-hari. Tanpa ini, kartu pembayaran kripto hanya akan tetap menjadi alat isi ulang untuk ceruk pasar tertentu.

Foresight News15m yang lalu

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

Foresight News15m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

**Ringkasan: Biaya Keamanan Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan di DeFi** Berdasarkan data DeFiLlama, kuartal kedua tahun ini mencatat 88 serangan peretasan dengan total kerugian mencapai $780,3 juta. Rangkaian peristiwa ini membuktikan bahwa **kerugian akibat masalah keamanan kini telah menjadi bagian dari biaya modal di ekosistem DeFi**. Biaya tersembunyi ini secara langsung memengaruhi pendapatan pengguna, pemilihan rute aset, dan keputusan dalam menyediakan likuiditas. Risiko utama berasal dari dua area: **kerentanan infrastruktur** (seperti jembatan lintas rantai/ *cross-chain bridge*) yang menyebabkan kerugian besar per insiden, dan **cacat logika kontrak** yang lebih sering terjadi. Serangan terhadap infrastruktur kritis—saluran perpindahan aset, sistem verifikasi, antarmuka—telah mengubah logika pasar. Partisipan kini mulai memasukkan **premi risiko** ke dalam perhitungan mereka, mengevaluasi kembali biaya sebenarnya untuk berpartisipasi di ekosistem *on-chain*. **Keandalan rute aset** kini menjadi bagian integral dari pertimbangan transaksi. Insiden pada jembatan lintas rantai seperti KelpDAO, LayerZero, dan THORChain membuat likuiditas cenderung berpindah ke platform dengan jalur yang lebih jelas dan risiko lebih rendah. Agar tetap kompetitif, platform harus menanggung **biaya distribusi** yang lebih tinggi untuk menarik likuiditas, yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan anggaran audit, program *bug bounty*, asuransi aset, dan mekanisme pemantauan. Singkatnya, masalah peretasan di DeFi telah berevolusi dari sekadar isu keamanan teknis menjadi **tekanan struktural** pada pasar. Ini berfungsi seperti **pajak likuiditas implisit** yang dikenakan pada seluruh aliran aset, perolehan hasil, dan sistem kepercayaan di ruang *on-chain*. Masa depan akan didominasi oleh protokol yang dapat secara transparan mengungkap risiko dan menerapkan solusi pengendalian yang komprehensif.

Foresight News44m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

Foresight News44m yang lalu

Trading

Spot
活动图片