Crypto Taxes: What New Zealand’s New Bill Proposal Means

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-08-28Terakhir diperbarui pada 2024-08-28

Abstrak

On August 26, 2024, New Zealand’s Minister of Revenue, Simon Watts, introduced a new bill proposal into the House that...

On August 26, 2024, New Zealand’s Minister of Revenue, Simon Watts, introduced a new bill proposal into the House that could have major implications for the cryptocurrency ecosystem for the island nation. 

OECD Crypto Reporting Framework To Be Implemented

Titled Taxation (Annual Rates for 2024–25, Emergency Response, and Remedial Measures), the new bill seeks to give legislative effect to the Crypto-Asset Reporting Framework and Amendments to the Common Reporting Standard (CARF) developed by the Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD).

The proposed amendments are slated to take effect on April 1, 2026, and require New Zealand-based reporting crypto-asset service providers (RCASPs), such as exchange platforms, to conform to new regulatory requirements. Such entities will have until July 30, 2027, to report all the relevant user information to New Zealand’s tax authority, Inland Revenue (IR).

Specifically, exchanges must report their users’ personal information, such as their name, address, date of birth, and tax identification number. In addition, they will have to report the users’ aggregate level data on all relevant digital-asset transactions, crypto-to-fiat transactions, and transfers to digital assets to wallet addresses to ensure that profits are taxed accurately.

Subsequently, the IR will share this information with all relevant tax authorities worldwide in cases where the information applies to users in other jurisdictions by September 30, 2027.

The bill notes that currently, there is little oversight of digital asset transactions and income derived from profits through digital assets trading. It adds:

On an international stage, there has been increased impetus to ensure that tax authorities retain visibility over income or investment earning opportunities that are facilitated for individuals through large-scale intermediaries.

Repercussions Of Not Complying With Reporting Requirements

The bill proposes new penalties for RCASPs that fail to comply with their crypto-asset transactions reporting obligations. For each instance of non-compliance, they will be penalized NZD 300 (USD 187), capped at a maximum of NZD 10,000 (USD 6,231) per year. 

Notably, RCASPs will not be liable to pay penalties if the circumstances are outside their control. Additionally, trading platform users who do not follow the reporting rules could be imposed with fines as high as NZD 1,000 (USD 621).

The strict digital-asset reporting rules highlighted in the bill hardly come as a surprise. In July 2024, New Zealand’s tax authorities stated that more than 200,000 people had failed to declare crypto income in their tax returns.

It’s worth highlighting that in 2020, New Zealand’s tax watchdog revised its guidelines to include cryptocurrencies under the category of taxable assets, essentially treating digital assets as a form of property for tax purposes. 

Against that backdrop, the new bill proposal holds the potential to transform the existing cryptocurrency ecosystem in New Zealand completely. Should the bill be approved, the New Zealand tax agency will have access to users’ transactions on registered exchanges and be able to compute the amount of taxes they owe on their profits, if any.

While some countries are ramping up cryptocurrency regulations for better tax compliance, others are delaying taking such measures due to a lack of clarity regarding the new asset class. 

For instance, earlier this month, South Korean lawmakers proposed postponing the enforcement of cryptocurrency taxation in the country due to investor concerns. 

In Japan, the Japan Blockchain Association opines that stringent cryptocurrency taxes should be slashed to encourage wider participation in the burgeoning digital assets space. Observing the long-term effects of lax and strict cryptocurrency regulations on a country’s digital assets ecosystem will be interesting.

crypto
Bitcoin’s weekly price action | Source: BTCUSD on TradingView.com
Featured image from Unsplash, Chart from TradingView

Bacaan Terkait

Baru Saja, DeepSeek V4 Perbarui DSpark, Kecepatan Inference Meningkat 80%

Baru-baru ini, DeepSeek V4 diperbarui dengan framework *Speculative Decoding* baru bernama **DSpark**, yang diklaim meningkatkan kecepatan inferensi hingga 80%. Pembaruan ini, yang juga disertai open-sourcing framework **DeepSpec**, berfokus pada optimasi teknikal dan peningkatan performa, bukan perubahan arsitektur model inti. DSpark mengimplementasikan **Semi-Autoregressive Generation** untuk menjaga throughput tinggi dan meningkatkan akurasi token yang dihasilkan oleh model draf (*draft model*). Inovasi utamanya adalah **Confidence-Scheduled Verification**, yaitu sistem penjadwalan yang cerdas dan adaptif. Sistem ini menggunakan *Confidence Head* untuk memperkirakan probabilitas penerimaan setiap token kandidat dan secara dinamis menyesuaikan panjang verifikasi berdasarkan beban kerja sistem (*hardware-aware*), sehingga mengalokasikan daya komputasi hanya ke token yang paling potensial. Dalam pengujian di berbagai domain (penalaran matematika, generasi kode, percakapan), DSpark menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan model *state-of-the-art* seperti Eagle3 dan DFlash. Pada kondisi *throughput* yang setara, DSpark meningkatkan kecepatan respons pengguna sebesar 57%-85% untuk model DeepSeek-V4 Flash dan Pro. DeepSpec, yang dirilis bersamaan, adalah *codebase* lengkap untuk melatih dan mengevaluasi model draf *speculative decoding*. Framework ini menyediakan pipeline standar (persiapan data, pelatihan, evaluasi) dan mendukung beberapa algoritma (DSpark, DFlash, Eagle3) serta model target (Qwen3, Gemma), memudahkan peneliti dan insinyur untuk mengembangkan dan menerapkan teknik percepatan inferensi pada model bahasa besar mereka sendiri.

marsbit57m yang lalu

Baru Saja, DeepSeek V4 Perbarui DSpark, Kecepatan Inference Meningkat 80%

marsbit57m yang lalu

Ternyata Beginilah Cara Karpathy Menggunakan Claude?

Sejak bergabung dengan Anthropic, aktivitas Andrej Karpathy di komunitas terbuka berkurang drastis. Baru-baru ini, sebuah dokumen bernama CLAUDE.md yang diklaim sebagai panduan penggunaan Claude milik Karpathy beredar di komunitas. Isinya berisi sejumlah prinsip ketat untuk memandu AI dalam menulis kode, yang bertujuan mengurangi kesalahan umum model bahasa besar (LLM). Prinsip-prinsip utama mencakup: 1) **Baca dahulu sebelum menulis** – pahami struktur dan gaya kode proyek yang ada. 2) **Berpikir sebelum menulis kode** – klarifikasi asumsi, pertimbangkan trade-off, dan uraikan rencana. 3) **Tetap sederhana** – hindari desain berlebihan, abstraksi prematur, dan fleksibilitas yang tidak diperlukan. 4) **Modifikasi terarah** – lakukan perubahan minimal yang sesuai dengan gaya kode asli, jangan melakukan reformatting atau pembersihan yang tidak relevan. 5) **Verifikasi dan uji** – pastikan kode berfungsi seperti yang diharapkan dengan pengujian yang tepat. 6) **Debug secara sistematis** – jangan menebak, selidiki akar masalahnya. 7) **Hati-hati dengan dependensi** – hindari menambah dependensi yang tidak perlu. 8) **Komunikasi yang jelas** – jelaskan apa yang dilakukan dan alasannya. Dokumen ini juga menyoroti pola kegagalan umum seperti abstraksi yang salah, "optimistic path", dan "halusinasi pengetahuan". Meskipun keaslian dokumen ini diragukan, isinya sangat selaras dengan pemikiran Karpathy yang telah banyak mengkritik kelemahan LLM dalam pemrograman. Prinsip-prinsip ini, yang juga telah dijadikan template populer di GitHub, dianggap dapat meningkatkan efektivitas dan mengurangi kesalahan saat menggunakan asisten AI seperti Claude untuk pengembangan perangkat lunak.

marsbit2j yang lalu

Ternyata Beginilah Cara Karpathy Menggunakan Claude?

marsbit2j yang lalu

Riset BIT: Halving 2028 Bukanlah Akhir, Perombakan Sejati Industri Pertambangan Bitcoin Baru Dimulai

Industri penambangan Bitcoin sedang mengalami penyesuaian struktural paling kompleks sejak kelahiran protokolnya. Meski harga Bitcoin bertahan di sekitar $61.000 dan hash rate global mendekati 1 ZH/s (hampir rekor tertinggi), profitabilitas penambang terus memburuk. Beberapa indikator—seperti biaya produksi, pendapatan dari biaya transaksi, ekspansi hash rate, dan anggaran keamanan industri—menunjukkan bahwa sektor ini beroperasi di ambang titik impas. Pengurangan hadiah blok (halving) 2028 diprediksi akan mempercepat proses konsolidasi ini. Masalah utamanya bukan hanya berasal dari penurunan subsidi blok pasca-halving, tetapi juga transisi yang belum tuntas ke model pendapatan berbasis biaya transaksi. Banyak perusahaan penambangan kini beralih dari sekadar memproduksi Bitcoin menjadi operator infrastruktur, operator energi, dan penyedia infrastruktur komputasi untuk AI/HPC. Dengan demikian, fokus kompetisi bergeser dari ekspansi hash rate menuju peningkatan model bisnis. Data menunjukkan bahwa dengan harga Bitcoin sekitar $61.000, pendapatan teoritis harian penambang seharusnya sekitar $78 juta, namun kenyataannya hanya sekitar $33 juta—terjadi selisih sekitar 136%. Pendapatan dari biaya transaksi juga rendah, hanya sekitar $220.000 per hari, jauh di bawah perkiraan historis sebesar $9,7 juta. Biaya listrik sendiri menyerap 71,5% dari total pendapatan industri pada tahun 2025. Setelah halving 2028, biaya produksi dasar Bitcoin diproyeksikan naik menjadi sekitar $93.289, yang akan mendorong konsolidasi industri ke perusahaan-perusahaan besar dengan modal kuat dan pendapatan yang terdiversifikasi. Masa depan industri ini terletak pada transformasi dari bisnis "penambangan" murni menjadi bisnis "infrastruktur", yang mengandalkan sumber pendapatan lain seperti manajemen energi dan layanan hosting komputasi AI/HPC. Bagi investor, pertanyaan kuncinya adalah perusahaan mana yang dapat berhasil bertransformasi dan membangun keunggulan kompetitif yang lebih tangguh dalam lanskap baru ini.

marsbit2j yang lalu

Riset BIT: Halving 2028 Bukanlah Akhir, Perombakan Sejati Industri Pertambangan Bitcoin Baru Dimulai

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片