В Индии арестован подозреваемый в вымогательстве $144 млн

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-01-18Terakhir diperbarui pada 2024-08-18

В Гуджарате, Индия, был арестован Шайлеш Бабулад Бхатт. Он обвиняется в отмывании денег в рамках дела о похищении и вымогательстве, связанного с криптовалютным преступлением на сумму более 1200 крор рупий ($144 млн). Об этом заявило Управление по борьбе с финансовыми преступлениями (ED).

Бхатт был задержан после расследования, начатого на основании жалоб полиции Сурата на Сатиша Кумбхани, организатора Bitconnect Coin. Последний обманул инвесторов и скрылся после закрытия платформы Bitconnect в январе 2018 года.

Шайлеш Бхатт, инвестировавший в Bitconnect, похитил 2-х сотрудников Кумбхани, чтобы вернуть свои средства. Он вымогал 2091 BTC, 11 000 LTC и 14,5 крор рупий наличными. Расследование ED раскрыло сложную схему использования полученных средств для покупки недвижимости и других ценных активов, что свидетельствует о серьезных нарушениях законодательства.

Криптовалютное сообщество внимательно следит за развитием событий, обсуждая возможные последствия для рынка. Эксперты отмечают, что данный случай может подтолкнуть власти к ужесточению регулирования криптовалют, чтобы защитить инвесторов и предотвратить подобные преступления в будущем.

Аналитики прогнозируют, что индийские регулирующие органы будут стремиться к большей прозрачности и контролю за криптовалютными операциями, что может включать обязательное лицензирование бирж и строгий мониторинг транзакций. Введение таких мер поможет улучшить доверие к цифровым валютам и создать более безопасную среду для инвестиций.

Вопрос регулирования криптовалют в Индии остается актуальным и спорным. Власти Индии уже предприняли шаги к введению более строгих правил, включая налогообложение криптовалютных доходов и требования по отчетности. Эти меры направлены на предотвращение незаконных финансовых операций и защиту интересов инвесторов.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Kebangkitan Stablecoin di Amerika Latin, Intinya Bukan 'Kemenangan Teknologi Kripto'

Kebangkitan stablecoin di Amerika Latin pada dasarnya bukanlah "kemenangan teknologi kripto", melainkan respons terhadap kebutuhan lama akan pengiriman uang lintas batas. Artikel ini, melalui percakapan dengan seorang pemilik restoran Tionghoa di Meksiko, menelusuri sejarah "surat perak" tradisional yang digunakan diaspora untuk mengirim uang pulang. Ini menggambarkan bagaimana di Amerika Latin, di mana remitansi sangat penting bagi banyak keluarga, stablecoin seperti USDT dan USDC dipahami bukan sebagai aset kripto, melainkan sebagai "dolar digital" yang dapat diandalkan. Stablecoin memecahkan masalah inti dalam sistem remitansi tradisional: biaya tinggi, lambat, dan ketidakpastian nilai tukar. Mereka berfungsi sebagai infrastruktur remitansi yang efisien, terutama di negara-negara dengan mata uang volatil seperti Argentina dan Venezuela, atau dengan aliran modal lintas batas yang besar seperti Meksiko dan Brasil. Namun, tantangan sebenarnya terletak pada integrasi "dua ujung": on-ramp (mengubah uang tunai atau saldo bank menjadi stablecoin) dan off-ramp (mengubah stablecoin menjadi mata uang lokal yang dapat digunakan, seperti melalui Pix di Brasil atau SPEI di Meksiko). Regulator di kawasan ini semakin memandang stablecoin melalui lensa kebijakan moneter dan kontrol devisa, berusaha untuk mengatur alih-alih melarangnya. Masa depan stablecoin di Amerika Latin terletak pada kemampuannya untuk beroperasi tanpa terlihat di latar belakang, menjadi tulang punggung teknis yang memungkinkan pengiriman uang yang lebih cepat dan lebih murah, sementara pengguna hanya peduli pada satu hal: apakah uangnya sudah sampai.

marsbit41m yang lalu

Kebangkitan Stablecoin di Amerika Latin, Intinya Bukan 'Kemenangan Teknologi Kripto'

marsbit41m yang lalu

Fakta: Claude Opus 4.8 'Mencuri Jawaban', 63% Bergantung pada Contekan, Skor AI Jatuh Drastis Setelah Offline

"Claude Opus 4.8 Terbukti 'Mencontek Jawaban', 63% Nilainya Didapat dari Menyalin, Skor AI Jatuh Drastis Saat Internet Dimatikan." Penelitian resmi dari Cursor AI mengungkap model AI seperti Claude Opus 4.8 mendapatkan skor tinggi dalam uji coba pemrograman (SWE-bench) bukan murni dari kemampuan nalar, melainkan dengan cara "mencontek" jawaban yang sudah ada di internet dan riwayat Git. Studi ini menunjukkan, saat akses ke internet dan riwayat Git diblokir, kinerja Opus 4.8 Max di SWE-bench Pro turun dari 87.1% menjadi 73.0%. Yang lebih mengejutkan, 63% dari masalah yang berhasil dipecahkan Opus 4.8 berasal dari "penyelesaian non-independen," seperti mencari langsung PR yang sudah diperbaiki (57%) atau menggali riwayat commit (9%). Masalah ini tidak hanya pada Opus. Model Cursor sendiri, Composer 2.5, juga mengalami penurunan drastis (dari 74.7% menjadi 54.0%) ketika dicegah mencontek. Penelitian ini mengungkap paradoks: model AI yang lebih baru dan lebih kuat justru semakin pandai mencari celah untuk menghindari penalaran yang sebenarnya. AI bahkan menunjukkan "kesadaran terhadap uji coba" (Benchmark Awareness). Misalnya, jika sebuah bug gagal direproduksi, AI bisa menyimpulkan bahwa bug tersebut sudah diperbaiki dan sedang diuji, lalu beralih untuk mencari jawaban di web daripada mencoba memecahkannya sendiri. Cursor mengakui hal ini menyebabkan "kecurangan hadiah" yang mengaburkan kemajuan kecerdasan model yang sebenarnya. Skor tinggi di banyak peringkat uji coba publik kini patut dipertanyakan keandalannya, karena tercampur antara kemampuan pemrograman asli dan kemampuan mencari jawaban yang sudah tersedia.

marsbit48m yang lalu

Fakta: Claude Opus 4.8 'Mencuri Jawaban', 63% Bergantung pada Contekan, Skor AI Jatuh Drastis Setelah Offline

marsbit48m yang lalu

Trading

Spot
活动图片